Puan Ngeluh Gubernur Malas Jemput Saat Kunker, Rudy: Tak Perlu Dibesar-besarkan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 Februari 2022
Puan Ngeluh Gubernur Malas Jemput Saat Kunker, Rudy: Tak Perlu Dibesar-besarkan

Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani mengungkapkan ada gubernur yang tak mau menyambut dirinya saat turun ke daerah. Hal itu dianggap tidak menghargai dirinya sebagai Ketua DPR RI dari PDIP.

"Kenapa saya datang ke Sulawesi Utara itu tiga pilar bisa jalan, jemput saya, ngurusin saya, secara positif ya. Kenapa saya punya gubernur kok nggak bisa kaya begitu, justru yang ngurusin saya gubernur lain," ujar Puan saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi tiga pilar PDIP di Provinsi Sulut di Luwansa di Hotel, Manado, Rabu (8/2).

Baca Juga:

Elite PDIP Angkat Bicara Terkait Duet Ganjar-Puan

Diketahui, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak tampak batang hidungnya saat Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Pasar Legi Solo, Kamis (20/1).

Saat itu, bupati yang diusung PDIP dari Soloraya turut hadir mendampingi Puan. Mereka adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo meminta agar hal itu tidak perlu dibesar-besarkan.

"Dia (Ganjar) tidak dikasih tahu kok. Kalau Puan ke Solo pada waktu itu. Kalau dikasih tahu pasti jemput di Bandara Adi Soemarmo," kata Rudy, Jumat (11/2).

Rudy menegaskan, saat menjadi Wali Kota Solo juga tidak pernah dikasih tahu kalau ada Puan kunker di Solo. Namun demikian, secara protokoler menjemput Puan atau tidak itu boleh saja dilakukan dan tidak.

"Dia (Puan) pejabat legislatif (Ketua DPR RI). Kalau saat Puan jadi menteri PMK (pejabat eksekutif) pasti Pak Ganjar jemput," kata dia.

Mantan Wali Kota Solo menjelaskan, kalau di Sulawesi, Puan dijemput gubernur setempat mungkin saja gubernurnya pengurus partai. Kalau kepala daerah pengurus partai PDIP sudah pasti menjemput.

"Kalau Ganjar itu kepala daerah yang bukan pengurus partai. Kalau dijemput nanti salah. Wong tidak dikongkon teko (tidak disuruh menjemput kok datang). Semua harus bisa dipahami," tegasnya.

Rudy menambahkan, untuk capres dari PDIP menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Sedangkan tugas kader adalah memenangkan saja. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Dukung Duet Ganjar-Puan, FX Rudy Yakin Indonesia Bisa Lebih Maju Lagi

#Puan Maharani #Ganjar Pranowo #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Bagikan