Rasio Utang Masyarakat Meningkat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Januari 2022
Rasio Utang Masyarakat Meningkat

Uang Rupiah. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Indonesia (BI) mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Desember 2021. Hal ini tercemin dalam survei konsumen di mana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 118,3 atau relatif stabil dibandingkan dengan indeks November 2021 sebesar 118,5.

BI mencatat, secara triwulanan, IKK triwulan IV-2021 tercatat sebesar 116,8, meningkat dibandingkan 84,3 pada triwulan III 2021, maupun 89,2 pada triwulan IV-2020.

Baca Juga:

Bayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Turun

"Tetap kuatnya optimisme konsumen pada Desember 2021 ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini yang meningkat," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keteranganya, Selasa (11/1).

Peningkatan tersebut terutama berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Sementara, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada di level optimis, dengan indeks di atas 100 meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya.

Dari sisi kondisi keuangan, BI mencatatkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi pada Desember 2021 tercatat sedikit meningkat dari bulan sebelumnya, yaitu dari 76,1 persen menjadi 76,2 perden.

Di mana, Rrata-rata rasio pembayaran cicilan/utang juga tercatat meningkat pada Desember 2021, yang terpantau sebesar 9,7 persen, meningkat dari 9,3 persen pada November 2021. Sedangkan, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan tercatat sebesar 14,1 persen pada Desember 2021 atau turun dari 14,6 persen pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, survei melaporkan rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan tercatat meningkat pada mayoritas kategori pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp 3,1 juta sampai dengan Rp 4 juta per bulan.

Bank Sentral menegaskan, porsi tabungan terhadap pendapatan menurun pada mayoritas kategori pengeluaran, terutama pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Uang
Uang. (Foto: Antara)

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan Ibrahim erharap agar pemerintah bisa memperbesar subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan non-KUR agar para pelaku UMKM bisa terbantu dalam mengajukan kredit, yang pada akhirnya memberikan efek berganda kepada perekonomian.

Insentif usaha, terutama yang menyasar kepada UMKM pun perlu dilanjutkan agar sektor tersebut bisa bangkit lebih kuat lagi meski pandemi masih melanda.

Di sisi lain ia menyarankan penyaluran dana untuk program prioritas dalam PEN 2022 diharapkan bisa lebih tepat sasaran kepada sektor prioritas, sehingga anggaran Program PEN tahun ini bisa terserap lebih besar dari tahun lalu.

"Dalam hal ini, persoalan berada pada tataran pelaksanaan di lapangan, yaitu lebih kurang sama dengan bagaimana melaksanakan pembagian atau alokasi dari mereka yang diyakini lebih tepat sasaran untuk menerima prioritas," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Seberapa Berisiko Menunda Melunasi Utang Padahal Tahun Telah Berganti

#Utang #Pemulihan Ekonomi #UMKM #Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Indonesia
Utang BLBI Pemerintah ke BI Lunas, Obligor Masih Bakal Ditagih
DJKN memiliki Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) yang bertanggung jawab atas penagihan seluruh kewajiban yang masih terutang kepada negara.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Utang BLBI Pemerintah ke BI Lunas, Obligor Masih Bakal Ditagih
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
ADB Kasih Pinjaman Rp 11,5 Triliun Buat Kuatkan Fiskal Pemerintah
Pinjaman itu, difokuskan untuk mendukung Indonesia memodernisasi pengelolaan fiskal daerah, memajukan tata kelola secara digital, dan meningkatkan penyampaian layanan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
ADB Kasih Pinjaman Rp 11,5 Triliun Buat Kuatkan Fiskal Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Indonesia
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Indonesia
BLU Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Purbaya Ogah Cari Investor Baru
Penyelesaian utang akan dilakukan setelah proses pengalihan kereta cepat rampung. Pemerintah, akan terlebih dahulu menghitung besaran kewajiban.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BLU Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Purbaya Ogah Cari Investor Baru
Bagikan