Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 21 Februari 2020
Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya

Bakal cawali dari PDIP Gibran Rakabuming Raka blusukan dan mengedakan sarasehan di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/2). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bakal cawali dari PDIP Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat mengumumkan 49 rekomendasi daerah kabupaten/kota di Indonesia yang menggelar Pilkada serentak 2020, di kantor DPP PDIP, Rabu (19/2).

Megawati dalam sambutannya itu menyindir soal kader yang memaksa anaknya mengikuti pemilu. Gibran merasa tidak pernah dipaksa untuk terjun ke dunia politik.

Baca Juga:

Hasto Sebut Tren Elektabilitas Gibran dan Bobby Terus Meningkat

"Saya tak merasa pidato tersebut ditujukan kepada saya. Saya maju Pilwakot Solo enggak dipaksa, keinginan sendiri," kata Gibran, Kamis (20/2).

Gibran membeberkan telah meminta izin ayahnya, Presiden Jokowi untuk bertarung di Pilwalkot Solo dengan kendaraan politik PDIP. Dari keluarga, lanjut Gibran, juga memberikan dukungan atas pilihannya terjun ke dunia politik.

"Keluarganya hanya memberikan dukungan moral. Saya minta izin Bapak (Jokowi) dan Bu Mega. Keluarga hanya memberi semangat saja, ya sudah itu saja," papar dia.

Bakal cawali dari PDIP Gibran Rakabuming Raka blusukan dan mengedakan sarasehan di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/2). (MP/Ismail)
Bakal cawali dari PDIP Gibran Rakabuming Raka blusukan dan mengedakan sarasehan di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/2). (MP/Ismail)

Gibran juga mengaku kurang mengetahui maksud pidato Megawati ditujukan untuk siapa. Sebagai bakal cawali yang sedang berebut rekomendasi, kata dia, tetap bekerja blusukan menyerap aspirasi warga.

"Hasil atas usaha saya blusukan tiap hari selama ini juga tampak melalui peningkatan hasil survei partai dan intenal pribadi. Dengan ini, saya yakin Megawati memberi tanggapan positif atas kegiatannya selama ini," kata dia.

Baca Juga:

Tunggu Rekomendasi Turun, Gibran Kirim Foto-Foto Blusukan ke Hasto dan Puan

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri berbicara soal peta perpolitikan Indonesia pada 2024. Megawati mengatakan, pada tahun itu, politik di Indonesia akan diisi anak-anak muda.

Kendati demikian, Megawati meminta kadernya tak memaksakan anak dan keluarganya masuk ke dunia politik. Apalagi, kata dia, jika anak atau pun keluarganya tak memiliki kemampuan untuk maju pada 2024. (Ism)

Baca Juga:

PDIP Tunda Rekomendasi Pilwakot Solo, Gibran: "Yo ra popo"

#Megawati Soekarnoputri #Gibran Rakabuming
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Bagikan