MerahPutih.com - Lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi, diminta membantu Pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara maju.
"Salah satu faktor utama yang menjadi tantangan kita adalah kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi yang belum mencapai angka ideal," kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada Wisuda Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB). Rabu (3/3).
Baca Juga:
SDM Indonesia Didominasi Lulusan SMP, Ini Langkah HIPMI
Sebagai negara dengan sumber daya alam (SDA) melimpah, tegas Wapres, Indonesia harus dapat memanfaatkan kekayaan tersebut menjadi produk yang berdaya jual tinggi. Hal itu dapat dilakukan jika masyarakat memiliki keahlian dalam mengolah SDA tersebut.
Wapres mencontohkan, dua negara di Asia, Korea Selatan dan Singapura, yang dapat menguasai pasar global dengan produk-produk elektronik dan bisnis internasional meskipun memiliki keterbatasan SDM dan SDA.
"Korea Selatan telah membanjiri dunia dengan berbagai produk-produk elektronik dan kendaraan yang berkualitas. Sementara Singapura, yang tidak memiliki sumber daya alam yang cukup, dapat menguasai bisnis internasional dengan sangat baik," jelasnya.
Sementara itu, lanjut Wapres, Indonesia yang memiliki potensi SDM dan SDA tinggi justru masih berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju di Asia.
"Indonesia, yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, masih harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Singapura," tukasnya.
Kualitas pendidikan dan banyaknya masyarakat menempuh pendidikan tinggi, menurut Wapres, berpengaruh besar terhadap kemajuan di Korsel dan Singapura.
"Bangsa-bangsa yang mengalami kemajuan pesat di dunia umumnya memiliki SDM yang telah dibina melalui pendidikan tinggi, misalnya Korea Selatan memiliki angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK-PT) sebesar 91 persen dan Singapura 62,2 persen," katanya.
Wapres berharap, seluruh perguruan tinggi di Indonesia, meningkatkan peran dan fungsinya dalam mencetak SDM yang menguasai teknologi dan menciptakan inovasi sesuai kebutuhan pasar global.
"UNU NTB harus mengambil peran mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional, yang mampu mengelola potensi daerah dan menjadi bagian penting dalam program pembangunan," katanya dikutip Antar. (*)
Baca Juga:
Wapres Tegaskan Pembangunan Papua Melalui Pendekatan Wilayah Adat