Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Pusaka Keraton Solo Kiai Joko Mati di Kandang, Pertanda Apa?

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 22 Januari 2019
 Pusaka Keraton Solo Kiai Joko Mati di Kandang, Pertanda Apa?

Kerbau bule milik Keraton Surakarta (MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berupa kerbau bule bernama Kiai Joko mati dengan usia 30 tahun di kandang Sitingkil kidul, kompleks Alun-Alun Kidul (Alkid), Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/1).

Abdi dalem Keraton Surakarta rencananya menguburkan pusa kerbau bule yang mati tersebut pada Selasa malam pukul 19.00 WIB. Prosesi penguburan menganut adat budaya Keraton Surakarta.

Pawang kerbau Keraton Surakarta, Hery Sulistyo, mengatakan Kiai Joko mati karena sakit menua pada Selasa pukul 15.00 WIB. Keraton Surakarta berduka dengan matinya Kiai Joko ini.

Kerbau bule bernama Kiai Joko milik keraton Solo mati
Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta menggali kuburan untuk menguburkan kerbau bule yang mati, Selasa (22/1). (MP/Ismail)

"Kiai Joko merupakan satu dari 17 kerbau bule koleksi Keraton Surakarta. Kerbau bule dari sejarahnya merupakan hewan keramat kesayangan Raja Paku Buwono II," kata Hery pada merahputih.com.

Kerbau Kiai Joko sebelum mati sempat sakit-sakitan karena infeksi mulut dan telinga. Penyakit tersebut sudah sembuh setelah Kiai Joko diperiksa tim dokter hewan dari Solo.

"Kerbau bule kiai Joko sempat diperiksa tim dokter selama tiga hari. Kondisinya mulai membaik. Namun, pada Selasa siang kondisinya menurun hingga akhirnya mati," kata dia.

Abdi dalem keraton Solo menguburkan Kiai Joko
Abdi Dalem Keraton Solo menguburkan Kerbau Bule bernama Kiai Joko (MP/Ismail)

Pasangan Kiai Joko, nyai Manis tampak bersedih. Selama ini kiai Joko dan nyai Manis menempati kandang Sitingkil.

"Kerbau Nyai manis sekarang jadi sendirian. Kita akan carikan teman agar tidak bersedih," kata dia.

Ia menambahkan sembilan orang abdi dalem ditugaskan Keraton Solo untuk menggali kuburan. Kiai Joko nantinya saat dikuburkan menghadap kiblat dan dikasih kain mori.

"Kita biasanya menggunakan pusaka kerbau bule untuk acara Kirab 1 Suro atau pergantian tahun baru Jawa," kata Hery.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Sandiaga Klaim Tren Positif Pilgub DKI Bakal Terjadi Pada Pilpres 2019

#Kasunanan Surakarta #Kerbau Kyai Slamet #Malam 1 Suro
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Malam 1 Suro 2026 Kapan? Cek Tanggal, Weton Rabu Kliwon dan Kalender Jawa Bulan Suro Lengkap
Malam 1 Suro 2026 kapan? Simak tanggal lengkap, weton Rabu Kliwon, kalender Jawa bulan Suro 1960 Ba', serta makna malam satu suro dalam tradisi masyarakat Jawa.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
Malam 1 Suro 2026 Kapan? Cek Tanggal, Weton Rabu Kliwon dan Kalender Jawa Bulan Suro Lengkap
Tradisi
Jelang Kirab 1 Suro, Keraton Surakarta Keluarkan 5 Kerbau Bule
Lima kerbau bule menjalani latihan dengan mengitari Kompleks Keraton Solo, rute yang ditempuh bukan rute kirab malam 1 Suro.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Jelang Kirab 1 Suro, Keraton Surakarta Keluarkan 5 Kerbau Bule
Tradisi
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Kirab Pusaka Malam 1 Suro harus sesuai dhawuh dalem Raja dan mengimbau agar tidak terjadi gesekan antar kubu.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Indonesia
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dilanjutkan secara bertahap
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Indonesia
PB XIV Fokus Pelestarian Budaya di Era Modern, Terima Kunjungan Akademisi dan Tamu Internasional
PB XIV terima kedatangan akademisi dan tamu Korea Selatan. Bahas pelestarian budaya, digitalisasi manuskrip, serta regenerasi Abdi Dalem di Keraton Surakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
PB XIV Fokus Pelestarian Budaya di Era Modern, Terima Kunjungan Akademisi dan Tamu Internasional
Indonesia
Suksesi Keraton Solo Memanas, Maha Menteri Tedjowulan: Penobatan Purbaya dan Mangkubumi Belum Sah
KGPA Tedjowulan menegaskan penobatan Purbaya maupun Mangkubumi sebagai PB XIV belum sah. Akui tidak tahu menahu soal pengukuhan
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Suksesi Keraton Solo Memanas, Maha Menteri Tedjowulan: Penobatan Purbaya dan Mangkubumi Belum Sah
Indonesia
Mangkubumi Dinobatkan PB XIV, GKR Timoer: Penobatan Cacat Hukum, Jumenengan Purbaya Tetap Jalan
Putri sulung PB XIII menilai penobatan Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV cacat hukum dan menyebut Keraton Solo seolah dipecah belah kembali.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Mangkubumi Dinobatkan PB XIV, GKR Timoer: Penobatan Cacat Hukum, Jumenengan Purbaya Tetap Jalan
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Melayat dan Doakan PB XIII di Keraton Surakarta, Siap Bantu Pengamanan Prosesi Pemakaman
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melayat dan mendoakan PB XIII di Keraton Surakarta. Polri siap mengamankan seluruh prosesi pemakaman raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 November 2025
Kapolri Listyo Sigit Melayat dan Doakan PB XIII di Keraton Surakarta, Siap Bantu Pengamanan Prosesi Pemakaman
Indonesia
Jokowi Melayat Paku Buwono XIII, Doakan Jenazah dan Sampaikan Duka Cita
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sinuhun (PB XIII, karena beliau sudah beberapa bulan terakhir ini sakit," ujar Jokowi, Minggu (2/11)
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 November 2025
Jokowi Melayat Paku Buwono XIII, Doakan Jenazah dan Sampaikan Duka Cita
Indonesia
Maknai Tahun Baru Islam, Menag Tekankan bukan sekadar Seremoni, Harus Jadi Titik Balik Perubahan ke Pribadi yang Baik
Tidak ada artinya kita memperingati Muharraman kalau terjadi degradasi kualitas individu umat.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Juni 2025
Maknai Tahun Baru Islam, Menag Tekankan bukan sekadar Seremoni, Harus Jadi Titik Balik Perubahan ke Pribadi yang Baik
Bagikan