Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Rata-rata orang Mengonsumsi 70.000 Lebih Partikel Mikroplastik Per Tahun, Berbahayakah?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 10 Juni 2019
Rata-rata orang Mengonsumsi 70.000 Lebih Partikel Mikroplastik Per Tahun, Berbahayakah?

Penelitian tengah menelusuri seberapa berbahayanya mikroplastik (Foto: pixabay/derneuemann)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH studi terbaru memperkirakan, jika rata-rata orang Amerika mengonsumsi lebih dari 70.000 partikel mikroplangastik setiap tahunnya.

Hal itu pun sontak mengkhawatirkan, karena efek kesehatan dari konsumsi tersebut sangat tak baik. Dari mulai minum dengan botol plastik ataupun membawa kantung plastik. Kebanyakan orang bersentuhan dengan plastik beberapa kali sehari.

Saat ini sebuah penelitian telah memperkirakan berapa banyak plastik, yang dikonsumsi rata-rata orang. Studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari University of Victoria.

Mereka memperkirakan bahwa rata-rata orang amerika mengkonsumsi lebih dari 70.000 Partikel mikroplastik setiap tahunnya. Lalu yang mengkhawatirkan, dampak kesehatan dari konsumsi tersebut masih belum jelas.

Dalam studi itu, para peneliti meninjau 26 studi sebelumnya yang menganalisis soal jumlah partikel plastik mikro pada ikan, kerang, gula, garam, alkohol, air botolan dan udara.

Peneliti menelusuri jumlah mikropastik yang dikonsumsi manusia perharinya (Foto: pixabay/cocoparisienne)

Tim peneliti kemudia menilai, tentang kira-kira berapa banyak dari rata-rata makanan yang dimakan manusia. Hasilnya menunjukan, bahwa manusia mengonsumsi antara 74.000 - 121.000 partikel plastik mikro per tahun, tergantung pada usia dan jenis kelaminnya.

Tetapi tak semua orang yakin dengan perkiraan tersebut. Profesor Ekologi di Unversitas East Anglia mengatakan. Para peneliti mulai menghitung konsumsi mikroplastik dari konsentrasi yang diukur dalam makanan dan udara.

"Mereka menghitung bahwa seorang pria dewasa mengkonsumsi 142 partikel plastik per hari melalui mulut dan menghirup 170 lainnya, Angka yang agak besar yang paling menonjol adalah perkiraan tahunan. Tidak ada bukti yang disajikan bahwa tingkat konsumsi ini adalah bahaya signifikan bagi kesehatan manusia" Ucap Alastair Grant seperti yang dilansir dari laman Mirror.

Peneliti lainnya tak yakin dengan angka perkiraan tersebut (Foto: pixabay/isidingo)

Selain itu, Grant juga menambahkan jika angka untuk inhalasi dihitung dengan mengalikan konsentrasi partikel di udara. Dengan laju respirasi harian tapi tak memperhitungkan sistem yang harus dikeluarkan tubuh kita dari partikel di udara yang kita hirup.

Salah satu dari dua sumber untuk konsentrasi partikel di udara mengatakan jika serat yang diamati terlalu besar untuk dihirup. Sehingga jumlah partikel yang benar-benar mencapai paru-paru kita akan jauh lebih kecil ketimbang angka yang dikutip.

Mikroplastik terdapat pada benda-benda yang sangat dekat dengan manusia (Foto: pixabay/stux)

Sedikit informasi, mikroplastik adalah potongan kecil plastik yang dapat dikonsumsi manusia secara tak sengaja ketika makan, atau menghirup udara yang mengandung mikroplastik.

Sementara efek kesehetan dari konsumsi mikroplastik masih belum jelas. Namun para peneliti memperingatkan bahwa beberapa bagian cukup kecil untuk memasuki jaringan manusia. Di mana mereka berpotensi memicu reaksi kekebalan atau melepaskan zat beracun.

