MerahPutih Megapolitan - Puluhan makam di Kampung Bulakan, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tergenang banjir campuran air limbah. Warga menyebut bahwa banjir merupakan dampak dari proyek kawasan pergudangan di wilayah itu. Air limbah dari kawasan pergudangan dibuang melalui sodetan dan melintas di samping pemakaman.
Heri Suheri (45), salah seorang ahli waris yang keluarganya dimakamkan di pemakaman tersebut mengakui, sebenarnya pemakaman sering kebanjiran ketika hujan lebat turun. Namun, banjir itu hanya sebentar seiring meredanya hujan.
Kemudian, semenjak dibuat sodetan untuk mengalirkan limbah dari kawasan pergudangan menuju pembuangan akhir, banjir menjadi permanen. Debit air dari sodetan tersebut melebihi kapasitasnya sehingga air bocor ke makam. Setiap harinya, warga pun harus menguras air dengan menggunakan alat penyedot.
"Bagi kami enggak repot, tapi pemakaman dikembalikan semula. Memang, dulu juga kalau hujan banjir, tapi cuma sebentar. Tapi karena sekarang ada akses pembuangan limbah, air lari ke makam, jadi seperti banjir permanen, seperti rawa," ujar Heri Suheri kepada merahputih.com, Selasa (29/11).

Penyedot air di pemakaman Kampung Bulakan. (Foto: MerahPutih/Widi Hatmoko)
Heri juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak pengembang agar makam tersebut diuruk. Namun sebelum melakukan pengurukan, satu persatu makam akan ditandai supaya tidak hilang, meskipun permukaannya lebih tinggi.
"Tapi ya begitu, kita minta tanah untuk menguruk tanah kering dan jangan diuruk pakai beko. Akan kita uruk sendiri pakai cangkul, supaya makamnya tidak ambles," tandasnya. (Wid)
BACA JUGA:
- Rumah Wali Kota Solo Juga Terendam Banjir
- BPBD Solo Pastikan Delapan Kelurahan Tergenang Banjir
- Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Solo Tergenang Banjir
- Banjir Mengancam Jebolnya Tanggul di Kecamatan Majenang
- Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Pulau Jawa

