Program Laptop Merah Putih Jangan Sampai Bernasib Seperti 1Bestarinet Malaysia
Laptop. Foto: Pixabay
MerahPutih.com - Program laptop merah putih yang direncanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud ristek) dinilai kurang efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Apalagi, spesifikasi laptop dinyatakan tidak sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
Pemerhati pendidikan Vox Point Indonesia, Indra Charismiadji menilai, program pengadaan laptop merah putih senilai Rp 17 triliun tersebut tidak akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Hal ini, kata dia, akan terjadi jika tanpa perencanaan yang matang dan menggunakan data-data serta kajian akademis.
Baca Juga
“Digitalisasi pendidikan itu tidak bisa hanya sekedar pengadaan laptop," kata Indra saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/8).
Menurut Indra ada tiga komponen yang harus disiapkan bersamaan dengan implementasi program digitalisasi pendidikan. Pertama infrastruktur, kedua infostruktur dan ketiga infokultur.
"Laptop ini bagian dari infrastruktur, bagaimana dengan infostruktur dan infokulturnya? Kalau tidak disiapkan nasibnya bisa sama seperti kegagalan program 1Bestarinetnya Malaysia atau program pengadaan tabletnya Thailand,” ujarnya.
Ia menjelaskan 1Bestarinet adalah mega proyek pemerintah Malaysia dengan anggaran berkisar Rp14 triliun untuk menyediakan konektivitas internet dan menciptakan lingkungan belajar virtual (virtual learning enviroment) pada 10.000 sekolah di seluruh wilayah Malaysia. Pengadaan laptop chromebook dan Learning Management System (LMS) menjadi bagian dari proyek ini.
“Saya kebetulan ikut bantu cuci piring dengan proyek ini di Malaysia. Infrastrukturnya disiapkan, Infostrukturnya disiapkan dengan LMS tapi Infokulturnya tidak disentuh sama sekali," ujarnya.
Laptop-laptop tersebut, kata Indra, akhirnya banyak yang tidak digunakan karena guru tidak tahu cara memanfaatkannya dengan optimal. Indra mengaku timnya terjun melatih dan mengimplementasikan lingkungan belajar virtual di sekolah-sekolah dasar kebangsaan Tiongkok, karena orang tua mau membayar.
"Saya tidak terbayang apa yang terjadi dengan Indonesia yang hanya disiapkan laptop chromebooknya saja,” imbuhnya.
Proyek 1Bestarinet ini akhirnya dihentikan oleh pemerintah Malaysia pada tahun 2019 karena berdasarkan audit, hasilnya jauh di bawah harapan. (Pon)
Baca Juga
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Mengenal Lebih Dalam Chromebook, Laptop yang Pengadaannya Membuat Nadiem Makarim Ditetapkan sebagai Tersangka dan Dipenjara
Apple Siapkan MacBook dengan Chipset A18 Pro, Harganya Dibanderol Mulai Rp 9 Jutaan
Bocoran MacBook Pro 2026, Kemungkinan Pakai Layar OLED dan Dynamic Island
Belasan Ribu Siswa Sekolah Rakyat Bakal Dapat Laptop Baru, Mensos Beri Jaminan Penting
Sejumlah Persyaratan yang Mesti Dipenuhi Kejaksaan sebelum Tetapkan Mantan Stafsus Nadiem jadi Buronan Internasional
Geledah Kantor GoTo, Jaksa Sita Barang Bukti Penting Diduga Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Laptop
Selamat Tinggal Blue Screen! Microsoft Bakal Ubah Tampilan Windows Error di PC dan Laptop
Inilah Alasan Nadiem Makarim Dipanggil Kejaksaan Agung Terkait Proyek Raksasa Chromebook
Jaksa Geledah Rumah Eks Staf Nadiem, Sita Bukti Kasus Dugaan Korupsi Proyek Laptop
Advan Workplus Heritage, Laptop Batik Pertama di Indonesia