Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Puluhan Makam Kampung Bulakan Tergenang Air Limbah

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 30 November 2016
Puluhan Makam Kampung Bulakan Tergenang Air Limbah

Puluhan makam di Kampung Bulakan, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ditandai dengan bambu sebelum diuruk.(Foto: MerahPutih/Widi Hatmoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Puluhan makam di Kampung Bulakan, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tergenang banjir campuran air limbah. Warga menyebut bahwa banjir merupakan dampak dari proyek kawasan pergudangan di wilayah itu. Air limbah dari kawasan pergudangan dibuang melalui sodetan dan melintas di samping pemakaman.

Heri Suheri (45), salah seorang ahli waris yang keluarganya dimakamkan di pemakaman tersebut mengakui, sebenarnya pemakaman sering kebanjiran ketika hujan lebat turun. Namun, banjir itu hanya sebentar seiring meredanya hujan.

Kemudian, semenjak dibuat sodetan untuk mengalirkan limbah dari kawasan pergudangan menuju pembuangan akhir, banjir menjadi permanen. Debit air dari sodetan tersebut melebihi kapasitasnya sehingga air bocor ke makam. Setiap harinya, warga pun harus menguras air dengan menggunakan alat penyedot.

"Bagi kami enggak repot, tapi pemakaman dikembalikan semula. Memang, dulu juga kalau hujan banjir, tapi cuma sebentar. Tapi karena sekarang ada akses pembuangan limbah, air lari ke makam, jadi seperti banjir permanen, seperti rawa," ujar Heri Suheri kepada merahputih.com, Selasa (29/11).


Penyedot air di pemakaman Kampung Bulakan. (Foto: MerahPutih/Widi Hatmoko)

Heri juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak pengembang agar makam tersebut diuruk. Namun sebelum melakukan pengurukan, satu persatu makam akan ditandai supaya tidak hilang, meskipun permukaannya lebih tinggi.

"Tapi ya begitu, kita minta tanah untuk menguruk tanah kering dan jangan diuruk pakai beko. Akan kita uruk sendiri pakai cangkul, supaya makamnya tidak ambles," tandasnya. (Wid)

BACA JUGA:

  1. Rumah Wali Kota Solo Juga Terendam Banjir
  2. BPBD Solo Pastikan Delapan Kelurahan Tergenang Banjir
  3. Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Solo Tergenang Banjir
  4. Banjir Mengancam Jebolnya Tanggul di Kecamatan Majenang
  5. Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Pulau Jawa

 

#Banjir #Pemakaman
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Teheran Lockdown Udara Hingga Puncak Pemakaman Ali Khamenei 9 Juli
Iran menutup ruang udara Teheran dan Mashhad selama prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Penutupan bandara dilakukan sesuai jadwal resmi hingga 9 Juli.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Juli 2026
Teheran Lockdown Udara Hingga Puncak Pemakaman Ali Khamenei 9 Juli
Dunia
Iran Mulai Masa Berkabung Publik untuk Ayatollah Ali Khamenei, Rangkaian Upacara Berlangsung hingga 40 Hari
Rekaman video memperlihatkan peti jenazah Khamenei, yang dibalut bendera Republik Islam Iran, diusung di Grand Mosalla pada Jumat (3/7).
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
 Iran Mulai Masa Berkabung Publik untuk Ayatollah Ali Khamenei, Rangkaian Upacara Berlangsung hingga 40 Hari
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Bos Dinas Taman Jakarta Luruskan Pungli Makam Ulah Oknum, bukan Pengurus RT/RW
Pemprov DKI tegaskan layanan pemakaman gratis bagi warga ber-KTP Jakarta. Dugaan pungli disebut ulah oknum, bukan RT/RW. Distamhut siapkan kanal pengaduan resmi.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Bos Dinas Taman Jakarta Luruskan Pungli Makam Ulah Oknum, bukan Pengurus RT/RW
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Indonesia
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
BMKG memperingatkan banjir rob mengancam pesisir utara Jakarta hingga 21 Mei 2026. Berikut wilayah yang terdampak.
Soffi Amira - Senin, 18 Mei 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
Indonesia
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Selain korban jiwa, tercatat empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Indonesia
Ratusan RT Terendam Air, Anggota DPRD DKI Kecewa Gubernur Pramono belum Serius Atasi Banjir
Karena anggaran yang besar tidak tecermin dalam upaya pencegahan dan penanggulangan banjir di DKI Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Ratusan RT Terendam Air, Anggota DPRD DKI Kecewa Gubernur Pramono belum Serius Atasi Banjir
Bagikan