Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Jadi Sorotan dalam Kunjungan ke China, Disebut Calon Penerus

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 03 September 2025
Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Jadi Sorotan dalam Kunjungan ke China, Disebut Calon Penerus

Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Ju-ae (dilingkari merah), mencuri perhatian saat ikut dalam lawatan ke Beijing, China.(foto: Korean Central News Agency / The Korea Times)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KIM Ju-ae berjalan tenang di dekat sang ayah, Kim Jong-un. Dalam balutan outfit warna hitam, biasa dan tak mencolok, Ju-ae malah terlihat menonjol di antara ayahnya dan pejabat China saat ia tiba di Beijing pada Selasa (2/8). Kehadirannya dalam kunjungan bersejarah itu menambah lapisan intrik baru pada kunjungan yang sudah sarat simbolisme sejarah.

Kunjungan Jong-un ke Beijing menjadi pertemuan multilateral pertama yang dihadiri pemimpin Korea Utara tersebut dalam 45 tahun. Ini menjadi langkah pertamanya dalam diplomasi multilateral saat ia bergabung dengan para pemimpin China dan Rusia untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Namun, bagi banyak pengamat, sorotan justru beralih dari pertemuan bersejarah itu kepada gadis muda di sisi Jong-un, banyak yang berspekulasi bahwa ia telah dipersiapkan sebagai penerus dinasti.

Ini bukan kali pertama Ju-ae muncul ke publik. Peran mencolok Ju-ae terlihat saat ia ikut dalam serangkaian kemunculan publik yang dikoreografikan dengan cermat di dalam negeri bersama ayahnya, seperti dalam uji coba rudal, parade militer, dan acara penting lainnya semakin membangun citranya sebagai calon penerus. Meski begitu, keinkutsertaannya di Beijing menjadi debut internasionalnya.

Ju-ae diperkirakan lahir pada 2013 dari Jong-un dan istrinya, Ri Sol-ju. Ia pertama kali menarik perhatian internasional ketika mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang mengunjungi Pyongyang pada 2013 atas undangan Jong-ung, mengatakan kepada The Guardian bahwa ia pernah menggendong putri pemimpin Korea Utara tersebut.

Baca juga:

Pertama dalam Sejarah nih, Pembelot Korea Utara Gugat Kim Jong-un atas Tindakan Penyiksaan


Eksistensi Ju-ae baru diumumkan secara resmi pada 2022, ketika Korea Utara mengumumkan keberhasilan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17. Saat itu, media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) menyebut Jong-un mengawasi uji coba tersebut bersama putri dan istri tercinta.

Sejak saat itu, Ju-ae semakin sering tampil di depan publik. Tahun berikutnya, ia melakukan debut di Pyongyang dalam parade militer memperingati 75 tahun berdirinya Tentara Rakyat Korea. Dalam acara tersebut, Marsekal Korea Utara Pak Jong-chon terlihat berlutut dan memberi hormat kepadanya. Pada tahun yang sama, ia juga tampil di perangko peringatan yang menandai keberhasilan uji coba peluncuran Hwasong-17.

Pada Mei lalu, Ju-ae mendampingi ayahnya dalam kunjungan ke Kedutaan Besar Rusia di Pyongyang untuk memperingati Hari Kemenangan Rusia.

Pada 2017, intelijen Korea Selatan mengindikasikan bahwa Jong-un memiliki tiga anak: seorang putra lahir 2010, Ju-ae pada 2013, dan seorang anak ketiga lahir awal 2017 dengan jenis kelamin yang belum dipastikan. Namun, informasi detail tetap belum jelas.

Para ahli mengatakan peran Ju-ae sebagai calon penerus semakin masuk akal dengan keikutsertaannya dalam kunjungan ke Beijing.

Wakil Presiden Sejong Institute Cheong Seong-chang, dikutip The Korea Times, mengatakan foto yang menunjukkan Ju-ae berdiri tepat di belakang Jong-un saat disambut di Beijing menandakan ia diperlakukan sebagai penguasa de facto berikutnya Korea Utara.

“Keputusan Kim Jong-un membawa Ju-ae ke China mengirim pesan kuat bahwa ia ialah penerus yang dimaksudkan, sekaligus menandai dimulainya pelatihan diplomasi berskala penuh,” kata Seong-chang.(dwi)

Baca juga:

Korea Utara Buka Resor Pantai Baru demi Cuan di Tengah Sanksi Ketat

#Kim Jong Un #Korea Utara #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Dunia
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Dunia
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Di China hukuman mati yang ditangguhkan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada kejahatan baru yang dilakukan selama masa percobaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Indonesia
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kuliner
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Video terverifikasi memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan kubis ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Indonesia
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," jelas Sjafrie.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Dunia
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Peluncuran roket Long March 7A milik China yang membawa satelit ChinaSat-4B berakhir gagal akibat anomali penerbangan di Hainan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Agustus 2026
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Bagikan