MERAHPUTIH.COM — PEMIMPIN Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan tewas dalam serangan besar yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kematian Khamenei merupakan satu-satunya peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.
Kepastian kematian Khamenei itu disampaikan Trump, Sabtu (28/2), melalui kanal media sosialnya. Kematian itu terjadi setelah pengeboman udara gabungan AS dan Israel yang menargetkan lokasi militer dan pemerintahan Iran. Trump juga menyatakan pengeboman berat dan tepat sasaran akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang pekan ini atau lebih lama.
Pembunuhan terhadap pemimpin kedua Republik Islam tersebut, yang tidak memiliki penerus yang ditunjuk, akan menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan negara itu dan meningkatkan kemungkinan konflik berkepanjangan mengingat ancaman balasan dari Iran. Dalam unggahannya, Trump menyebut Khamenei sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah.
Trump mengatakan Khamenei tidak mampu menghindari intelijen dan sistem pelacakan AS yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel. “Tidak ada satu pun yang bisa ia lakukan, atau para pemimpin lain yang tewas bersamanya, untuk mencegahnya,” kata Trump.
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ada tanda-tanda yang semakin kuat bahwa Khamenei telah tewas ketika Israel menyerang kompleksnya pada Sabtu dini hari. Tak lama setelah pidato tersebut, dua pejabat Israel mengatakan Israel telah mengonfirmasi kematiannya. Kedua pejabat itu berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim sambil menunggu pengumuman resmi dan tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Baca juga:
Khamenei menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam 1979. Ia memiliki keputusan akhir atas semua kebijakan utama, memimpin lembaga ulama Iran serta Garda Revolusi paramiliter, dua pusat kekuasaan utama dalam sistem teokrasi negara tersebut.
Saat serangan terhadap Iran berlangsung, Trump mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih kendali atas nasib mereka dengan bangkit melawan kepemimpinan Islam. Dalam video yang mengumumkan operasi tempur besar, Trump mengatakan kepada rakyat Iran bahwa ketika AS selesai, ia meminta rakyat Iran mengambil alih. “Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda selama beberapa generasi,” tegasnya.(dwi)
Baca juga:
Presiden AS Donald Trump Nyatakan Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei