MerahPutih.com - Daerah perbatasan Jalur Gaza-Israel kelihatan seperti bengkel raksasa ban mobil setelah pegiat Palestina telah mengumpulkannya untuk dibakar selama demonstrasi yang dijadwalkan pada Jumat kedua Pawai Akbar Kepulangan.
"Asap dari ban yang dibakar dimaksudkan untuk menghalangi pandangan tentara Israel yang ditempatkan di sepanjang perbatasan," kata pegiat yang bernama Hossam Maaruf kepada Xinhua seperti dilansir Antara.
Maaruf menjelaskan mereka telah membuat rencana untuk membakar ban sepanjang hari dan tidak membakar semuanya secara bersamaan guna menghalangi pandangan penembak gelap Israel selama mungkin.
Sedikitnya 17 orang Palestina tewas dan lebih dari 1.200 orang lagi cedera pada Jumat lalu, saat pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sejumlah pemrotes Palestina yang memperingati Hari Tanah Palestina, selama pawai akbar di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza.
Pertemuan terbuka Jumat tersebut adalah permulaan dari protes selama enam-pekan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari Israel merayakan berdirinya negara Yahudi dan rakyat Palestina memperingati pemindahan paksa dua-pertiga rakyat Palestina dan pembersihan etnik dari 418 desa Palestina.
Pemuda Palestina, kata Xinhua, bergegas melawan waktu untuk mengumpulkan sebanyak mungkin ban untuk digunakan sebagai senjata pertahanan selama demonstrasi yang direncanakan digelar pada Jumat.
"Ini adalah bagian dari rencana bentrokan damai yang akan kami lancarkan guna mengurangi jumlah korban jiwa dan kematian selama protes," kata seorang pemuda, yang tak mau disebutkan jatidirinya, kepada Xinhua.
Para pegiat Palestina melancarkan hashtag "The Tire Friday" di media sosial guna mendorong gerakan massa yang dilancarkan rakyat Palestina pada Jumat lalu.
Hashtag tersebut menjadi pusat perhatian beberapa jam setelah diluncurkan.
Para pegiat mengatakan tindakan untuk membakar ban dilakukan setelah mereka menyadari pentingnya pembakaran ban sebab asap tebal dan hitam akan mengganggu pandangan penembak gelap Israel.
Itu bukan pertama kali rakyat Palestina telah membakar ban selama bentrokan dengan tentara Israel. Itu adalah gagasan yang pertama kali digunakan selama perlawanan pertama, yang juga dikenal dengan nama intifadah, pada 1987.
Tapi sekali ini, itu untuk pertama kali mereka membakar sangat banyak ban di ujung timur Jalur Gaza.
Penyelenggara pawai melincinkan jalan kecil antara lahan pertanian yang akan digunakan sebagai jalur gerobak yang ditarik keledai dan sepeda roda tiga yang membawa ban tersebut.
Berbarengan dengan pengumpulan ban, demonstran membakar sebagian ban di beberapa daerah di sepanjang perbatasan untuk menguji-coba gagasan itu.
Jejaring media dan aplikasi dipenuhi oleh gagasan pembakaran ban antara pendukung dan penentangnya di tengah komentar sarkastik mengenai kemampuan demonstran untuk menggunakan inovasi yang berhasil selama bentrokan dengan tentara Israel.
"Rakyat Jalur Gaza menghancurkan lapisan ozon pada Jumat," tulis seorang pegiat di Facebook.
Pegiat lain menulis, "Batalion ban terdiri atas sepeda roda tiga dan gerobak untuk dukungan logistik, kerahasiaan brigade penyulut dan brigade pendukung yang akan menyediakan pemrotes dengan ban." Selain membakar ban, pemrotes juga akan menggunakan cermin untuk memantulkan sinar matahari ke mata penembak gelap Israel untuk mengganggu pandangan mereka. (*)