Presiden Venezuela DItangkap AS, DPR RI Minta Indonesia Mainkan Diplomasi 'Tingkat Tinggi'
Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Foto: Dok. Media sosial
MerahPutih.com - Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang dilakukan otoritas Amerika Serikat (AS) mesti ditanggapi serius oleh pemerintah Indonesia.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengimbau Kementerian Luar Negeri RI untuk menyiapkan skenario darurat menyikapi konflik tersebut.
Dave menilai, situasi di Venezuela memang sedang berkembang cepat dan penuh dinamika setelah serangan AS di Venezuela dan penangkapan Maduro.
Menurutnya, langkah terpenting adalah Kemlu RI harus memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela.
"Komisi I DPR RI mengimbau Kementerian Luar Negeri untuk terus memantau perkembangan secara intensif, berkoordinasi dengan perwakilan RI di Caracas, serta menyiapkan skenario darurat apabila kondisi keamanan memburuk," kata Dave kepada wartawan, Senin (5/1).
Baca juga:
Jazuli Nilai Serangan AS Langgar Kedaulatan Venezuela dan Abaikan Piagam PBB, Bahaya jika Dibiarkan
Menurut Dave, diperlukan diplomasi yang matang bagi Indonesia agar memastikan hubungan bilateral dengan kedua negara berjalan baik.
"Diplomasi yang tenang namun sigap perlu dijalankan, agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara," tambah politikus Golkar ini.
Dave menyebutkan, Indonesia perlu menjaga posisi diplomatis yang seimbang, yaitu mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, namun tetap konsisten membela keselamatan warga negara.
Seperti diketahui, serangan besar-besaran AS ke sejumlah titik di Venezuela diikuti penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden As Donald Trump terhadap Venezuela.
Baca juga:
Serangan dan Penangkapan Presiden Venezuela Maduro Oleh AS Bikin PBB Khawatir
Operasi ini pun menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional. Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS.
AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.
Presiden AS, Donald rump, mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba.
Trump juga menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
PBB Berada di Persimpangan Jalan Menyusul Penangkapan Nicolas Maduro, DPR RI: Jangan Hanya Sekadar Jadi Forum Retorika
Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS Jadi Preseden Buruk, DPR RI: Hari Ini Venezuela, Besok Bisa Terjadi pada Negara Lain
Pengamat Intelijen Ingatkan Sentimen terhadap AS di Indonesia Bisa Meningkat Usai Penyerangan dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Venezuela Diserang AS, Pertamina Langsung Koordinasi dengan KBRI untuk Pastikan Keselamatan Aset Migas yang Terancam
AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Indonesia Harus Waspada Dampak Ekonomi dan Berefleksi
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Ketegangan AS–Venezuela Memanas, DPR Desak Evakuasi WNI pasca Penangkapan Nicolas Maduro
Presiden Venezuela DItangkap AS, DPR RI Minta Indonesia Mainkan Diplomasi 'Tingkat Tinggi'
PSSI Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia, Ketua Komisi X DPR Ingatkan Regenerasi