Reshuffle Menteri Mencuat, Pengamat Tata Negara Soroti 4 Sektor Ini

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 29 Juni 2020
Reshuffle Menteri Mencuat, Pengamat Tata Negara Soroti 4 Sektor Ini

Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara UNS Surakarta, Jawa Tengah, Agus Riewanto. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Reshuffle menteri jilid pertama di Kabinet Indonesia Maju (KIM) mencuat dipermukaan setelah Presiden Jokowi memberikan peringatan pada menterinya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6).

Bahkan, dalam forum rapat tersebut Jokowi mengeluarkan pernyatan akan mencopot menterinya dengan reshuffle yang dinggap bekerja asal-asalan.

Baca Juga

Video Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Strategi agar Menterinya Giat Bekerja

Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Agus Riewanto memberikan tanggapan reshuffle adalah hal wajar dalam sebuah pemerintahan.

Ia mengungkapkan pada saat ini Jokowi sudah mulai merasakan hasil kerja menterinya dan wajar jika akhirnya mengungkapkan perkataan akan mencopot menterinya itu.

"Saat ini sedang terjadi gelombang COVID-19. seorang presiden menginginkan menterinya berani melakukan berbagai terobosan untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada di era new normal," kata Agus, Senin (29/6).

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA
Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Ia menilai ada gagasan yang disampaikan Presiden Jokowi dan tidak bisa dijalankan menterinya. Hal itu yang kemudian menimbulkan kekesalan Jokowi dengan ancang-ancang melakukan reshuffle.

"Pandangan saya setidaknya ada empat sektor yang menjadi sorotan publik dan itu sampai di telinga Presiden Jokowi," katanya.

Keempat empat sektor tersebut, lanjut dia, kesehatan, ekonomi, komunikasi dan informatika, dan politik. Ia menjelaskan kasus pelambatan atau pemblokiran koneksi internet di Papua pada 2019 yang berujung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan menyatakan Presiden Jokowi dan Kementerian Komunikasi dan Informasi terbukti bersalah jadi lapor merah pemerintahan.

"Dengan kasus itu jadi peringatan bagi kabinet agar berhati-hati mengeluarkan kebijakan untuk menjaga wibawa sosok pemimpin negara," papar dia.

Kemudian disektor kesehatan, ia menilai penyerapan anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari Rp 75 triliun untuk pandemi baru terserap 1,53 persen menjadi catatan presiden. Apalagi, dari dana tersebut dana insentif untuk tenaga medis kesehatan penanganan COVID-19 belum cair.

"Ya belum lagi angka kasus COVID-19 belum ada tanda penurunan juga menjadi catatan," kata dia.

Baca Juga

Ancam Reshuffle Kabinet, Jokowi Cuma Gertak Sambal

Ia menambahkan disektor ekonomi belum ada gerbakan menonjol bagi masyarakat terdampak COVID-19, misalkan menggeluarkan paket kebijakan ekonomi sebagai stimulus. Dan terakhir adalah sektor politik pilkada 2020 yang diadakan di tengah pandemi yang membutuhkan dana besar dan menguras APBN.

"Semua keputusan ada di tangan Presiden Jokowi. Kita nantikan saja setelah menteri kena sentil sekarang tunggu hasil kerjanya," pungkas Agus. (Ismail/Jawa Tengah)

#UNS Surakarta #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Bantu Aceh dan Sumatra, UNS Kirim Tim Medis dan Logistik
Tim awal yang diberangkatkan adalah tim SAR, karena kondisi lapangan di Aceh dilaporkan cukup sulit.
Dwi Astarini - Rabu, 03 Desember 2025
Bantu Aceh dan Sumatra, UNS Kirim Tim Medis dan Logistik
Indonesia
UNS Beri Sanksi Mahasiswa Penerima Beasiswa tak Mampu tapi Malah Dugem, KIP Dicabut
Mahasiswa tersebut dinyatakan telah melakukan tindakan yang melanggar ketentuan/peraturan yang berlaku di UNS.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
UNS Beri Sanksi Mahasiswa Penerima Beasiswa tak Mampu tapi Malah Dugem, KIP Dicabut
Indonesia
Viral Mahasiswa Penerima KIP Tepergok Sedang Dugem, UNS Lakukan Investigasi
Juru Bicara UNS Agus Riewanto membenarkan TSK ialah mahasiswa aktif UNS.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Viral Mahasiswa Penerima KIP Tepergok Sedang Dugem, UNS Lakukan Investigasi
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Aksi Massa Berujung Rusuh di Sejumlah Daerah, Rektor UNS: DPR Harus Punya Kepekaan Sosial
Prof. Dr. Hartono dr., M.Si, mencermati dan memperhatikan perkembangan situasi politik di tanah air dalam beberapa hari terakhir, khususnya gelombang aksi massa yang diwarnai kekerasan, tindakan anarkis, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap masa depan persatuan bangsa, keberlangsungan demokrasi, serta keamanan masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 02 September 2025
Aksi Massa Berujung Rusuh di Sejumlah Daerah, Rektor UNS: DPR Harus Punya Kepekaan Sosial
Indonesia
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba dikediaman Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo usai berlibur bersama cucunya di Bali, Sabtu (12/7).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Indonesia
Mahasiswi Loncat Sungai Bengawan Solo, UNS Pastikan Korban Punya Masalah Kejiwaan
DA menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025 dan sudah direkomendasikan untuk ke psikiater.
Dwi Astarini - Kamis, 03 Juli 2025
Mahasiswi Loncat Sungai Bengawan Solo, UNS Pastikan Korban Punya Masalah Kejiwaan
Indonesia
Mahasiswi UNS Loncat Sungai Bengawan Solo Ditemukam Tewas, Disebut Punya Ganggungan Kejiwaan
Korban ditemukan di sebelah utara dari Jembatan Jurug.
Dwi Astarini - Kamis, 03 Juli 2025
Mahasiswi UNS Loncat Sungai Bengawan Solo Ditemukam Tewas, Disebut Punya Ganggungan Kejiwaan
Indonesia
Mahasiswi Asal Temanggung Terjun di Sungai Bengawan Solo, Korban Diduga Terbawa Arus Sungai
Korban diketahui merupakan mahasiswi dari UNS.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Mahasiswi Asal Temanggung Terjun di Sungai Bengawan Solo, Korban Diduga Terbawa Arus Sungai
Bagikan