Premanisme Marak Lagi, DPRD Desak Pemprov DKI Lakukan Tindakan Lebih Keras

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Premanisme Marak Lagi, DPRD Desak Pemprov DKI Lakukan Tindakan Lebih Keras

DPRD DKI Jakarta. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masalah premanisme di Jakarta kembali menjadi sorotan. Fenomena yang belakangan viral ini memicu kritik dari Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana.

Ia menilai penanganan kasus-kasus premanisme selama ini belum memadai. Menurutnya, persoalan tersebut tidak akan tuntas jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menggunakan pendekatan konvensional yang dinilai tidak efektif.

"Pak ogah, jukir (juru parkir) liar, dan premanisme yang sudah ditangkap, 3 hari kemudian pasti ada lagi. Satpol PP menangkap, lalu 3 hari dibina di Dinas Sosial. Masalah tidak akan selesai," kata William melemparkan kritikan, yang dikutip Kamis (23/4).

Baca juga:

Pramono Janji Tindak Petugas Dishub Penerima Pungli Jukir Liar

William menegaskan, pelaku premanisme perlu diberikan efek jera. Ia pun mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk membentuk satuan tugas (satgas) gabungan bersama kepolisian guna melakukan penindakan yang lebih tegas.

"Gubernur harus membentuk satgas gabungan dengan polisi. Setelah ditangkap bukan dibina, tapi dihukum. Masalah pasti selesai," imbuhnya.

Menurutnya, premanisme kini telah berkembang menjadi persoalan serius yang semakin meresahkan masyarakat dan tidak bisa lagi ditoleransi.

"Kita perlu melihat juga bahwa masyarakat ini menjadi semakin resah dengan keberadaan premanisme di sekelilingnya. Sangat mengganggu. Terutama, kepada teman-teman pedagang kecil yang setiap harinya berada di bawah bayang-bayang pemalakan dan intimidasi," jelasnya.

Baca juga:

Premanisme di Jakarta Masih Marak, 250 Kasus Terungkap Sepanjang 2025

Lebih jauh, William menyoroti akar masalah yang dinilai belum tersentuh secara serius, yakni budaya kekerasan yang selama ini dianggap gagal ditangani secara tegas oleh Pemprov DKI Jakarta. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat para pelaku merasa memiliki impunitas dan kebal terhadap hukum.

Oleh karena itu, ia menilai sudah saatnya Pemprov DKI mengambil langkah yang lebih keras terhadap praktik kekerasan di ruang publik.

"Jangan sampai kita membiarkan adanya pihak-pihak yang dengan cara-cara intimidasi, kekerasan, dan penggunaan klaim-klaim tidak jelas memaksa masyarakat untuk memberikan apa yang mereka inginkan," pungkasnya. (Asp)

#Premanisme #Pemprov DKI Jakarta #DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tiket Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, DPRD DKI Buka Suara
Tiket masuk Ancol kini diusulkan gratis. DPRD DKI Jakarta pun buka suara perihal usulan tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 27 Oktober 2026
Tiket Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Tembus Rp 625 Miliar dalam Dua Hari, Ini Dampak Konser Kanye West dan JRF bagi Jakarta
Pramono Anung menyebut Jakarta Running Festival menyumbang Rp 175 miliar dan konser Kanye West Rp 450 miliar, dengan total dampak ekonomi Rp 625 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Tembus Rp 625 Miliar dalam Dua Hari, Ini Dampak Konser Kanye West dan JRF bagi Jakarta
Indonesia
Pramono Setuju Taman Puring Direvitalisasi Jadi Taman Disabilitas, Pedagang Dicarikan Tempat Baru
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bakal merevitalisasi Taman Puring menjadi Taman Disabilitas.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Pramono Setuju Taman Puring Direvitalisasi Jadi Taman Disabilitas, Pedagang Dicarikan Tempat Baru
Indonesia
821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Tito Karnavian Singgung Anggaran DKI
Tito Karnavian meminta Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran bedah rumah. BPS mencatat 821.840 rumah di Jakarta tidak layak huni pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Tito Karnavian Singgung Anggaran DKI
Indonesia
Mulai 2027, Pencari Kerja di Jakarta Bisa Naik Transjakarta hingga MRT Gratis
Pramono Anung menyatakan transportasi umum di Jakarta, termasuk Transjakarta, MRT, LRT, dan Mikrotrans, akan gratis bagi pencari kerja mulai 1 Januari 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Mulai 2027, Pencari Kerja di Jakarta Bisa Naik Transjakarta hingga MRT Gratis
Indonesia
Penumpang Transportasi Publik Jakarta Tembus 368,4 Juta, Naik 10,8 Persen
Penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 368,4 juta pada triwulan III 2026, naik 10,8 persen dibandingkan 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Penumpang Transportasi Publik Jakarta Tembus 368,4 Juta, Naik 10,8 Persen
Indonesia
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
PAM Jaya meraih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan 2026 dengan predikat AA atau Sangat Memuaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
Indonesia
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Bank Jakarta menyiapkan Rp 5,87 triliun untuk proyek strategis DKI. Hal ini melalui kerja sama dengan BUMD, BUMN, hingga perangkat daerah DKI Jakarta.
Soffi Amira - Selasa, 13 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Indonesia
Bayar MRT Jakarta Terintegrasi JakLingko Mulai 12 Oktober 2026
Mulai 12 Oktober 2026, pembayaran MRT Jakarta terintegrasi JakLingko. Simak daftar kartu yang bisa digunakan, cara tapping, dan tarif integrasi Rp10.000.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Bayar MRT Jakarta Terintegrasi JakLingko Mulai 12 Oktober 2026
Indonesia
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Pemprov DKI Jakarta mempercepat proyek jalan tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung. Jalan ini ditargetkan seleai 2027.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Bagikan