PSI: Puisi Neno Warisman Memecah Belah Umat

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 24 Februari 2019
PSI: Puisi Neno Warisman Memecah Belah Umat

Neno Warisman (kiri) dan Prabowo Subianto di Depok, Jawa Barat (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam puisi Neno Warisman dalam acara Malam Munajat 212 karena memuat kebencian dan memecah belah umat beragama.

"Puisi tersebut sangat tidak pantas dilontarkan oleh salah seorang tokoh kubu capres," kata Juru Bicara PSI, Dara Adinda Nasution, dalam keterangan tertulis, Minggu (24/2).

Kecaman Dara ditujukan pada salah satu penggalan puisi Neno yang berbunyi, "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu."

Menurut Dara, puisi Neno merujuk pada doa Nabi Muhammad pada perang Badar. "Ketika itu Nabi Muhammad berdoa pada Allah saat menghadapi orang kafir Quraisy," ujar Dara.

"Kalau sekarang doa itu digunakan Neno, secara tidak langsung Neno ingin membangun analogi bahwa perang Prabowo melawan Jokowi adalah perang umat Islam melawan kaum kafir," sambung Dara.

Dara menganggap Neno berusaha membangun anggapan bahwa pendukung Jokowi bukan penyembah Allah. "Neno sengaja membangun narasi bahwa seolah-olah hanya kubu Prabowo yang beriman, sementara kubu Jokowi kafir," imbuhnya.

Aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman
Aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman (Foto : Instagram/@nenowarismanofficial

Menurut survei yang dirilis Februari 2019 oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI), ada 49,5% umat Islam yang mendukung paslon 01. Jokowi-Ma'ruf masih unggul di atas dua digit dari Prabowo-Sandi (35,4%) di kantong pemilih muslim.

"Artinya, Neno menempatkan setengah umat Islam di Indonesia yang mendukung Pak Jokowi sebagai orang kafir. Padahal, ada banyak kiai, guru ngaji, serta pemeluk umat Islam yang taat yang mendukung Pak Jokowi. Ada Kiai Ma'ruf Amin, ulama terhormat yang juga cawapres Pak Jokowi yang ia kafirkan," beber Dara.

Menurut Caleg DPR RI Dapil Sumatera Utara III ini cara Neno itu dikenal sebagai taktik demonisasi terhadap lawan politik. "Demonisasi adalah cara membangun sentimen masyarakat untuk melihat pihak lain sebagai demon, atau iblis," jelas Dara.

"Cara semacam ini sangat tidak sehat," katanya. "Ini bisa memecah belah masyarakat, sehingga masing-masing pihak akan melihat pihak lain sebagai setan," kata dia menambahkan.

Dara menyarankan kubu Prabowo menegur Neno. "Tempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pilpres semata," ujar Dara. "Orang seperti Neno bukan saja merugikan kubu Prabowo, tapi juga membahayakan bangsa secara keseluruhan," pungkasnya. (Pon)

#Neno Warisman #PSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bagikan