Headline

Rekayasa Bioproses Tingkatkan Produktivitas Agroindustri

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 25 Februari 2018
Rekayasa Bioproses Tingkatkan Produktivitas Agroindustri

Institut Pertanian Bogor. (Facebook/Bogor Agricultural University Official)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Agroindustri menjadi salah satu produk unggulan dalam sektor pertanian modern. Namun sayangnya, pengembangan agroindustri masih terkendala sejumlah faktor.

Demi meningkatkan produktivitas agroindustri, Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB Prof Djumali mengenalkan rekayasan bioproses untuk meningkatkan nilai tambah produk agroindustri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Djumali dalam orasi guru besar IPB di kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/2), mengatakan tantangan bagi agroindustri di Indonesia adalah bagaimana dapat meningkatkan nilai tambah produk-produk pertanian, sekaligus menjadi produk unggulan yang mampu berdaya saing di pasar domestik dan global.

"Penggunaan dan penerapan teknologi proses merupakan suatu persyaratan untuk meningkatkan nilai tambah produksi pertanian secara kompetitif di pasar global," katanya.

Ia menjelaskan bioidustri merupakan industri yang menerapkan sistem proses atau pengubahan (transformasi) hayati, termasuk agroindustri yang menerapkan biokteknologi. Beberapa contoh agroindustri bioteknologi yang prospektif untuk dikembangkan antara lain agroindustri berbasis pati dan turunannya.

Contoh lainnya agroindustri minuman penyehat dan probiotik, agroindustri bahan tambahan, wewangian dan enzim, bioindustri hasil perkebunan, bioindustri kelautan, dan perikanan, biopolymer, agrobiofarmaka, pakan dan industri bioenergi.

Ia menyebutkan rekayasan bioproses untuk peningkatan nilai seperti inulin dari umbi dahlia sebagai salah satu bentuk peningkatan nilai tambah agroindustri. Inulin merupakan substrat dengan kandungan fruktosa yang tinggi.

"Rendeman tepung inulin diperoleh dari umbi dahlia sebesar 48,20 persen dengan kadar inulin mencapai 80,09 persen," kata Djumali sebagaimana dilansir Antara.

Memperoleh inulin, lanjutnya didapat dari proses lebih lanjut secara enzimatis untuk produksi FOS (frukto-oligosakarida) atau fruktosa.

Menurutnya penelitian tentang metode ekstraksi inulin dari tanaman lokal seperti pandan, dan buah merah dari Papua masih berlangsung saat ini.

Bioproses agroindustri lainnya yakni siklodekstrim dari pati. Pengembangan proses ini dilakukan dengan menggunakan sel utuh bakteri yang mempunyai aktivitas siklodekstrin.

"Rekayasa bioproses untuk agroindustri ramah lingkungan ada pada produksi alanin dari limbah cair pengolahan kelapa sawit," katanya.

Berikutnya biosurfaktan yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan surfaktan kimiawi.

Rekayasa bioproses untuk pengembangan agroindustri berkelanjutan sangat potensial di Indonesia sebagai negara yang memiliki sumberdaya alam terbarukan, berupa tanaman (biomassa), mikroba, air, angin dan samudera.

"Contohnya produksi bioetanol," katanya.

Djumali menambahkan strategi pengembangan bioproses dilakukan melalui tiga tahapan yakni penelitians kala laboratorium, skala 'pilot plant', serta pengambangan di skala industri.

"Hasil dari kajian kinerja proses yang diperoleh pada skala pilot plant dan hasil analisis kelayakan ekonomi, menjadi asar diterapkannya bioproses pada skala industri, “ pungkas Prof Djumali.(*)

#Institut Pertanian Bogor (IPB) #Industri Agro #Pertanian Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pakar IPB Ikut Kritik Cara Pemprov DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu
Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi, bahkan ketika sudah tidak berada di dalam air.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Pakar IPB Ikut Kritik Cara Pemprov DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu
Lifestyle
Tiga Langkah Strategis Ala Pakar IPB Kendalikan Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta
Selain aturan hukum, penggunaan teknologi environmental DNA (eDNA) menjadi rekomendasi utama untuk mendeteksi keberadaan spesies ini sebelum populasi melonjak tak terkendali
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 April 2026
Tiga Langkah Strategis Ala Pakar IPB Kendalikan Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta
Indonesia
IPB Mulai Lakukan Proses Penanganan Kasus Pelecehan Seksual
Saat ini Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus (KMKKPK) IPB tengah melakukan proses penanganan atas dugaan kasus tersebut melalui sejumlah tahapan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
IPB Mulai Lakukan Proses Penanganan Kasus Pelecehan Seksual
Indonesia
Prabowo Lantik Rektor IPB Jadi Kepala BRIN, Dwiarso Budi Santiarto Jadi Wakil Ketua MA
Prof. Dr. Arif Satria adalah Rektor IPB yang menjabat untuk periode kedua (2023–2028). Pria kelahiran 17 September 1971 ini merupakan Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 November 2025
Prabowo Lantik Rektor IPB Jadi Kepala BRIN, Dwiarso Budi Santiarto Jadi Wakil Ketua MA
Indonesia
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ini merupakan lompatan tertinggi sepanjang sejarah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
Peneliti IPB Ungkap Strategi Cerdas Tekan Karhutla dengan Padukan AI dan Keterlibatan Masyarakat
Semua kembali lagi ke masyarakat, bagaimana teknologi itu digunakan oleh masyarakat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Agustus 2025
Peneliti IPB Ungkap Strategi Cerdas Tekan Karhutla dengan Padukan AI dan Keterlibatan Masyarakat
Indonesia
Guru Besar IPB: Penurunan Tarif Impor AS Harus Diikuti Konsistensi Kedua Negara
Indonesia dapat memperoleh devisa yang cukup untuk menunjang kegiatan impor
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 Juli 2025
Guru Besar IPB: Penurunan Tarif Impor AS Harus Diikuti Konsistensi Kedua Negara
Indonesia
Durian Tembaga Super Klamunod Resmi Diakui Buah Endemik Khas Bangka Barat
Pihak di luar Bangka Barat tidak bisa mengakui durian tembaga super “klamunod“ sebagai komoditas asli daerahnya.
Wisnu Cipto - Senin, 17 Maret 2025
Durian Tembaga Super Klamunod Resmi Diakui Buah Endemik Khas Bangka Barat
Indonesia
Pemerintahan Prabowo Diminta Evaluasi Kebijakan Pertanian Demi Wujudkan Kedaulatan Pangan
Daniel pun menyoroti impor pangan yang semakin besar saat ini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 September 2024
Pemerintahan Prabowo Diminta Evaluasi Kebijakan Pertanian Demi Wujudkan Kedaulatan Pangan
Indonesia
Legislator Nilai Konflik Agraria jadi Batu Sandungan Kedaulatan Pangan
Akses lahan menjadi masalah mendasar yang masih dihadapi oleh petani Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 September 2024
Legislator Nilai Konflik Agraria jadi Batu Sandungan Kedaulatan Pangan
Bagikan