Merahputih.com - DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai citra DPR perlu diselamatkan menyusul dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, dalam kasus dugaan suap Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, dan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.
"DPR makin tidak berwibawa, citranya makin ambyar, jadi sarang makelar politik kelas kakap," kata Juru Bicara DPP PSI, Faldo Maldini, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (28/4).
Baca Juga:
Rawan Terjadi Pencemaran Nama Baik, KPK Diminta Pastikan "Nasib" Azis Syamsuddin
Bahkan, dugaan itu bisa melukai hati seluruh masyarakat Indonesia. "Seorang wakil ketua DPR memfasilitasi pertemuan pihak-pihak yang diduga melakukan persekongkolan terlarang," jelas dia.
Ia menilai anggota DPR yang lama di Komisi III DPR pasti tahu pantangan yang tidak boleh dilakukan KPK.
Lembaga antirasuah itu punya peraturan internal yang melarang penyidik dan pegawai bertemu pihak yang akan diperiksa. Hal ini sebetulnya berlaku umum di kalangan penegak hukum.
“Anggota DPR yang lama di Komisi III DPR, seperti Bang Azis seperti pedang bermata dua. Ia tahu hukum semuanya, namun di sisi lain, paham juga siasat-siasatnya," ucap dia.
Ia berharap penelusuran KPK tak hanya berhenti di Azis Syamsuddin. Tapi ungkap juga siapa politisi-politisi lainnya. "Yang suka dagang pengaruh begini,” kata Maldini.
Baca Juga:
Azis Syamsuddin Kenal Penyidik KPK AKP Stepanus dari Ajudannya
Ia menilai Mahkamah Kehormatan Dewan punya peran strategis untuk menyelamatkan citra DPR. Karena akan bahaya kalau kepercayaan masyarakat makin merosot terhadap DPR. Pemerintahan makin tidak efektif.
"Ini masalahnya pimpinan yang diduga langgar kode etik. Periode sebelumnya, pimpinan kena dua orang. Ini momentum buat MKD mengembalikan kepercayaan publik," kata dia. (Pon)