Wisata

Pulau Maratua, Serpihan Surga di Kalimantan Timur

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 17 Agustus 2024
Pulau Maratua, Serpihan Surga di Kalimantan Timur

Pulau Maratua, destinasi nan indah di Kalimantan Timur.(foto: Instagram @ahmadsubur)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PULAU Maratua menjadi destinasi baru nan cantik di Kalimantan Timur. Pulau nan indah di gugusan Kepulauan Derawan ini menyaingi kecantikan Maldives. Terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan Negara Malaysia, Pulau Maratua jadi pulau terluar Indonesia. Pulau berbentuk lengkungan tajam kecil ini masuk ke wilayah administratif Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Nama Maratua diambil dari kata 'masak tuba'. Nama itu berawal dari legenda setempat tentang manusia separuh iblis yang mendiami wilayah itu. Diceritakan, Kokok, manusia setengah iblis, membuat warga resah. Pasalnya, ia kerap menculik para perempuan untuk dinikahi. Karena merasa geram dan gelisah atas perilaku Kokok, warga menyusun siasat untuk membunuhnya.


Mereka mulai memasak tuba yang tampilannya menyerupai susu. Warga bersama-sama mengantarkan tuba tersebut ke goa tempat tinggal Kokok di Goa Kabok. Setelah meminum tuba, Kokok mati. Kisah Kokok tersebut bahkan masih membekas dalam bentuk ritual memberi sesaji ke Gua Kabok atau di rumah selama tiga hari jika ada yang tertimpa musibah atau kemalangan.


Kini, Pulau Maratua menjadi rumah bagi suku Bajo yang dikenal sebagai pelaut ulung. Mereka tersebar di empat kampung di sana. Dua di antaranya berada di Desa Bohe Bukut dan Desa Payung-Payung.

Baca juga:

Pulau Maratua, Maldives-nya Indonesia di Bumi Mulawarman

Keindahan alam bwah laut Pulau Maratua



?Ada beberapa rute yang bisa kamu tempuh untuk mencapai Pulau Maratua. Dari ibu kota Kabupaten Berau, Tanjung Redep, kamu bisa menggunakan kapal cepat. Kamu juga bisa menempuh 3 jam perjalanan laut dari Tanjung Selor, Berau. Dari Pulau Derawan, kamu bisa mencapai Pulau Maratua dengan kapal cepat selama 1,5 jam. Pilihan rute lain, kamu berangkat dari Balikpapan dengan menggunakan penerbangan langsung.

Begitu menginjakkan kaki di Pulau Maratua, kamu akan langsung disuguhi suasana yang sangat alami, air laut nan biru jernih, gelombang yang tenang, dan semilir angin pantai yang melenakan. Ketenangan Maratua membuat siapa saja betah berlama-lama di sana.


Tak hanya bikin betah bersantai, Pulau Maratua juga mengungdang para pengunjung untuk diving di sekitar pulau.?Keelokan alam dan keindahan bawah laut Pulau Maratua menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Di bawah laut pulau ini, tersimpan terumbu karang tipe fringing reef. Padang lamun beraneka jenis menghiasi alam bawah laut pulau ini. Pastinya, kekayaan padang lamun menarik banyak biota laut untuk berenang dan hidup di sana. Salah satu biota laut yang dengan mudah ditemui penyelam ialah penyu.


Spot diving di Pulau Maratua tak hanya satu, ada beberapa. Jetty Dive, Turtle Traffic, Mid Reef, Eel Garden, Hanging Garden, Cabbage Garden, dan The Channel spot ialah beberapa titik menyelam yang telah dikenal para diver.

Saking indahnya perairan Maratua, kamu tetap bisa menikmatinya bahkan tanpa menyelam sekalipun. Saat berenang di birunya air pun kamu mungkin akan bertemu penyu yang seliweran. Amat menyenangkan! Bahkan, jika menginap di resor tepi pantai, kamu bisa langsung nyemplung ke laut biru di depan pintu kamar. Serunya!
? ?
Sebagai destinasi yang mulai berkembang dan sudah terkenal hingga mancanegara, Pulau Maratua sudah dilengkapi berbagai fasilitas wisata. Dari operator diving hingga toko suvenir sudah tersedia di pulau indah yang pernah dikunjungi Pangeran Charles dan Pangeran William ini.

Jika berkunjung ke Maratua, sempatkan juga bercengkrama dengan suku Bajo. Dari mereka, kamu akan banyak belajar kehidupan bahari, termasuk kearifan lokal mereka dalam menjaga alam.(dwi)

Baca juga:

Mengenal 3 Baju Adat Unik dari Kalimantan Timur, Punya Makna Tersendiri

#Kalimantan Timur #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tragedi Karhutla Samarinda Pencabut Nyawa! Lansia 60 Tahun Tewas Terpanggang Saat Bantu Padamkan Api
karhutla Samarinda, lansia tewas karhutla, kebakaran lahan Kaltim, Kelurahan Sidodadi Samarinda, RSUD AW Sjahranie, AKP Asriadi Jafar, Polsek Samarinda Ulu, Inafis Polresta Samarinda, pembakaran lahan pertanian, korban karhutla Kaltim, kemarau ekstrem Samarinda, berita Kaltim hari ini, berita Samarinda hari ini, evakuasi karhutla, berita bencana alam, asap karhutla, patroli karhutla Samarinda, bahaya kebakaran hutan, berita kriminal regional, berita Kaltim terbaru
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Tragedi Karhutla Samarinda Pencabut Nyawa! Lansia 60 Tahun Tewas Terpanggang Saat Bantu Padamkan Api
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Berita Foto
BPDAS Mahakam Berau Dorong Rehabilitasi Mangrove Terpadu
Kegiatan "Potret dan Transformasi Mangrove Kalimantan Timur Bersama M4CR" di Samarinda, Kamis (30/7/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 01 Agustus 2026
BPDAS Mahakam Berau Dorong Rehabilitasi Mangrove Terpadu
Berita Foto
IKN Genjot Pembangunan Tahap II untuk Wujudkan Ibu Kota Politik 2028
Suasana pembangunan IKN Tahap II di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/7/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 01 Agustus 2026
IKN Genjot Pembangunan Tahap II untuk Wujudkan Ibu Kota Politik 2028
Berita Foto
M4CR Perkuat KTH Wujudkan Kelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat
Manager Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (PPIU-Kaltim) Program M4CR Kemenhut, Asman Azis di Desa Sepatin, Jumat (31/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 31 Juli 2026
M4CR Perkuat KTH Wujudkan Kelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita Foto
Program M4CR Pulihkan Ekosistem Mangrove di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara Kaltim
Suasana kawasan pemulihan ekosistem mangrove di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 31 Juli 2026
Program M4CR Pulihkan Ekosistem Mangrove di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara Kaltim
Bagikan