MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/2) mengungkapkan dari 7,35 juta orang pengangguran per November 2025, lulusan SMK menyumbang tingkat pengangguran terbanyak sebanyak 8,45 persen, disusul lulusan jenjang SMA di angka 6,55 persen.
Presiden RI Prabowo Subianto ingin memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk menciptakan peluang lapangan kerja bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, mengatakan presiden telah melakukan audiensi dengan pengusaha, di mana pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai arah dan prospek dunia usaha nasional ke depan, sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengajak para pengusaha berkolaborasi menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor strategis, mulai dari tekstil, garmen, dan alas kaki hingga mebel serta industri makanan dan minuman," katanya.
Baca juga:
SPPG Diklaim Bisa Kurangi Pengangguran, Wamenaker Targetkan 1,7 Juta Pekerja
Ia menyampaikan, Presiden Prabowo mengajak para pengusaha untuk mengambil peran aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor strategis.
Seskab Teddy menegaskan, para pengusaha yang tergabung dalam APINDO menyampaikan komitmen dan dukungan terhadap visi besar Presiden Prabowo.
Dukungan tersebut khususnya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan sumber daya manusia dan industrialisasi berkelanjutan.
“Para pengusaha menyatakan dukungan penuh terhadap visi Presiden, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penyediaan gizi dan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia, serta penguatan industrialisasi yang berdampak luas bagi bangsa dan negara,” katanya.