Rakyat Palestina Buat Benteng Pertahanan dari Ban Mobil yang Dibakar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 05 April 2018
Rakyat Palestina Buat Benteng Pertahanan dari Ban Mobil yang Dibakar

Seorang bocah mengibarkan bendera Palestina, di perbatasan Gaza-Israel, Minggu (1/4). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Daerah perbatasan Jalur Gaza-Israel kelihatan seperti bengkel raksasa ban mobil setelah pegiat Palestina telah mengumpulkannya untuk dibakar selama demonstrasi yang dijadwalkan pada Jumat kedua Pawai Akbar Kepulangan.

"Asap dari ban yang dibakar dimaksudkan untuk menghalangi pandangan tentara Israel yang ditempatkan di sepanjang perbatasan," kata pegiat yang bernama Hossam Maaruf kepada Xinhua seperti dilansir Antara.

Maaruf menjelaskan mereka telah membuat rencana untuk membakar ban sepanjang hari dan tidak membakar semuanya secara bersamaan guna menghalangi pandangan penembak gelap Israel selama mungkin.

Sedikitnya 17 orang Palestina tewas dan lebih dari 1.200 orang lagi cedera pada Jumat lalu, saat pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sejumlah pemrotes Palestina yang memperingati Hari Tanah Palestina, selama pawai akbar di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza.

Pertemuan terbuka Jumat tersebut adalah permulaan dari protes selama enam-pekan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari Israel merayakan berdirinya negara Yahudi dan rakyat Palestina memperingati pemindahan paksa dua-pertiga rakyat Palestina dan pembersihan etnik dari 418 desa Palestina.

Pemuda Palestina, kata Xinhua, bergegas melawan waktu untuk mengumpulkan sebanyak mungkin ban untuk digunakan sebagai senjata pertahanan selama demonstrasi yang direncanakan digelar pada Jumat.

"Ini adalah bagian dari rencana bentrokan damai yang akan kami lancarkan guna mengurangi jumlah korban jiwa dan kematian selama protes," kata seorang pemuda, yang tak mau disebutkan jatidirinya, kepada Xinhua.

Seorang pemuda Palestina melontarkan batu ke arah pasukan Israel saat terjadi bentrok di perbatasan Gaza-Israel dalam aksi protes menuntut hak untuk kembali ke kampung halaman mereka, di selatan Jalur Gaza, Sabtu (31/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/djo/18
Seorang pemuda Palestina melontarkan batu ke arah pasukan Israel saat terjadi bentrok di perbatasan Gaza-Israel dalam aksi protes menuntut hak untuk kembali ke kampung halaman mereka, di selatan Jalur Gaza, Sabtu (31/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Para pegiat Palestina melancarkan hashtag "The Tire Friday" di media sosial guna mendorong gerakan massa yang dilancarkan rakyat Palestina pada Jumat lalu.

Hashtag tersebut menjadi pusat perhatian beberapa jam setelah diluncurkan.

Para pegiat mengatakan tindakan untuk membakar ban dilakukan setelah mereka menyadari pentingnya pembakaran ban sebab asap tebal dan hitam akan mengganggu pandangan penembak gelap Israel.

Itu bukan pertama kali rakyat Palestina telah membakar ban selama bentrokan dengan tentara Israel. Itu adalah gagasan yang pertama kali digunakan selama perlawanan pertama, yang juga dikenal dengan nama intifadah, pada 1987.

Tapi sekali ini, itu untuk pertama kali mereka membakar sangat banyak ban di ujung timur Jalur Gaza.

Penyelenggara pawai melincinkan jalan kecil antara lahan pertanian yang akan digunakan sebagai jalur gerobak yang ditarik keledai dan sepeda roda tiga yang membawa ban tersebut.

Berbarengan dengan pengumpulan ban, demonstran membakar sebagian ban di beberapa daerah di sepanjang perbatasan untuk menguji-coba gagasan itu.

Jejaring media dan aplikasi dipenuhi oleh gagasan pembakaran ban antara pendukung dan penentangnya di tengah komentar sarkastik mengenai kemampuan demonstran untuk menggunakan inovasi yang berhasil selama bentrokan dengan tentara Israel.

"Rakyat Jalur Gaza menghancurkan lapisan ozon pada Jumat," tulis seorang pegiat di Facebook.

Pegiat lain menulis, "Batalion ban terdiri atas sepeda roda tiga dan gerobak untuk dukungan logistik, kerahasiaan brigade penyulut dan brigade pendukung yang akan menyediakan pemrotes dengan ban." Selain membakar ban, pemrotes juga akan menggunakan cermin untuk memantulkan sinar matahari ke mata penembak gelap Israel untuk mengganggu pandangan mereka. (*)

#Palestina #Israel #Jalur Gaza
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza dan menilai tindakan tersebut menghambat implementasi kesepakatan perdamaian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Indonesia
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Menko Hukum HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan Abdul Karim Raeq Miqdad bukan ulama Palestina atau aktivis Gaza. Ia akan menemui MUI untuk klarifikasi kasus deportasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
Indonesia
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
MUI akan melayangkan surat kepada Kapolri dan Presiden terkait penangkapan warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad di Jakarta. MUI mengingatkan pemerintah agar hati-hati menangani kasus sensitif ini sesuai hukum nasional dan internasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
Dunia
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Tentara Israel menghancurkan dan membakar rumah-rumah di Lebanon selatan, melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak 2024 dan perjanjian kerangka kerja 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Dunia
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
RUU tersebut menandai eskalasi berbahaya dalam serangkaian undang-undang, keputusan, dan kebijakan Israel yang menargetkan kehadiran Palestina dan identitas Arab dan Islam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Presiden Prabowo Subianto, memuji Indonesia sebagai negara paling konsisten membela Palestina.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Bagikan