MerahPutih.com - Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga di tujuh desa dilaporkan mengalami kerusakan, sejumlah pohon tumbang.
Kepala Pelaksana Harian (Kalak) BPBD Klaten, Syahruna, mengatakan, intensitas hujan yang sangat tinggi dibarengi dengan hembusan angin kencang yang datang secara mendadak merusak rumah warga.
Ia mengatakan, data pada dari Senin (30/3), terdapat 7 desa terdampak akibat puting beliung yang terjadi pada akhir pekan lalu, yakni Desa Cawas, Barepan, Balak, Mlese, Baran, Tirtomarto, dan Tlingsing. Meski kerusakan cukup masif di beberapa titik, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam tersebut.
“Kami dapat laporan ada tujuh desa rusak diterjang angin ribut. Tidak ada korban jiwa,” kata dia
Baca juga:
Sejumlah Provinsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat Lebaran 2026, Lapor BNPB
Ia menyebut, tim reaksi cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan pendataan dan membantu evakuasi. Dari hasil asesmen sementara, dampak kerusakan mencakup berbagai sektor.
"Laporan Senin pagi tercatat ada 31 rumah warga yang mengalami rusak ringan, mayoritas pada bagian atap karena genting yang beterbangan atau tertimpa dahan pohon,” ucap dia.
Tidak hanya itu, terdapat satu fasilitas umum, tiga tempat usaha, dan tiga tempat ibadah yang juga mengalami kerusakan ringan.
Tak hanya bangunan, amukan angin juga merobohkan tujuh titik pohon besar yang mengakibatkan lima akses jalan antar desa sempat terganggu.
“Kerusakan sarana prasarana lainnya meliputi tiga tiang lampu jalan desa yang roboh serta satu unit mobil milik warga yang mengalami kerusakan ringan akibat terkena material bangunan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat pohon besar atau tanggul sungai.
"Masyarakat diminta segera melapor ke perangkat desa atau posko BPBD terdekat jika menemukan kondisi yang membahayakan," ungkapnya. (Ismail/Jawa Tengah).