Puting Beliung Terjang Klaten, Puluhan Rumah di 7 Desa Alami Kerusakan Ringan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Puting Beliung Terjang Klaten, Puluhan Rumah di 7 Desa Alami Kerusakan Ringan

Angin puting beliung rusak rumah di 7 desa di Klaten, Jateng, Minggu (29/3). (Dok.BPBD Klaten)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga di tujuh desa dilaporkan mengalami kerusakan, sejumlah pohon tumbang.

Kepala Pelaksana Harian (Kalak) BPBD Klaten, Syahruna, mengatakan, intensitas hujan yang sangat tinggi dibarengi dengan hembusan angin kencang yang datang secara mendadak merusak rumah warga.

Ia mengatakan, data pada dari Senin (30/3), terdapat 7 desa terdampak akibat puting beliung yang terjadi pada akhir pekan lalu, yakni Desa Cawas, Barepan, Balak, Mlese, Baran, Tirtomarto, dan Tlingsing. Meski kerusakan cukup masif di beberapa titik, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam tersebut.

“Kami dapat laporan ada tujuh desa rusak diterjang angin ribut. Tidak ada korban jiwa,” kata dia

Baca juga:

Sejumlah Provinsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat Lebaran 2026, Lapor BNPB

Ia menyebut, tim reaksi cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan pendataan dan membantu evakuasi. Dari hasil asesmen sementara, dampak kerusakan mencakup berbagai sektor.

"Laporan Senin pagi tercatat ada 31 rumah warga yang mengalami rusak ringan, mayoritas pada bagian atap karena genting yang beterbangan atau tertimpa dahan pohon,” ucap dia.

Tidak hanya itu, terdapat satu fasilitas umum, tiga tempat usaha, dan tiga tempat ibadah yang juga mengalami kerusakan ringan.

Tak hanya bangunan, amukan angin juga merobohkan tujuh titik pohon besar yang mengakibatkan lima akses jalan antar desa sempat terganggu.

“Kerusakan sarana prasarana lainnya meliputi tiga tiang lampu jalan desa yang roboh serta satu unit mobil milik warga yang mengalami kerusakan ringan akibat terkena material bangunan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat pohon besar atau tanggul sungai.

"Masyarakat diminta segera melapor ke perangkat desa atau posko BPBD terdekat jika menemukan kondisi yang membahayakan," ungkapnya. (Ismail/Jawa Tengah).

#Cuaca Ekstrem #Bencana Alam #Peringatan Bencana
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah kembali berjalan normal mulai Rabu (9/9) karena situasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai cukup membaik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Indonesia
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Prabowo menyiapkan KRI Gajah Mada dari hibah Angkatan Laut Italia sebagai kapal induk helikopter yang mampu menampung 10 helikopter untuk penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Indonesia
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan dan menegaskan pemerintah harus siap sebelum bencana terjadi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Bagikan