Presiden AS Donald Trump Sebut Perang Iran Bisa Berakhir dalam 2 atau 3 Minggu

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 01 April 2026
 Presiden AS Donald Trump Sebut Perang Iran Bisa Berakhir dalam 2 atau 3 Minggu

Arsip - Presiden AS, Donald Trump. Foto: Dok. Setpres RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (31/3), mengatakan perang dengan Iran mungkin akan berakhir dalam dua atau tiga minggu. Trump menyebut negara-negara lain nantinya akan bertanggung jawab mengamankan Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia.

Sementara itu, Gedung Putih mengumumkan Trump akan menyampaikan pidato kepada rakyat Amerika pada Rabu (1/4) pukul 21.00 waktu setempat untuk memberikan pembaruan penting mengenai Iran.

Saat berbicara kepada wartawan di Oval Office, Trump mengatakan Amerika Serikat akan segera meninggalkan Iran, mungkin dalam dua minggu, mungkin tiga minggu. “Tetapi kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini,” tegasnya.

Trump sebelumnya beberapa kali mengubah sikap mengenai apakah Washington akan meningkatkan eskalasi perang yang telah mengguncang perekonomian dunia—misalnya dengan mengerahkan pasukan darat Amerika—atau mencoba mengakhirinya melalui negosiasi dengan Teheran.

“Kami ingin melumpuhkan setiap kemampuan yang mereka miliki. Mungkin saja kami mencapai kesepakatan sebelum itu,” kata Trump.

Baca juga:

IHSG Meroket ke Level 7.184 pada Perdagangan Rabu (1/4) Sore Efek Donald Trump Janji Cabut Dari Iran



Dalam perkembangan lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kampanye militer bersama melawan Iran telah mengubah wajah Timur Tengah. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran memiliki keinginan yang diperlukan untuk mengakhiri perang, asalkan musuh-musuh mereka memberikan jaminan bahwa konflik tersebut tidak akan kembali pecah.

Pernyataan Trump itu berimbas pada ekonomi. Saham AS melonjak karena harapan bahwa solusi untuk perang yang telah berlangsung selama sebulan mungkin sudah terlihat. Sementara itu, harga minyak Brent turun 3,2 persen menjadi USD 103,97 per barel saat penutupan perdagangan.(dwi)

Baca juga:

Mengenal Pulau Kharg, Urat Nadi Ekonomi Iran yang Diincar Donald Trump

#Donald Trump #Amerika Serikat #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Bagikan