Regenerasi Politik Jangan Hanya Diisi Anak Pejabat

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 21 Februari 2020
Regenerasi Politik Jangan Hanya Diisi Anak Pejabat

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyebutkan bahwa 2024 bakal terjadi regenerasi elite politik.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin sepakat dengan pernyataan Megawati tersebut. Alasannya, memang jumlah pemilih kaum muda pada 2024 sementara 60% lebih pemilih milenial di situ.

Baca Juga

2024 Tahun Regenerasi, Megawati Minta Yang Tua Dorong Anak-anak Muda

"Potensi anak-anak muda, anak milenial untuk bisa bertarung di pilpres, pileg, pilkada sekarang sangat tinggi. Nah, itulah yang menjadi catatan mungkin bagi Megawati mengemukakan regenerasi itu,” kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/2).

Menurut Ujang, fenomena di dunia saat ini juga mulai banyak pemimpin-pemimpin muda. Dia mencontohkan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang saat ini berusia 42 tahun atau Perdana Menteri Finlandia Sanna Mirella Marin yang baru berusia 34 tahun.

”Sudah sewajarnyalah Indonesia mengarah ke situ, yang tua-tua itu king maker saja. Tapi memang persoalannya, saya merasa 2024 regenerasi kaum muda akan terjadi, tapi yang tua juga masih akan bersaing. Misalkan Prabowo, saya punya keyakinan masih ada kemungkinan tetap mencalonkan diri. Nggak semuanya menepi, tapi ada kombinasi tua-muda,” katanya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Tim Media PDIP)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Tim Media PDIP)

Namun, satu hal yang menjadi catatan, kata Ujang, jangan sampai regenerasi itu hanya diisi oleh tokoh-tokoh muda yang merupakan anaknya para pejabat juga, seperti anak politisi, ketua umum parpol, anaknya menteri, anak presiden dan wakil presiden.

”Kan oligarki itu, dinasti itu harus berkurang. Untuk apa juga bangsa ini terjadi regenerasi, tapi isinya keluarganya orang-orang itu saja. Anak-anaknya orang itu,” tuturnya.

Ujang mengatakan, dalam konteks Pemilu 2024, khususnya pilpres, jika syarat 20% minimal untuk presidential threshold dalam UU Pemilu tidak ada revisi maka maksimal hanya akan ada empat pasangan calon.

Mereka bisa berasal dari berbagai klaster. Pertama, klaster para menteri. Menurut Ujang, ada sejumlah nama yang berpotensi maju sebagai capres ataupun cawapres. Mereka di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendikbud Nadiem Makarim, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga

Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya

Ada pula klaster ketua umum partai politik seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta Airlangga Hartarto masuk di dalamnya. Kemudian klaster DPR seperti Ketua Umum DPR Puan Maharani, dan selanjutnya klaster kepala daerah. Misalnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

”Tambahan lagi, klaster pengusaha yang punya uang kayak Sandi (Sandiaga Uno). Tapi Sandi kan masuk parpol karena dia kan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra,” katanya. (Knu)

#Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Bagikan