Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Puan Tekankan Pentingnya Literasi Digital di Sekolah dan Filter Game Bagi Anak

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 03 Oktober 2023
Puan Tekankan Pentingnya Literasi Digital di Sekolah dan Filter Game Bagi Anak

Puan Maharani. (Foto: MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Banyaknya dampak negatif dari perkembangan teknologi pada anak seperti kekerasan, bullying atau perundungan, hingga dampak lain yang sampai pada ranah pidana, mendapat sorotan dari DPR RI.

Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya materi literasi digital untuk anak-anak di bangku sekolah.

Baca Juga:

Puan Maharani Bertemu AHY saat Peluncuran Buku

“Literasi digital dapat membantu anak-anak dalam memahami etika dan perilaku yang tepat di dunia maya. Mereka diajarkan bagaimana berkomunikasi secara sopan dan menghormati orang lain dalam berbagai platform online,” kata Puan, Selasa (3/10).

Puan menyoroti kasus bunuh diri seorang siswi di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lama ini. Perempuan berusia 16 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena mendapatkan cyber harassment akibat foto syurnya beredar di media sosial. Ironisnya, siswi tersebut merekam aksi gantung dirinya dengan menggunakan telepon seluler.

Selain kasus cyber harrassment, dampak lain kurangnya literasi digital terlihat dalam kasus pembakaran sekolah yang dilakukan siswa SMP Negeri 1 Temanggung akibat mengalami cyber bullying.

Siswa berinisial AR (14) membakar sekolahnya sendiri karena sakit hati sering dirundung kawan-kawannya. AR diduga dirundung dengan cara dibully secara verbal dan di-bully di media sosial.

Berkaca dari dua peristiwa itu, Puan mengatakan literasi digital sangat berperan bagi anak agar dapat menyaring hal yang tidak baik dari gencarnya perkembangan teknologi.

“Literasi digital pada pembelajaran formal diharapkan membantu mengurangi kasus pelecehan di dunia maya, cyber bullying dan meningkatkan pemahaman anak-anak tentang dampak kata-kata dan tindakan online,” ucap perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR itu.

Dengan literasi digital yang kuat, anak-anak dapat memahami sumber informasi, mengevaluasi potensi, dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi yang didapat dari dunia maya.

“Literasi digital bukan lagi hanya menjadi pilihan, melainkan suatu keharusan bagi pendidikan anak-anak di masa kini dan masa depan,” tegas Puan.

Oleh karenanya, mantan Menko PMK itu mendorong Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (kemendikbudristek) untuk memasukan pemahaman akan literasi digital dalam satuan pendidikan.

Menurut politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar perlu memperhatikan dampak kemajuan era teknologi.

“Anak-anak yang dilengkapi dengan literasi digital dapat mengidentifikasi dan menghindari potensi risiko online seperti perundungan cyber, penipuan, dan konten yang tidak pantas. Mereka juga akan tahu cara melindungi privasi mereka secara online,” jelasnya.

Tak hanya siswa, guru pun disebut perlu memahami esensi dari literasi digital, termasuk konsep tentang kemajuan teknologi yang memengaruhi kehidupan siswa secara keseluruhan. Hal itu juga akan menjadi aksi penghalang dalam segala bentuk cyber bullying, cyber harassment dan cyber porn.

“Guru juga harus diberi pelatihan tentang keamanan digital, termasuk bagaimana melindungi informasi pribadi mereka sendiri dan memberikan nasihat kepada siswa tentang praktik keamanan online yang aman,” ungkap Puan.

Baca Juga:

Puan Maharani Sebut TNI Harus Siap dengan Era Artificial Intelligence

“Mereka juga harus tahu cara menghadapi potensi ancaman seperti perundungan cyber bagi para siswa,” sambung cucu Bung Karno tersebut.

Lebih lanjut, Puan pun menekankan urgensi peran orang tua dalam membatasi anak menggunakan gadget. Ia menyebut, orang tua memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak memahami tentang etika digital

“Termasuk cara berinteraksi dengan orang lain secara sopan di dunia maya dan menghindari perilaku yang merugikan. Meski tidak melulu perilaku di dunia maya menjadi cerminan di dunia nyata, tapi sering kali keduanya saling berkesinambungan,” tutur Puan.

“Orang tua harus menciptakan lingkungan di mana anak-anak merasa nyaman untuk berbicara tentang pengalaman mereka di internet dan melaporkan masalah yang mungkin mereka hadapi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Puan menyoroti anak yang kecanduan game dan media sosial sehingga melupakan kehidupan nyatanya. Ia mengingatkan ada banyak contoh terjadi anak mengalami depresi atau masalah mental lainnya akibat kecanduan gadget.

“Tentunya hal tersebut berakibat fatal dalam tumbuh kembang anak. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain game dapat mengarah pada gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan isolasi sosial. Anak-anak yang kecanduan game sering kali mengabaikan kewajiban sekolah dan sosial mereka,” papar Puan.

