MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto mengaku mengerahkan segala cara untuk menarik investor asing datang ke Indonesia. Salah satunya, ia mengklaim menutup sekitar seribu tambang ilegal di Indonesia. Tak hanya itu, pemerintah juga sudah menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi terkait yang melanggar hukum dan peraturan pertambangan tersebut.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam acara Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memberantas berbagai praktik ilegal, termasuk di sektor kehutanan dan sumber daya alam demi menciptakan kepastian hukum.
"Kami menangani masalah kami secara langsung. Kami menegakkan hukum. Kami berupaya menciptakan suasana kepastian dalam proses hukum," ucap Prabowo dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/2).
Menurut Prabowo, pemerintah dapat menciptakan iklim investasi dalam negeri yang lebih baik. Entah itu untuk para pengusaha dan investor domestik maupun asing. "Ini semua akan menambah iklim stabilitas sosial, stabilitas politik, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan bisnis dan ekonomi," tegasnya.
Baca juga:
Prabowo Siap Sikat Habis Tambang Ilegal, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Hilang 1 Persen Pun
Untuk itu, Prabowo meminta kepada para investor terutama pihak asing untuk tidak perlu ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Selama mereka mematuhi hukum yang berlaku, ia berkomitmen melindungi para investor.
"Kami melindungi tamu asing kami, bagaimana kami menjunjung tinggi kesucian kontrak dan kesepakatan. Saya rasa ini akan membuktikan tradisi orang Indonesia yang menyambut orang asing sebagai tamu. Itulah tradisi kami. Tamu asing atau tamu dalam tradisi kami harus dilindungi dan dihargai," terangnya.(knu)
Baca juga: