Produksi Kopi Lampung Anjlok Hingga 70 Persen

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 13 September 2017
Produksi Kopi Lampung Anjlok Hingga 70 Persen

Ilustrasi tanaman kopi (ANTARA FOTO/Rahmad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Asosiasi Suplier Kopi Lampung (ASKL) mengatakan produksi kopi robusta daerahnya pada tahun ini anjlok hingga mencapai 70 persen.

"Selain itu, kualitas biji kopi juga yang sangat rendah," kata Ketua ASKL Mulyadi di Bandarlampung, Rabu (13/9).

Akibat anjlok serta rendahnya kualitas kopi, katanya, biji kopi itu hanya sedikit untuk ekspor mengingat mutu dan volume tidak dapat memenuhi permintaan luar negeri.

Ia menjelaskan saat ini biji kopi robusta Lampung hanya dijual secara lokal kepada perusahaan kopi seperti Kapal Api, Torabika dan Top Coffee.

Menurut Mulyadi, ketiga perusahaan tersebut sangat membantu para petani yang saat ini mengalami masa-masa suram panen kopi dengan membeli kopi petani seharga Rp 25.000-Rp 26.500 per kilogram.

Ia menjelaskan meskipun harga tersebut cukup membantu tetapi dirasakan masih belum mencukupi oleh para petani karena volume panen sangat kurang, karena dari satu hektare lahan kopi hanya menghasilkan, 1-1,5 kwintal biji kopi. Padahal, produksi kopi Lampung mencapai sekitar di atas 1 ton per hektare Ketua ASKL itu menjelaskan anjloknya produksi kopi Lampung itu tak hanya karena faktor cuaca pada tahun lalu berupa hujan dengan intensitas cukup tinggi, sehingga merusak bakal buah biji kopi.

Faktor lainnya banyak lahan yang menggunakan pestisida kimia dan kurangnya sosialiasi dari pemerintah daerah mengenai cara budi daya kopi yang baik dan benar sehingga hasilnya bisa stabil dari musim ke musim.

Ia menjelaskan, untuk membantu para petani kopi, pihaknya pada tahun 2018 akan mulai membina petani mengenai cara pemeliharaan lahan agar kembali subur dan memastikan pupuk terutama pupuk bersubsidi dari pemerintah dapat sampai ke tangan petani secara tetap sasaran bekerjasama dengan pemangku kepentingan terkait.

Sentra perkebunan kopi di Lampung terdapat di Kabupaten Lampung Barat, Waykanan, Lampung Utara, dan Tanggamus dengan produksi mencapai di atas 100 ribu ton per tahun.(*)

#Kopi Luwak #Biji Kopi #Kopi #Kopi Arab
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Roemah Koffie Bawa Aroma Kopi Nusantara ke Trade Expo Indonesia 2026
Pengunjung mencicipi segelas kopi di Booth Roemah Koffie di Gelaran Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 17 Oktober 2026
Roemah Koffie Bawa Aroma Kopi Nusantara ke Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Kunjungi Café & Brasserie Expo (CBE) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di NICE PIK 2. Temukan pameran kopi, pelatihan barista, peluang bisnis kafe, dan promo spesial BCA.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Berita Foto
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Petugas memilah biji kopi dari kebun kopi Sangga Buana di Kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Fun
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Roemah Koffie menghadirkan sejumlah promo saat grand opening gerai ke-15 di Agora Mall. Salah satunya Buy One Get One dan promo dua kopi seharga Rp70 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Bagikan