MerahPutih.com - Setelah 200 tahun merdeka akhirnya Meksiko mencetak sejarah baru memiliki presiden perempuan untuk pertama kalinya. Claudia Sheinbaum telah resmi dilantik menjadi presiden perempuan pertama dan akan memimpin Meksiko selama enam tahun ke depan.
"Saya tak datang sendirian, karena saya datang bersama semua wanita di Meksiko," kata Sheinbaum, dalam pidatonya kepada masyarakat yang memadati alun-alun Mexico City, dilansir dari Antara, Rabu (2/10)
Dalam pidatonya, Sheinbaum turut menegaskan penolakannya terhadap rasisme dan diskriminasi kelas. "Saya seorang ibu, nenek, ilmuwan, wanita yang beriman dan, mulai hari ini dengan kehendak rakyat Meksiko, presiden Negara Meksiko Serikat."
Sheinbaum menyatakan dirinya akan melanjutkan kebijakan pendahulunya, Andres Manuel Lopez Obrador yang juga berasal dari Partai Morena, untuk memperbaiki hajat hidup masyarakat termiskin.
Baca juga:
Piramida Kuno di Meksiko Runtuh, Dianggap sebagai Pertanda Buruk
Pencapaian Sheinbaum menjadi orang nomor satu di pemerintahan adalah sebuah tonggak sejarah bagi kaum perempuan Meksiko yang baru meraih hak mereka untuk memilih dalam pemilu 70 tahun yang lalu.
Perempuan kelahiran Mexico City pada 24 Juni 1962 tersebut berasal dari keluarga akademisi. Ibunya, Annie Pardo Cemo, adalah ahli biologi dan profesor di Universitas Otonom Nasional Meksiko dan ayahnya, Carlos Sheinbaum Yoselevitz, adalah insinyur kimia.
Sheinbaum meraih gelar sarjananya dari jurusan fisika Universitas Otonom Nasional Meksiko pada 1989. Dia meraih gelar magisternya tahun 1994 serta doktor teknik energi pada 1995.
Mengikuti jejak sang ibunda, pada tahun 1995, Sheinbaum mulai mengajar di almamaternya. Dia menjadi bagian dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2007 dan menulis tentang mitigasi perubahan iklim untuk badan tersebut.
Baca juga:
Claudia Sheinbaum Terpilih Jadi Presiden Perempuan Pertama Meksiko
Karier politiknya dimulai saat iaditunjuk sebagai penanggung jawab bidang lingkungan Mexico City oleh Wali Kota Andres Manuel Lopez Obrador pada 2000. Dia meninggalkan kariernya di universitas dan menjabat di posisi tersebut hingga 2006, sebelum kembali ke kampus.
Sheinbaum kemudian kembali ke dunia politik dengan menjabat sebagai Wali Kota Tlalpan di wilayah Mexico City, dari 2015-2017. Kariernya di pemerintahan daerah berlanjut saat terpilih sebagai Kepala Pemerintahan (setara gubernur) Mexico City pada 2018, sehingga menjadi perempuan pertama yang memimpin Ibu Kota Meksiko.
Sheinbaum mengemban jabatan tersebut hingga 2023, saat ia mengundurkan diri untuk maju di Pemilihan Presiden 2024. Dia mengikuti jejak langkah sang mentor Andres Manuel Lopez Obrador, yang menjadi Presiden Meksiko sebelumnya. (*)