Presiden Ingin Kerja Sama Lebih Konkret dengan Jepang di Bidang Infrastruktur

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 20 Januari 2018
Presiden Ingin Kerja Sama Lebih Konkret dengan Jepang di Bidang Infrastruktur

Presiden Liga Parlemen Jepang-Indonesia Toshihiro Nikai (kiri) bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/1). (Foto Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan utusan khusus Perdana Menteri Jepang yang juga menjabat sebagai Presiden Liga Parlemen Jepang-Indonesia Toshihiro Nikai.

Kunjungan Nikai ke Indonesia dimaksudkan untuk menghadiri rangkaian acara pembukaan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, keduanya turut membahas seputar kerja sama kedua negara.

"Di dalam pertemuan tadi dibahas mengenai perkembangan kerja sama yang menyangkut infrastruktur. Banyak sekali proyek infrastruktur yang dilakukan Indonesia dengan Jepang," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono seusai pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/1).

Basuki mengatakan bahwa dalam pertemuan yang berlangsung sekira 45 menit, Presiden Joko Widodo menginginkan peringatan hubungan baik yang telah berlangsung itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret. Ditambahkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, selain infrastruktur, Presiden juga mendorong bentuk kerja sama lainnya dengan Jepang.

"Ada diskusi juga mengenai kerja sama yang bersifat lingkungan hidup, misalnya untuk Sungai Citarum. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang juga akan meninjau Sungai Citarum untuk penjajakan awal kerja sama apa yang dapat dilakukan Indonesia dengan Jepang," kata Menlu Retno LP Marsudi.

Menlu juga mengungkapkan bahwa terdapat enam proyek yang dibicarakan oleh delegasi tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

"Jadi ada enam proyek yang dilaporkan oleh Mr. Hiroto Izumi, Special Advisor for Prime Minister di bidang infrastruktur," tuturnya.

Keenam proyek tersebut ialah pembangunan pelabuhan Patimban, MRT fase pertama, kereta api Jakarta-Surabaya, Tol Sumatra, blok Marsela, dan proyek di bidang perikanan.

Mengenai pelabuhan Patimban, Menlu mengatakan bahwa peletakan batu pertama akan dilakukan pada Mei 2018 mendatang sehingga diharapkan untuk dapat beroperasi pada Maret 2019.

Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menjelaskan bahwa pihaknya sedang bekerja untuk menentukan pihak yang mengoperasikan pelabuhan tersebut nantinya.

"Kita bekerja simultan, sedang menentukan operatornya. Operator adalah gabungan antara Indonesia dan Jepang, tetapi mayoritas Indonesia. Bahkan nanti ada saham Merah Putih sehingga kita yang menentukan jalannya operasi dari perusahaan itu," tuturnya.

Mengenai pembangunan kereta api Jakarta-Surabaya, kedua pihak telah mengarahkan pembicaraan mengenai teknologi yang akan digunakan. Untuk itu, akan dilakukan studi kelayakan lebih lanjut untuk menindaklanjuti hal tersebut.

"Kita ingin studi itu lebih detail dan kita harapkan tidak mahal karena ada kecenderungan kalau kita sudah menunjuk suatu negara tertentu kurang efisien. Oleh karenanya kita minta dilakukan studi kelayakan sekali lagi dan bulan Maret akan selesai," ujar Budi.

Adapun mengenai kerja sama pembangunan MRT, diharapkan pada akhir 2018 ini moda transportasi massal tersebut dapat diuji coba sehingga dapat dioperasikan awal 2019 mendatang. (*)

#Jepang #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Jepang terus mempertahankan tiga prinsip anti-nuklirnya yang melarang negara tersebut memiliki, memproduksi, dan membawa senjata nuklir ke wilayahnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Dewi melemparkan gelas sampanye ke arah asistennya saat itu di sebuah restoran di kawasan Shibuya, Tokyo, pada 13 Februari tahun lalu
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Bagikan