Kesehatan

Protein Nabati, Asupan Wajib untuk Si Kecil

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 16 Oktober 2020
Protein Nabati, Asupan Wajib untuk Si Kecil

Protein nabati sangat penting untuk mendukung kesehatan anak (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MOMS pasti ingin selalu memberikan asupan terbaik untuk si kecil. Oleh karena itu, jangan lewatkan protein nabati untuk menu hariannya. Asupan ini memiliki segudang gizi yang dibutuhkan anak.

Laman Alodokter mengatakan protein yang berasal dari tumbuhan itu tidak mengandung kolesterol maupun asam lemak jenuh. Protein nabati bermanfaat untuk mencegah obesitas, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi risiko penyakit kronis semisal diabetes.

Baca juga:

Tempe; Sederhana, Enak dan Perlu!

Tak hanya itu, jika mengonsumsi protein nabati, moms berarti mengajarkan si kecil menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, emisi gas rumah kaca dari pengolahan makanan protein nabati lebih rendah dibandingkan protein hewani.

Nah, ada beberapa makanan sebagai sumber protein nabati untuk moms berikan kepada si kecil, misalnya:

1. Susu soya

Susu soya bisa dijadikan pengganti susu sapi (Foto: Pexels/Polina Tanki Levitch)

Susu soya diformulasi dari isolat protein dan kaya akan nutrisi. Kandungan serat, kalsium, vitamin, asam lemak omega-3 dan omega-6 ada pada susu soya. Seluruh kandungan ini akan menjaga fungsi saluran pencernaan, memaksimalkan pertumbuhan tulang, hingga mendukung perkembangan otak.

Moms juga bisa memberikan susu soya jika anak intoleransi terhadap laktosa. Susu formula yang terbuat dari kacang kedelai ini bisa menjadi pengganti susu sapi karena tidak mengandung laktosa.

2. Tahu dan tempe

Tempe kaya akan zat kalsium (Foto: instagram@thegreensomelife)

Si kecil pasti suka dong makan tahu dan tempe. Kedua makanan ini tidak hanya enak, tapi juga kaya akan zat besi dan zat kalsium. Pertumbuhan tulang anak akan semakin baik jika moms rutin memberikan si kecil tahu dan tempe.

Baca juga:

Mau Bahagia? 4 Makanan Ini Solusinya

Penyajian tahu dan tempe juga mudah diterima lidah anak. Moms bisa menggorengnya atau ditumis bersama campuran sayur favoritnya. Bisa juga untuk dijadikan isian sup.

3. Oatmeal

Sajikan oatmeal dengan buah kesukaan si kecil (Foto: Pexels/Keegan Evans)

Terdapat kandungan karbohidrat, vitamin, mineral, serat, dan lemak sehat pada oatmeal. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting untuk kesehatan anak. Olah oatmeal jadi bubur agar ia mudah mengunyahnya. Supaya nafsu makannya semakin tinggi, tambahkan pula susu dan buah potong pada semangkuk oatmeal.

Moms, tidak mudah memang mengenalkan protein nabati kepada anak. Namun, asalkan moms sabar menghadirkan protein nabati pada piring makannya, perlahan si kecil akan sangat menyukai jenis makanan ini. (ikh)

Baca juga:

Jangan Buruk Sangka dengan Minyak Goreng

#Makanan Sehat #Kesehatan #Makanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan