Suro'baca, Tradisi Unik Sarat Makna Orang Makassar Jelang Ramadan

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 15 Mei 2018
Suro'baca, Tradisi Unik Sarat Makna Orang Makassar Jelang Ramadan

Beberapa orang lagi berdoa di acara Suro'baca. (Foto/YouTube.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP akhir bulan Syakban atau seminggu menjelang Ramadan beberapa keluarga di Makassar berkumpul. Mereka berbincang mengenai pelaksanaan Suro'baca untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Tiap-tipa anggota keluarga kemudian menyisihkan penghasilannya untuk diberikan kepada orang paling dipercaya di antara mereka sebagai bekal pelaksanaan tradisi kaum muslim Makassar jelang Ramada.

Satu hari sebelum acara, beberapa ekor ayam kampung dan ikan bandeng sudah disiapkan. Anggota keluarga tampak sibuk merapikan ruangan dan menghiasinya dengan beberapa sajian. Ayam gagape' mirip opor ayam, ikan bandeng bakar dibelah dan diberi cabe, dan lawa' atau urap dari pisang batu, tersusun rapi dalam hidangan tersebut. Ruangan dikosongkan sejenak.

Hidangan yang ada di acara Suro'baca. (Foto/deblogadress.blogspot.co.id)
Hidangan yang ada di acara Suro'baca. (Foto/deblogadress.blogspot.co.id)

Tak lama, anggota keluarga mulai memenuhi ruangan dan duduk bersila di depan aneka hidangan tersebut. Terlihat seseorang mulai berbicara. Mereka menyebutnya Guru Baca atau tokoh adat. Guru Baca lalu berdoa kemudian diikuti oleh anggota keluarga.

Biasanya, Guru Baca dalam acara Suro'baca ini melantunkan ayat-ayat Al-qur'an dilanjut dengan doa untuk para leluhur agar mendapat keselamatan akhirat dan keluarga yang ditinggalkan juga mendapatkan keselamatan, kesehatan, dan dimudahkan rezekinya. "Biasanya kami berkumpul dirumah nenek dan kakek. Kemudian mereka yang memimpin doa," jelas Rahmadani salah seorang suku Bugis warga Kota Makassar dikutip dari Antara.

Usai berdoa, sesi paling ditunggu pun tiba. Semua hadirin akan menyantap hidangan tersebut bersama-sama. Abdul Wahid, sesepuh biasa memimpin prosesi Suro'baca, mengungkapkan makna tradisi nan turun-temurun dilakukan untuk menyambung persaudaraan.

"Melalui Suro'baca ini, selain memupuk silaturahmi, juga mengajarkan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar kita, menikmati makanan yang lezat-lezat," katan pria nan sudah lebih dari sepuluh tahun bertindak sebagai Guru Baca.

Acara tak habis sampai di situ saja. Bagi kalangan Bugis Makassar, tradisi Suro'baca belum lengkap tanpa ziarah kubur menjelang Ramadhan. Berziarah ke makam keluarga dijadikan sebagai salah satu cara mengingat kematian. Supaya nantinya tidak takabur dan sombong atas apa yang dimiliki saat ini. (Zai)

#Tradisi Unik #Bulan Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Jaburan adalah tradisi berbagi makanan saat Ramadan di Jawa. Simak asal-usul, makna, dan nilai sedekah di balik tradisi ini.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Indonesia
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
“Pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, sehingga tidak diperlukan tindakan sepihak,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.
Frengky Aruan - Rabu, 18 Februari 2026
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
Indonesia
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Keputusan pemerintah tahun ini berbeda dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan awal Ramadan satu hari lebih awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Indonesia
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Chico Hakim menambahkan bahwa tindakan main hakim sendiri berpotensi melanggar ketertiban umum
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Indonesia
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Kiai Anwar menyoroti bahwa keragaman dalam menentukan awal puasa justru menunjukkan sisi egaliter kehidupan beragama di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Lifestyle
Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sambut Ramadan
Tradisi munggahan adalah budaya masyarakat Sunda menjelang Ramadan. Simak makna, sejarah, waktu pelaksanaan, dan perbedaannya dengan cucurak.
ImanK - Kamis, 12 Februari 2026
Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sambut Ramadan
Lifestyle
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Keunikan tradisi ini terletak pada penyajian makanan khas bernama Puli
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Lifestyle
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Pada periode ini, intensitas ibadah biasanya meningkat tajam karena masyarakat meyakini adanya keberkahan khusus yang diturunkan Allah SWT
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Lifestyle
Korea Selatan kembali Gelar Adu Banteng, Aktivis Hewan Langsung Bereaksi Lempar Kecaman
Aksi ini digelar setelah pemerintah daerah di Korea menggelar kembali turnamen adu banteng meskipun ada kekhawatiran terkait dengan wabah penyakit kaki dan mulut baru-baru ini.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Korea Selatan kembali Gelar Adu Banteng, Aktivis Hewan Langsung Bereaksi Lempar Kecaman
Bagikan