Merujuk data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat 1,5 juta anak usia 10-18 tahun mengalami depresi akibat kecanduan game pada tahun 2022. Karena itu, Puan mengajak para orang tua untuk menetapkan batasan waktu yang sehat untuk penggunaan gadget dan game.

“Pastikan anak-anak memahami batasan ini dengan tindakan tegas edukatif. Dorong anak-anak untuk lebih banyak berpartisipasi pada kegiatan positif dalam aktivitas lain di luar rumah dan sekolah,” imbau ibu dua anak tersebut.

“Awasi jenis permainan yang dimainkan oleh anak-anak Anda. Pastikan game atau platform yang mereka gunakan sesuai untuk usia mereka dan tidak mengandung konten yang tidak pantas,” tambah Puan.

Puan juga meminta Pemerintah memberikan filter game bagi anak-anak.

“Harus ada batasan tegas agar anak tidak bisa mengakses game-game berbau kekerasan, kejahatan, atau yang bersifat porno, dan bentuk buruk lain. Ketegasan pembatasan atau filter game dari Pemerintah sangat penting,” katanya.

“Pemerintah harus bisa memastikan anak-anak tidak bisa mengakses game atau platform yang tidak sesuai dengan usianya. Karena game dapat memengaruhi perilaku anak di dunia nyata karena anak bisa mencontoh apa yang ada di dalam game,” tutup Puan. (Pon)

Baca Juga:

Puan Maharani akan Bertemu Cak Imin Siang Ini, Bahas Politik Hingga Pilpres

#Puan Maharani #DPR RI #Ketua DPR RI #Game
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Naruto Shippuden Ada di PUBG Mobile, Desa Konoha Jadi Lokasi Ikonik Gim
Item khas dari Naruto Shippuden memungkinkan pemain benar-benar merasakan pengalaman menjadi shinobi elit.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Naruto Shippuden Ada di PUBG Mobile, Desa Konoha Jadi Lokasi Ikonik Gim
Indonesia
Pimpinan DPR Hargai Penggeledahan Masif Kafe De Clan Hingga Rumah Mewah di Sentul
Cucun mengaku belum menerima informasi mendalam mengenai detail lokasi maupun target penggeledahan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Juli 2026
Pimpinan DPR Hargai Penggeledahan Masif Kafe De Clan Hingga Rumah Mewah di Sentul
Lifestyle
Kode Redeem FF Terbaru 9 Juli 2026: Skin, Bundle hingga Diamond Gratis, Buruan Klaim
Namun perlu diingat, setiap kode redeem Free Fire memiliki batas waktu dan kuota penggunaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Juli 2026
Kode Redeem FF Terbaru 9 Juli 2026: Skin, Bundle hingga Diamond Gratis, Buruan Klaim
Lifestyle
Esports World Cup 2026: Jadwal, Hadiah dan Cabang Game yang Dipertandingkan
Perubahan rencana dilakukan secara kilat kurang dari dua bulan sebelum pembukaan resmi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Juli 2026
Esports World Cup 2026: Jadwal, Hadiah dan Cabang Game yang Dipertandingkan
Indonesia
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Kepolisian perlu menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya pihak-pihak yang berusaha menghambat proses penegakan hukum.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Indonesia
Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Belum Mendesak, Masih Sebatas Usulan Menurut Dede Yusuf
Perubahan nama provinsi harus melalui mekanisme pembentukan atau perubahan undang-undang yang dibahas bersama DPR.
Frengky Aruan - Rabu, 08 Juli 2026
Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Belum Mendesak, Masih Sebatas Usulan Menurut Dede Yusuf
Indonesia
Dasco Pimpin Safari Politik ke Partai Non-Parlemen, Serap Masukan Revisi UU Pemilu
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR akan menggelar safari politik ke partai non-parlemen saat masa reses untuk menghimpun masukan terkait revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Dasco Pimpin Safari Politik ke Partai Non-Parlemen, Serap Masukan Revisi UU Pemilu
Indonesia
DPR Serukan Hukuman Berat bagi Bandar Narkoba Pembunuh Polisi, tak Ada Toleransi
Tak boleh ada kompromi dalam penegakan hukum para pelaku.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
DPR Serukan Hukuman Berat bagi Bandar Narkoba Pembunuh Polisi, tak Ada Toleransi
Olahraga
Esports World Cup 2026 Resmi Bergulir di Paris, Pertandingkan 24 Game dengan Total Hadiah Hampir USD 75 Juta
Esports World Cup 2026 berlangsung di Paris pada 6 Juli-23 Agustus 2026 dengan 25 kompetisi dari 24 game dan total hadiah mendekati USD 75 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Esports World Cup 2026 Resmi Bergulir di Paris, Pertandingkan 24 Game dengan Total Hadiah Hampir USD 75 Juta
Indonesia
DPR soal Rencana KPK Panggil Menhut: Tak Boleh Ada Keistimewaan karena Jabatan
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menilai rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, merupakan bagian dari mekanisme penegakan hukum yang harus dihormati.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
DPR soal Rencana KPK Panggil Menhut: Tak Boleh Ada Keistimewaan karena Jabatan
Bagikan