Headline

Redakan Konflik Suriah, Dewan Keamanan PBB Keluarkan Resolusi Gencatan Senjata

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 23 Februari 2018
Redakan Konflik Suriah, Dewan Keamanan PBB Keluarkan Resolusi Gencatan Senjata

Dewan Keamanan PBB bersidang mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk Palestina, di kantor pusat PBB di New York, Amerika Serikat. (ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Konflik Suriah sudah mencapai tahap mencemaskan. Faksi-faksi yang bertikai terus berperang sehingga pertumpahan darah tak bisa terelakan. Banyaknya korban sipil yang berjatuhan dalam konflik Suriah membuat Dewan Keamanan PBB turun tangan.

Berdasarkan keterangan Utusan Kuwait untuk PBB yang juga menjabat sebagai Chairman DK PBB, pada sidang Dewan Keamanan pada hari ini Jumat (23/2) para anggota DK PBB akan memberikan suara terkait resolusi gencatan senjata di Suriah. Resolusi tersebut menuntut gencatan senjata selama 30 hari. Tujuannya agar pengiriman bantuan dan penanganan kesehatan di Suriah dapat dilaksanakan tim misi kemanusiaan.

Belum jelas bagaimana sekutu Suriah, Rusia, pemegang hak veto di Dewan Keamanan, akan menanggapi rancangan resolusi susunan Swedia dan Kuwait tersebut. Resolusi membutuhkan sembilan suara mendukung dan tidak ada penolakan dari Rusia, China, Amerika Serikat, Inggris atau Prancis.

Sebelumnya, menurut Xinhua sebagaimana dilansir Antara, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan segera dihentikannya pertikaian di daerah kantung yang dikuasai gerilyawan di Suriah, Ghouta Timur.

"Seruan saya kepada semua yang terlibat ialah penghentian segera semua aksi perang di Ghouta Timur, diizinkannya bantuan kemanusiaan mencapai semua yang memerlukan, diizinkannya pengungsian sebanyak 700 orang yang memerlukan pengobatan mendesak yang tak bisa diberikan di sana, dan juga diciptakannya kemungkinan buat warga sipil lain untuk secara efektif diobati di lokasi," kata Guterres.

"Ini adalah tragedi kemanusiaan, yang merebak di depan mata kita, dan saya kira kita tak bisa membiarkan keadaa berlangsung dengan cara yang mengerikan ini," katanya.

Ia mengatakan ia mengerti bahwa anggota Dewan Keamanan melakukan pembahasan mengenai Suriah, tapi menegaskan bahwa Ghouta Timur tak bisa menunggu.

Duta Besar Swedia untuk PBB Olof Skoog mengatakan kepada wartawan pada Rabu pagi bahwa delegasinya dan delegasi Kuwait sedang merancang resolusi mengenai Suriah.

"Kami meminta segera dihentikannya pertikaian selama 30 hari di seluruh Suriah," kata Skoog. Rancangan resolusi tersebut juga meminta akses kemanusiaan dan pengungsian medis ditambah pencabutan pengepungan buat empat lokasi tertentu, termasuk Ghouta Timur.

Rancangan resolusi itu juga meminta perlindungan rumah sakit dan instalasi medis lain, dan menyeru semua pihak agar mematuhi hukum kemanusiaan internasional, katanya.

Duta Besar Jonathan Allen dari Inggris menyampaikan harapan bahwa pemungutan suara dapat dilakukan rancangan resolusi tersebut dan rancangan itu bisa disahkan sesegera mungkin.

"Yang penting ialah resolusi ini menghadapi pemungutan suara sesegera mungkin, disahkan sesegera mungkin dan oleh karena itu dihentikannya permusuhan, keinginan jelas Dewan Keamanan berlaku sesegera mungkin," kata Jonathan Allen kepada wartawan.

"Pada saat ini, sementara pemboman kian bertambah parah, waktu makin tipis, dan kita harus bertindak," katanya.

Tentara Suriah meningkatkan upaya merebut kembali Ghouta Timur, kubu utama terakhir gerilyawan di negeri itu. Serangan udara mengakibatkan keadaan kemanusiaan menyedihkan di daerah kantung tersebut, di dekat ibu kota Suriah, Damaskus.(*)

#PBB #Konflik Suriah #Antonio Guterres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Indonesia
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
PAM Jaya mewakili Indonesia di New York, Amerika Serikat. PAM Jaya menargetkan pengelolaan air Jakarta selesai 2029.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Indonesia
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029—2030.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Indonesia
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi pada 100 ribu kematian tambahan tiap tahun.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Dunia
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
PBB melalui Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
Bagikan