Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pulau Jawa Terancam Kelangkaan Air Total?

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 19 September 2021
Pulau Jawa Terancam Kelangkaan Air Total?

Kemarau panjang menjadi salah satu faktor kekeringan di Indonesia. (Foto: Unsplash/Christine Sandu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUSIM kemarau di Indonesia tidak pernah mudah. Angin kering berhembus dari Australia dan curah hujan hampir tidak ada, menyebabkan kebakaran hutan, polusi udara, dan panas yang menyengat.

Kekeringan menjadi salah satu masalah yang seringkali terjadi di beberapa bagian di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bahwa kekeringan ini dapat dirasakan di tujuh provinsi di Indonesia.

Baca Juga:

Amankah Minum Air Keran di Jakarta?

air
Kelangkaan air dipengaruhi oleh iklim. (Foto: Unsplash/Alexandre Lecocq)

Menurut laman The Intrepreter yang dipublikasikan melalui laman lowyinstitute, terdapat juga kekeringan tingkat kedua yang akan terjadi di banyak daerah, salah satunya Jakarta. Pada Juli 2019, sebanyak 55 kabupaten dan kota telah menerapkan tanggap darurat terhadap kekurangan air.

Beberapa kekurangan air terburuk dirasakan di Jawa, pulau terpadat di Indonesia. Pulau Jawa memiliki lebih dari 60 persen populasi, banyak kota besar, dan sebagian besar pertaniannya. Untuk semua kelimpahan penduduknya, pulau ini sangat kekurangan air.

Disana hanya memiliki 10 persen dari persediaan air nasional. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Pulau Jawa sudah dikategorikan sebagai ‘kelangkaan total’ dan berada di bawah tekanan.

Sebagian besar penggunaan air di Indonesia (70 persen) untuk pertanian. Selain itu, kurang dari 10 persen digunakan untuk keperluan rumah tangga, kota, dan industri. Persediaan air pertanian lebih banyak berasal dari hujan dan irigasi menjadi terbatas dan kurang berkualitas, serta seringkali tidak terawat. Akibatnya, saat musim kemarau bisa merugikan petani.

Baca Juga:

UN Water Prediksi Dunia Alami Kelangkaan Air pada 2025

air
Nyatanya, pulau Jawa hanya memiliki 10 persen dari persediaan air nasional. (Foto: Unsplash/Matt Palmer)

Jutaan orang yang tinggal di Jawa telah berjuang selama bertahun-tahun, untuk mengakses air selama musim kemarau. Pada 2017, sumur dan sungai mengering di sebagian Jawa Tengah, termasuk tempat penampungan air hujan yang penting untuk pasokan air desa.

Hal tersebut membuat masyarakat setempat terpaksa membeli air dari truk pengiriman. Krisis ini juga menyebabkan terjadi lonjakan harga besar-besaran. Awalnya 5 ribu liter air seharga Rp 100 ribu, tetapi melonjak menjadi Rp 300 ribu pada September 2017 karena meningkatnya permintaan.

Jadi rumah tangga bisa menghabiskan sebanyak satu juta rupiah untuk air per bulan selama musim terburuk.
Masalah serupa kembali terjadi di September 2018. Pemerintah mengirimkan 30 juta liter air ke desa-desa kering di seluruh Jawa.

Nyatanya, kekurangan air di Jawa sepenuhnya karena ulah manusia. Meningkatnya urbanisasi, degradasi lingkungan, dan lebih banyak pertanian, membuat lebih sulit untuk menangkap dan menyimpan air hujan. Sehingga ketika turun hujan, sebagian besar hanya menjadi limpasan, mengalir ke sungai, bahkan tak jarang menyebabkan banjir. (Cil)

Baca Juga:

Air Bersih Sangat Penting, Jaga Agar Tidak Tercemar

#Breaking #Teknologi #Kesehatan #Lipsus Bulan September
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Tekno
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy Z Flip 8 resmi meluncur. HP tersebut hadir dengan fitur-fitur AI terbaru.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Tekno
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
POCO X8 kini muncul di sertifikasi NBTC dan IMDA. HP tersebut merupakan rebranding dari Redmi Note 17 5G.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
Olahraga
Persija Jakarta Resmi Umumkan Kedatangan Nadeo Argawinata, Dikontak 5 Tahun
Perekrutan Nadeo Argawinata lewat kesepakatan transfer dengan Borneo FC, melibatkan perpindahan dua pemain muda Persija, Aditya Warman dan Ibrah Ohorella.
Frengky Aruan - Rabu, 22 Juli 2026
Persija Jakarta Resmi Umumkan Kedatangan Nadeo Argawinata, Dikontak 5 Tahun
Indonesia
Prabowo Lantik Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Pukul 15.00 WIB Sore Ini
Pelantikan dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB di Istana Negara. Sudaryono akan menjabat sebagai Kepala BGN definitif dan tidak merangkap jabatan Wamentan.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Prabowo Lantik Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Pukul 15.00 WIB Sore Ini
Indonesia
Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala Baru BGN, tidak akan Rangkap Jabatan Wamentan
Sudaryono, yang saat ini menjabat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), akan menggantikan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala Baru BGN, tidak akan Rangkap Jabatan Wamentan
Indonesia
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Presiden Prabowo menyetujui pengunduran dirinya, tapi tetap diminta awasi MBG.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Indonesia
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi
KPK menetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi
Indonesia
KPK OTT Bupati Lombok Barat
Dalam operasi senyap itu, tim penindakan KPK menangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dan sejumlah pihak lainnya. 

Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
KPK OTT Bupati Lombok Barat
Bagikan