Rendang Tembus Pasar Amerika Serikat

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 20 April 2018
Rendang Tembus Pasar Amerika Serikat

Rendang daging. Foto: ist

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas, salah satunya adalah Rendang. Masakan dari Padang, Sumatera Barat, yang sudah terkenal kelezatannya berpeluang tembus pasar Amerika Serikat karena permintaan terhadap produk itu mulai datang dari pengusaha di Chicago.

"Informasi dari Konsulat Jendral RI di Chicago, pasca acara I Heart Halal di kota besar negara bagian Illinois itu 13-15 April 2018, banyak permintaan ekspor untuk rendang," kata Kepala Biro Humas Sekretariat Provinsi Sumbar Jasman di Padang, Kamis (19/4)

Sebagaimana dilansir Antara, ia mengatakan itu terkait peluang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terutama di bidang kuliner untuk bisa masuk ke pasar internasional.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi Sumbar Heri Nofiardi mengatakan pemerintah daerah siap untuk menfasilitasi UMKM kuliner rendang untuk mengembangkan peluang usaha hingga ke AS

Rendang. Foto: Ist

Namun perlu adanya standarisasi yang jelas untuk produk yang disiapkan agar tidak mengecewakan konsumen. Standarisasi itu mulai dari rasa, bentuk hingga ke kemasan.

"Rendang ini banyak ragamnya. Meski sama-sama rendang daging, tetapi antara satu UMKM dengan yang lain bisa berbeda rasa. Ini tentu perlu menjadi perhatian," katanya.

Hal itu berkaitan erat dengan banyak permintaan yang harus dipenuhi. Semakin banyak permintaan, akan semakin banyak UMKM yang harus dilibatkan agar pengiriman bisa tepat waktu.

Selain itu perlu juga ada kajian terhadap keinginan konsumen di luar negeri. "Rendang seperti apa yang diinginkan, apakah rendang khas Minang atau rendang yang disesuaikan dengan lidah mereka," ujar dia.

Rendang. Foto: Ist

Selain itu proses ekspor impor juga memiliki mekanisme yang harus dipahami dan dipatuhi. Rata-rata UMKM di Sumbar belum memahami hal itu karenanya perlu sosialisasi yang lebih intens pada mereka.

Atau, Pemprov Sumbar bisa mencarikan pihak ketiga yang telah memiliki pengalaman ekspor impor agar prosesnya berjalan lebih cepat dan lancar.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengunjungi Chicago AS Minggu (25/3) untuk mempromosikan potensi daerah, salah satunya rendang.

Salah satu hasil kunjungan itu rendang Minang dipamerkan dalam acara I Heart Halal di Chicago 13-15 April 2018.

Ketika Payakumbuh Jadikan Rendang Ikon Kota

Pemerintah Payakumbuh berencana menjadikan rendang sebagai ikon kota karena kuliner khas Minang tersebut sudah dikenal luas dan rendang khas Payakumbuh punya cita rasa yang khas.

"Rendang bisa dijadikan produk Payakumbuh yang memiliki daya saing kuat sampai ke level internasional," kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi di Payakumbuh, dilansir Antara.

Menurutnya untuk bisa maju suatu daerah harus memiliki ikon dan merek tersendiri yang memiliki daya saing di level nasional dan internasional.

"Misalnya Jepang diasosiasikan dengan Toyota, Jerman dengan Mercedes, Amerika dengan Apple dan Italia dengan Hugo Boss dan Prada, kalau Indonesia saat ini asosiasi di luar negeri adalah Indomi. Itu kita ubah dengan rendang, jadi kalau bicara Indonesia orang ingat rendang. Di mana rendangnya? Ya di Payakumbuh," ujarnya.

Ia menyampaikan untuk mewujudkan keinginan itu, Pemkot Payakumbuh menggelontorkan anggaran membangun Sentra Rendang.

Dengan berdirinya sentra rendang sehingga pengusaha rendang bisa berkumpul di sana dan kualitas serta mutu produk bisa dijaga, ujarnya.

"Rendang Payakumbuh mesti go internasinal, bila kita bisa memperbesar produksi dan memperluas marketing, tidak sedikit pendapatan yang bisa diperoleh pengusaha. Kalau satu kaleng rendang saja dihargai Rp 5.000, bayangkan bila produksinya bisa mencapai sepuluh juta kaleng," katanya.

Wali Kota optimistis rendang bisa menjadi seperti produk susu nestle negara Swiss yang keuntungan bersih per tahun mencapai setara Rp 700 triliun dan berkontribusi kepada pajak negara sebesar Rp 300 triliun.

"Negara Swiss itu kecil, kurang lebih sebesar Sumatera Barat, dari produk susu Nestle saja mereka bisa dapat perolehan pajak hingga Rp 300 triliun per tahun, kita ingin produk rendang kita juga seperti itu," katanya.

Ia mengatakan saat ini sudah dibangun pabrik pengalengan rendang, dan segera dibangun sentra rendang, pangsa pasarnya cukup luas, yaitu jamaah haji dan umrah di seluruh dunia, jadi mimpi memiliki PAD Rp1 triliun itu tidak muluk-muluk.

Oleh sebab itu ia meminta keseriusan dan dukungan seluruh pihak, khususnya para pengusaha rendang di Kota Payakumbuh, untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.

"Mari bersama mewujudkan rendang sebagai ikon baru Kota Payakumbuh, ikon Payakumbuh sebagai Kota Batiah kita ubah menjadi Payakumbuh Kota Rendang, dan semoga menjadi asosiasi negara Indonesia di luar negeri," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan rendang merupakan produk unggulan Sumbar yang sudah mulai dikenal oleh dunia.

"Tinggal memperluas jaringan untuk pemasaran saja," katanya.

Ia optimistis rendang dapat menjadi salah satu produk unggulan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. (*)

#Rendang #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Dunia
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Gambar yang ditampilkan menjadi peringatan langsung kepada Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan serangan militer terhadap negara tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Dunia
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal induk tersebut dan kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Dunia
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Komando Pusat AS menyebut kelompok kapal induk itu berada di Samudra Hindia, bukan di Laut Arab yang berbatasan langsung dengan Iran.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
 Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Beredar unggahan yang berisi informasi WNI bernama Kezia Syifa bergabung dengan Temtara AS karena gaji besar. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Dunia
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) menyebut situasi mengancam jiwa yang membentang dari Texas hingga New England.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
  7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Indonesia
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas."
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
Dunia
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Trump memperingatkan Kanada tentang dampak buruk dari hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Indonesia
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia berada pada posisi non-align dan tidak berpihak dalam isu AS yang dikabarkan akan mengakuisisi Greenland.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Dunia
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Amerika Serikat wajib membayar badan kesehatan PBB itu US$ 260 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) dalam bentuk biaya terutang tahun 2024 dan 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Dunia
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) telah mengesahkan resolusi usulan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Bagikan