Ratusan Rumah Terendam Akibat Hujan Deras

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 14 Oktober 2017
Ratusan Rumah Terendam Akibat Hujan Deras

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ratusan rumah warga di Palu, Sulawesi Tengah, terendam akibat banjir menyusul hujan deras kembali mengguyur wilayah itu pada Sabtu (14/10) dini hari.

Seperti dilansir dari Antara, hujan yang turun sejak pukul 03.00 WITA tersebut mengakibatkan banjir dan air sungai meluap ke permukiman penduduk di beberapa wilayah seperti di Karajalembah, Dewi Sartika, Towua, Malaya, dan Sintuwu, Kecamatan Palu Selatan.

Di wilayah Jalan Malaya, Kelurahan Birobuli, air menggenangi puluhan rumah warga setinggi sampai di lutut orang dewasa. "Air sudahb mendingan, tidak seperti sebelumnya ketika hujan turun," kata Ny Tarjo, salah seorang warga di wilayah itu.

Beberapa perabot rumah terendam banjir dan dikhawatirkan rusak seperti kulkas, kompor, dan lemari.

Selain itu, banjir juga merendam Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulteng yang terletak di kawasan Jalan Karajalembah.

Selain kantor dinas, sebuah Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan (STIK Jaya) Palu yang terletak di wilayah Malaya juga tergenang banjir. Namun, aktivitas perkuliahan tetap berjalan normal seperti biasanya.

Sebelumnya, pada Kamis (12/10), Kota Palu juga dilanda banjir akibat hujan lebat yang turun hanya dalam waktu dua jam. Puluhan rumah warga juga di wilayah yang sama terendam banjir.

Palu dalam beberapa pekan ini hampir setiap hari diguyur hujan ringan dan lebat. Banjir yang sering melanda wilayah Kota Palu diakibatkan karena drainase tidak memadai. Juga disebabkan luapan dari beberapa anak sungai yang menyatu dengan Sungai Palu.

Di Kota Palu ada beberapa anak sungai yang melintas di tengah-tengah permukiman penduduk antara lain anak Sungai Laoswani, Sungai Kawatuna, dan Sungai Sombe Lewara. (*)

Sumber: ANTARA

#Banjir #Kota Palu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Bagikan