MerahPutih.com - Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Jenazah Try Sutrisno akan dimandikan di RSPAD. Kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat dan disalatkan di Masjid Sunda Kelapa.
Presiden Prabowo Subianto akan memimpin upacara pemakaman secara militer Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Masjid menghadiri shalat jenazah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.
Baca juga:
Cerita Luhut Kenang Try Sutrisno Saat Pembentukan Satuan Den-81 Kopassus
Dia mengatakan almarhum akan dimakamkan secara kenegaraan dan dipimpin langsung oleh Presiden.
"Insya Allah (pimpin upacara pemakaman), mohon doanya," kata Prasetyo.
Pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak RSPAD untuk memastikan penanganan terbaik sejak almarhum dirawat hingga dinyatakan wafat.
Try Sutrisno meninggalkan teladan penting bagi bangsa Indonesia, terutama dalam menjaga nilai-nilai konstitusi dan persatuan nasional.
Semasa hidupnya, almarhum kerap berpesan agar generasi penerus menjaga Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila serta terus bersatu dalam mengisi kemerdekaan di tengah tantangan yang tidak mudah.
"Beliau telah memberikan teladan kepada seluruh bangsa Indonesia bagaimana mencintai negara kita," ujarnya.
Menurutnya, ia merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang mengabdikan sepanjang hidupnya untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
Try Sutrisno, yang menjabat sebagai Wapres Ke-6 pada masa pemerintahan Presiden Ke-2 Soeharto, meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, wafat pada usia 90 tahun.
Pemerintah mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum Try Sutrisno.
"Mari kita panjatkan doa supaya Beliau diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima segala amal perbuatan dan apalagi Beliau dipanggil menghadap Allah SWT pada bulan yang suci, bulan Ramadan," kata Prasetyo. (*)