Presiden Prabowo Jadi Saksi Deklarasi Damai Gaza, DPR: Indonesia Harus Konsisten Dukung Palestina
Anggota Komisi I DPR, Sukamta. (Foto: dok. media DPR)
MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto memenuhi undangan mendadak untuk menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Senin (13/10), sebagai upaya memperkuat peran diplomatik Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyoroti kehadiran Presiden Prabowo di ajang tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam mengakhiri perang dan menciptakan stabilitas di kawasan.
“Tentu ini akan menjadi sejarah bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam perwujudan perdamaian di Timur Tengah,” ujar Sukamta kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/10).
Baca juga:
Momen Presiden Prabowo Subianto Hadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh di Mesir
Prabowo Subianto Tegaskan Gencatan Senjata KTT Gaza Awal Perdamaian Menyeluruh di Palestina
Ia berharap Indonesia dapat fokus menyuarakan dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara penuh dalam forum tersebut.
“Indonesia sejak awal dikenal sebagai bangsa yang cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kemerdekaan. Semangat itu harus menjadi dorongan bagi kita untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” kata Sukamta.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya agar Presiden Prabowo menekankan isu kemerdekaan Palestina sebagai kunci terciptanya perdamaian sejati di kawasan tersebut.
“Kami berharap Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kemerdekaan Palestina jika kita semua menginginkan perdamaian sejati terwujud,” ungkapnya.
Baca juga:
Tiba di Indonesia Usai KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Yakin Capai Perdamaian Keseluruhan
Selain itu, Sukamta juga mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilibatkan dalam proses transisi perdamaian di Gaza.
Menurutnya, PBB merupakan lembaga internasional yang mewakili negara-negara di seluruh dunia dan dianggap lebih netral dalam menyikapi konflik Palestina–Israel.
“PBB harus dilibatkan secara aktif, karena masing-masing negara anggota memiliki pandangan terhadap konflik ini. PBB juga masih dianggap lebih netral dan fair,” tutup Sukamta. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Kasih Bantuan Sembako Selain Uang untuk Membeli Perlengkapan Sekolah
Prabowo Minta Percepatan Pembangunan Jembatan Penyeberangan untuk Pelajar di Daerah
Momen Akrab Presiden Prabowo Subianto Menerima Kunjungan Ratu Maxima di Istana Merdeka
Prabowo Subianto Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tenang dan Mampu Bertahan dari Gempuran Perang Dagang
Ketika Video Anak Sekolah Menyeberangi Sungai Bikin Presiden Prabowo Batalkan Janji Libur Akhir Pekan
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Kasih Duit Rp 50 Juta untuk Masyarakat yang Butuh Bantuan Jelang Akhir Tahun
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Resmi Tetapkan Pulau Galang Riau untuk Dijadikan ‘Rumah Sementara’ Rakyat Gaza Palestina yang Jadi Korban Perang
Polemik Bandara IMIP, Presiden Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Tindak Tegas Dugaan Tambang Ilegal
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Minta Prabowo Setop Penerimaan CPNS 2026, Anggarannya Dialihkan untuk Lunasi Bayar Utang Kereta Cepat
Presiden Prabowo Beri Rehabilitasi Eks Direksi ASDP, Menko Yusril: Sah Secara Konstitusional