MerahPutih.com - Iran resmi menunda pemilihan penerus Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dengan alasan keamanan. Penundaan ini dilaporkan New York Times, Jumat (6/3), mengutip sumber yang menyebut meningkatnya ancaman pembunuhan terhadap tokoh yang disebut-sebut sebagai calon kuat penerus, Mojtaba Khamenei.
Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei, disebut-sebut sebagai kandidat utama penerus sang ayah. Namun, meningkatnya informasi di Teheran mengenai kemungkinan tersebut memicu kekhawatiran akan keselamatannya.
Baca juga:
Prabowo Subianto Kirim Surat Duka Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Jadi Target Pembunuhan Nomor 1 Militer Israel
Situasi semakin tegang setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan pemimpin baru Iran akan menjadi “target tanpa syarat untuk dihabisi” oleh militer Israel. Pernyataan ini memperburuk ketidakpastian politik di Iran.
Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran sejak Sabtu lalu, termasuk di Teheran, telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga:
Siapa Pengganti Ayatollah Ali Khamenei? Ini Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran
Iran Sementara Dipimpin 3 Anggota Dewan
Penundaan pemilihan pemimpin tertinggi Iran menimbulkan spekulasi mengenai stabilitas politik dalam negeri. Posisi Pemimpin Tertinggi memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan Iran, baik di bidang politik, militer, maupun hubungan internasional.
Pasca-gugurnya Ali Khamenei, pempimpin tertinggi Iran saat ini dipegang tiga anggota Dewan Pemimpin Sementara, yakni:
Ayatollah Alireza Arafi
Posisi: Anggota Dewan Penjaga Konstitusi sejak 2019, Wakil Ketua Majelis Pakar.
Masoud Pezeshkian
Posisi: Presiden Iran sejak 2024.
Gholam-Hossein Mohseni-Ejei
Posisi: Ketua Kehakiman Iran sejak Juli 2021.
(*)