Mengenai penelitian tersebut, tim itu tengah merencanakan studi lanjutan untuk memahami efek dari mengonsumsi mikro plastik pada kesehatan. (ryn)

#Bahaya Plastik #Sampah Plastik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Kerahkan Teknologi Mikro Kampus, Sampah Diselesaikan di Tingkat Paling Rendah
Presiden mengapresiasi kontribusi akademisi yang berhasil menciptakan alat daur ulang dan pemusnah sampah inovatif
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Prabowo Kerahkan Teknologi Mikro Kampus, Sampah Diselesaikan di Tingkat Paling Rendah
Indonesia
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Sampah seberat 26,43 ton dari berbagai jenis berhasil dikumpulkan oleh tim kebersihan setelah acara tersebut rampung
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Indonesia
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menunjukkan perhatian besar terhadap isu pengelolaan sampah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Indonesia
Mikroplastik Hujani Jakarta, Pemprov DKI Sebut Sebagai 'Alarm' Lingkungan yang Perlu Segera Direspons
Pemprov DKI mengajak dunia usaha, lembaga riset, dan komunitas lingkungan untuk berkolaborasi dalam aksi nyata pengurangan plastik
Angga Yudha Pratama - Minggu, 19 Oktober 2025
Mikroplastik Hujani Jakarta, Pemprov DKI Sebut Sebagai 'Alarm' Lingkungan yang Perlu Segera Direspons
Lifestyle
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Jakarta Premium Outlets menyerukan kampanye masa depan berkelanjutan lewat aksi nyata Eco Paws.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Indonesia
RDF Plant Rorotan Terus Mengalami Kendala Hingga Berujung Batal Diresimkan, Kapan Bisa Beroperasi Penuh?
Jika situasi sudah kondusif, pihaknya akan mengupayakan uji komisioning secara lebih masif dan transparan dengan mengundang warga
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 September 2025
RDF Plant Rorotan Terus Mengalami Kendala Hingga Berujung Batal Diresimkan, Kapan Bisa Beroperasi Penuh?
Indonesia
Warga Rorotan Tak Perlu Cemas! DLH DKI Jamin Operasional RDF Plant Didampingi Pakar ITB dan Dilengkapi Teknologi Canggih
Asep menegaskan bahwa evaluasi RDF Plant Rorotan bukan hanya masalah teknis
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 September 2025
Warga Rorotan Tak Perlu Cemas! DLH DKI Jamin Operasional RDF Plant Didampingi Pakar ITB dan Dilengkapi Teknologi Canggih
Kuliner
Gerakan ’SAPU PLASTIK’ Kumpulkan 2,5 Ton Limbah, Beri Apresiasi Pelanggan dengan Diskon 20 Persen
Gerakan yang memiliki arti ‘berSAma kumPUlkan PLASTIK’ ini diluncurkan sejak 2022 sebagai perwujudan komitmen untuk program keberlanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Agustus 2025
 Gerakan ’SAPU PLASTIK’ Kumpulkan 2,5 Ton Limbah, Beri Apresiasi Pelanggan dengan Diskon 20 Persen
Foto Essay
Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang 120 Ton Sampah Botol Plastik Jadi Bernilai Ekonomis
Pekerja mengolah sampah botol plastik menjadi cacahan plastic sebagai bahan biji plastik di Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU) Tangerang Selatan, Banten, Selasa (5/8/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 05 Agustus 2025
Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang 120 Ton Sampah Botol Plastik Jadi Bernilai Ekonomis
Indonesia
KLH: Tidak Hanya Merusak Ekosistem, Sampah Plastik Turut Merongrong Ekonomi
Hal ini tidak lepas dari biaya pengelolaan sampah hingga kesehatan.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Juni 2025
KLH: Tidak Hanya Merusak Ekosistem, Sampah Plastik Turut Merongrong Ekonomi
Bagikan