MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (31/3), mengatakan perang dengan Iran mungkin akan berakhir dalam dua atau tiga minggu. Trump menyebut negara-negara lain nantinya akan bertanggung jawab mengamankan Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia.
Sementara itu, Gedung Putih mengumumkan Trump akan menyampaikan pidato kepada rakyat Amerika pada Rabu (1/4) pukul 21.00 waktu setempat untuk memberikan pembaruan penting mengenai Iran.
Saat berbicara kepada wartawan di Oval Office, Trump mengatakan Amerika Serikat akan segera meninggalkan Iran, mungkin dalam dua minggu, mungkin tiga minggu. “Tetapi kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini,” tegasnya.
Trump sebelumnya beberapa kali mengubah sikap mengenai apakah Washington akan meningkatkan eskalasi perang yang telah mengguncang perekonomian dunia—misalnya dengan mengerahkan pasukan darat Amerika—atau mencoba mengakhirinya melalui negosiasi dengan Teheran.
“Kami ingin melumpuhkan setiap kemampuan yang mereka miliki. Mungkin saja kami mencapai kesepakatan sebelum itu,” kata Trump.
Baca juga:
IHSG Meroket ke Level 7.184 pada Perdagangan Rabu (1/4) Sore Efek Donald Trump Janji Cabut Dari Iran
Dalam perkembangan lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kampanye militer bersama melawan Iran telah mengubah wajah Timur Tengah. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran memiliki keinginan yang diperlukan untuk mengakhiri perang, asalkan musuh-musuh mereka memberikan jaminan bahwa konflik tersebut tidak akan kembali pecah.
Pernyataan Trump itu berimbas pada ekonomi. Saham AS melonjak karena harapan bahwa solusi untuk perang yang telah berlangsung selama sebulan mungkin sudah terlihat. Sementara itu, harga minyak Brent turun 3,2 persen menjadi USD 103,97 per barel saat penutupan perdagangan.(dwi)
Baca juga:
Mengenal Pulau Kharg, Urat Nadi Ekonomi Iran yang Diincar Donald Trump