Puasa Sampah Saat Mudik? Kenapa Enggak

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 30 Mei 2019
Puasa Sampah Saat Mudik? Kenapa Enggak

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA satu masalah yang sering diabaikan oleh banyak orang dikala musim mudik tiba. Ia adalah meningkatnya produksi sampah. Dilansir dari Antaranews, Kamis (30/5) tren tumpukan sampah di jalur mudik khususnya tempat peristirahatan atau rest area meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Berdasarkan catatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada musim mudik tahun lalu, rata-rata produksi harian sampah di satu rest area bisa mencapai 10 ton. Padahal sampah yang dihasilkan di hari biasa hanya 3 ton per hari.

Kemelut ini tetap menghantui musim mudik kali ini. KLHK memprediksi jumlah produksi sampah pemudik bisa 16.100 ton perhari. Angka tersebut diperoleh dari jumlah pemudik sebanyak 23 juta orang dikalikan produksi harian sampah per orang, rata-rata mencapai 0,7 kilogram. Sampah tersebut meliputi styrofoam, kemasan mi instan, botol minuman, gelas plastik minuman dan lain sebagainya.

Harus puasa sampah

Beberapa mobil memasuki kawasan peristirahatan (rest area) di jalan tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (29/5/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)
Beberapa mobil memasuki kawasan peristirahatan (rest area) di jalan tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (29/5/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Lantas apa yang harus dilakukan agar masalah ini bisa diminimalisir? Puasa sampah mungkin bisa menjadi solusinya. Pakar Lingkungan Hidup Universitas Indonesia Saraswati Putri menjelaskan kebiasaan dan pola pikir masyarakat adalah sumber utama mengapa sampah menumpuk saat musim mudik.

Menurut Saras, sebagian besar masyarakat Indonesia kurang memahami kalau pola konsumsinya mempengaruhi jumlah sampah. Ahlasil banyak yang memilih menggunakan kemasan atau alat sekali pakai agar lebih praktis.

"Sekarang jargonnya tidak cukup hanya membuang sampah di tempatnya, tetapi harus mengurangi produksi sampah dari diri sendiri,” kata Saras.

Sayang, jargon tersebut masih sulit direalisasian untuk masyarakat Indonesia. Hal itu karena sebagian besar orang, termasuk pemudik belum bisa mengolah sampahnya sendiri. Masalah dianggap sepele karena yang direpotkan saat sampah menumpuk bukanlah pembuangnya, melainkan petugas kebersihan, pengelola tempat dan pemerintah.

Berbagai upada dilakukan

Petugas membawa keranjang sampah di tempat peristirahatan (rest area) tol, Jakarta, Rabu (29/5/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)
Petugas membawa keranjang sampah di tempat peristirahatan (rest area) tol, Jakarta, Rabu (29/5/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Menurut pemudik asal Semarang, Aditya Pradana, tak mudah mengendalikan buang sampah selama perjalanan mudik. Alasannya cukup sederhana yakni sulit menghentikan kebiasaan jajan cemilan berkemasan ketika berhenti di rest area. Meskipun ia berusaha mengimbanginya dengan membawa bekal sendiri.

“Biasanya, saya juga bawa bekal dengan wadah plastik dari rumah (buat perjalanan mudik),” kata Aditya yang rutin pulang kampung naik mobil bersama keluarga kecilnya.

Di tahun ini, pihak KLHK kembali gencar mengkampanyekan gerakan “mudik minim sampah” dan “mudik tanpa sampah plastik”. KLHK juga mendatangi beberapa tempat peristirahatan dan ruas tol untuk melakukan sosialisasi pengendalian sampah. Hanya saja, jika kepedulian masyarakat masih minim, apa yang dilakukan KLHK menjadi sia-sia.

Sementara itu Greenpeace Indonesia akan fokus mengkampanyekan penggunaan sampah plastik sekali pakai ke pemerintah dan industri. Dengan demikian masalah ini dapat diselesaikan dari dua sisi.

"Biasanya masyarakat diimbau agar tidak menggunakan kantong plastik, sedotan. Tapi kalau cuma masyarakat yang berubah, maka tidak akan signifikan. Pemerintah, harus mendukung melalui regulasinya. Swasta juga mesti berubah," kata Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi di Jakarta, Selasa.

#Sampah #Mudik #Mudik Lebaran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
12 Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Ditargetkan Groundbreaking Sampai Akhir Tahun
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut juga dikembangkan dengan mengacu pada standar emisi Eropa sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
12 Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Ditargetkan Groundbreaking Sampai Akhir Tahun
Indonesia
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
SMA Negeri 68 Jakarta Pusat menjadi titik awal pelaksanaan program E-Waste School Movement.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Program ini untuk perubahan perilaku dan fokus penanganan sampah dari sumber sampah serta perbaikan tata kelola sampah terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Indonesia
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
. Setiap pihak yang menghasilkan, mengangkut, maupun mengelola sampah harus dapat mempertanggungjawabkan alur penanganannya.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Bagikan