Presiden Tiongkok Xi Jinping Minta Trump dan Jong-Un Irit Bicara
Presiden China Xi Jinping dan istri Peng Liyuan tiba di bandara Hong Kong, China. (ANTARA)
MerahPutih.Com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara mendorong Presiden Tiongkok Xi Jinping angkat bicara. Xi Jinping meminta pemimpin kedua negara bisa menjaga 'ucapan dan kata' yang dapat memicu suasana menjadi lebih buruk.
Xi, Presiden Tiongkok, yang merupakan sekutu Korea Utara, menelpon Gedung Putih, untuk meminta "seluruh pihak yang bersangkutan" harus menghentikan "ucapan dan tindakan" yang dapat memperuncing suasana.
Xi juga menekankan bahwa Tiongkok dan AS memiliki "kepentingan yang sama" mengenai denuklirisasi dan menjaga perdamaian di semenjanjung Korea.
Sebelumnya Presiden Trump mencela Tiongkok karena tidak menahan Korea Utara melakukan uji coba , dengan mengatakan bahwa negara itu dapat melakukan "lebih banyak".
Pernyataan gedung putih mengatakan AS dan Tiongkok sepakat bahwa Korea Utara harus menghentikan "perilaku provokatif dan meluas".
Pejabat Korea Utara menyampaikan pernyataan melalui kantor berita milik pemerintah KCNA pada Sabtu (12/08) yang menyebutkan pemerintahan Trump "harus berbicara dan bertindak yang pantas," jika tidak ingin "imperium Amerika menemui malapetaka yang tragis".
Ketegangan yang terjadi akibat program nuklir Korea Utara yang berkepanjangan semakin memburuk ketika Korut melakukan uji rudal balistik antar benua pada Juli lalu.
Korut juga marah kepada keputusan PBB untuk meningkatkan sanki ekonomi terhadap negara tersebut, pekan lalu.
Sumber: BBC
Bagikan
Berita Terkait
Tanpa Inggris-Prancis, Donald Trump Umumkan 26 Anggota Dewan Perdamaian Gaza Termasuk Indonesia
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS