MerahPutih.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani mengungkapkan ada gubernur yang tak mau menyambut dirinya saat turun ke daerah. Hal itu dianggap tidak menghargai dirinya sebagai Ketua DPR RI dari PDIP.
"Kenapa saya datang ke Sulawesi Utara itu tiga pilar bisa jalan, jemput saya, ngurusin saya, secara positif ya. Kenapa saya punya gubernur kok nggak bisa kaya begitu, justru yang ngurusin saya gubernur lain," ujar Puan saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi tiga pilar PDIP di Provinsi Sulut di Luwansa di Hotel, Manado, Rabu (8/2).
Baca Juga:
Elite PDIP Angkat Bicara Terkait Duet Ganjar-Puan
Diketahui, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak tampak batang hidungnya saat Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Pasar Legi Solo, Kamis (20/1).
Saat itu, bupati yang diusung PDIP dari Soloraya turut hadir mendampingi Puan. Mereka adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo meminta agar hal itu tidak perlu dibesar-besarkan.
"Dia (Ganjar) tidak dikasih tahu kok. Kalau Puan ke Solo pada waktu itu. Kalau dikasih tahu pasti jemput di Bandara Adi Soemarmo," kata Rudy, Jumat (11/2).
Rudy menegaskan, saat menjadi Wali Kota Solo juga tidak pernah dikasih tahu kalau ada Puan kunker di Solo. Namun demikian, secara protokoler menjemput Puan atau tidak itu boleh saja dilakukan dan tidak.
"Dia (Puan) pejabat legislatif (Ketua DPR RI). Kalau saat Puan jadi menteri PMK (pejabat eksekutif) pasti Pak Ganjar jemput," kata dia.
Mantan Wali Kota Solo menjelaskan, kalau di Sulawesi, Puan dijemput gubernur setempat mungkin saja gubernurnya pengurus partai. Kalau kepala daerah pengurus partai PDIP sudah pasti menjemput.
"Kalau Ganjar itu kepala daerah yang bukan pengurus partai. Kalau dijemput nanti salah. Wong tidak dikongkon teko (tidak disuruh menjemput kok datang). Semua harus bisa dipahami," tegasnya.
Rudy menambahkan, untuk capres dari PDIP menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Sedangkan tugas kader adalah memenangkan saja. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Dukung Duet Ganjar-Puan, FX Rudy Yakin Indonesia Bisa Lebih Maju Lagi