Headline

Presiden Jokowi Usulkan Pendirian Fakultas Kelapa Sawit

Eddy FloEddy Flo - Senin, 19 November 2018
Presiden Jokowi Usulkan Pendirian Fakultas Kelapa Sawit

Presiden Jokowi didampingi Mentan saat meninjau kebun sawit rakyat di Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (13/10). (Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Dalam sejumlah kunjungan di beberapa universitas Tanah Air, Presiden Jokowi kerap melontarkan anjuran untuk mendirikan fakultas-fakultas baru yang bersifat 'kekinian'. Setelah menganjurkan fakultas kopi, kini Presiden Jokowi mengusulkan pembukaan fakultas kelapa sawit.

Menurut Jokowi, pendirian fakultas kelapa sawit erat kaitannya dengan hasil produksi kelapa sawit Indonesia yang diakui dunia, namun tak ada perguruan tinggi yang membuka studi khusus soal kelapa sawit.

"Negara kita ini memiliki kekuatan besar misalnya kelapa sawit, tapi sampai sekarang ini belum ada fakultas kelapa sawit. Ada yang namanya produk kopi, tidak ada di Indonesia ini (fakultasnya)," kata Presiden Joko Widodo di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur pada Senin (19/11).

residen menyampaikan hal itu dalam acara peresmian masjid Kampus "Ki Bagus Hadikusumo" dan perubahan bentuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta peletakan batu pertama pembangunan menara atau tower Universitas Muhammadiyah Lamongan di kampus STIKES Lamongan tersebut.

Presiden Jokowi
Pengasuh Pondok Pesantren Girikesumo, K.H. Munif Muhammad Zuhri menyambut kunjungan Presiden Jokowi di pesantren tersebut, di Desa Banyumeneng, Demak, Jumat (19/10) malam. (Foto: BPMI Setpres)

"Padahal kekuatan kita besar sekali. Sawit tadi 14 juta hektare kelapa sawit kita. Tapi kita enggak punya fakultas kelapa sawit. Kopi berapa hektare juta kita miliki, tapi tidak punya fakultas kopi," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi mengusulkan pendirian fakultas khusus yang mempelajari sekaligus mengajarkan proses produksi hingga pemasaran kopi.

"Cappucino itu yang mengeluarkan Italia, yang tidak punya jutaan kebun kopi. Kenapa kita tidak punya fakultas kopi yang mengurus mulai dari pembibitan, pemupukan, penanaman, diajari pascapanen, diajari bagaimana membuat produk, kemudian kita bisa membuat produk sendiri? Kapujowo, Kapugayo, kenapa tidak? Kopi kita ini enak-enak tapi kita selalu menjualnya dalam bentuk raw material(bahan mentah,rd), Tidak pernah kita memproduk dalam sebuah kemasan apalagi produk-produk akhir seperti cappucino," jelas Presiden.

Padahal menurut Presiden Jokowi sebagaimana dilansir Antara, perkembangan teknologi tersebut juga membawa perubahan besar dalam jenis pekerjaan karena akan ada banyak nantinya yang jenis pekerjaan akan hilang.

Presiden Jokowi di perkebunan Kelapa Sawit
Presiden Joko Widodo menghadiri Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit dan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat (Biro Pers Setpres)

"Misalnya sekarang tukang pos pengantar surat sudah tidak relevan lagi sekarang ini. Contoh kecil saja, tapi nanti akan banyak sekali. Mungkin ke depan profesi kasir dan 'teller' akan semakin tidak dibutuhkan karena berkembangnya 'e-banking'. Hal-hal seperti ini harus direspons," ungkap Presiden.

Presien pun meminta agar fakultas-fakultas yang ada di universitas dan perguruan tinggi merespons dengan merumuskan agenda riset yang baru.

"Inilah tugasnya universitas, fakultas. Fakultas sudah 30-40 tahun dari dulu kita bikin fakultas ekonomi, pertanian, sospol. Padahal ekonomi kita sekarang sudah berubah. Kenapa tidak ada fakultas ekonomi digital? " tegas Presiden.

Jokowi perjanji akan mendatangi universitas yang menyediakan fakultas ekonomi digital.

"Tapi enggak ada (fakultas ekonomi digital), padahal sudah berubah dunia sekarang. Jurusannya toko online misalnya. Kenapa tidak? Dunia sudah berubah," jelas Presiden Jokowi.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Mantan Wartawan dan Kontributor TV Muhammadiyah

#Presiden Jokowi #Kelapa Sawit #Kopi #Universitas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Fun
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Roemah Koffie menghadirkan sejumlah promo saat grand opening gerai ke-15 di Agora Mall. Salah satunya Buy One Get One dan promo dua kopi seharga Rp70 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Fun
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Roemah Koffie resmi membuka gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Jakarta Pusat. Ekspansi ini dibarengi misi mengenalkan kopi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Universitas Republik Indonesia resmi dibentuk sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional. Mengadopsi konsep sekolah elite Prancis, diproyeksikan mencetak calon pemimpin.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Bagikan