Prancis Tekan Isreal Buka Pembatasan Akses Bantuan, Pengiriman Udara Tidak Cukup
Ilustrasi - Warga Gaza saat antre air bersih di kamp pengungsian. ANTARA/Anadolu/py.
MerahPutih.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan peningkatan tajam kematian akibat malnutrisi di Gaza, termasuk 21 kematian balita sejak awal tahun 2025.
Malnutrisi akut memengaruhi lebih dari 10 persen populasi, dan lebih dari 20 persen ibu hamil dan menyusui yang dites menderita malnutrisi yang seringkali telah mencapai kondisi parah.
Saat ini krisis kelaparan semakin parah akibat penghentian pengiriman bantuan dan pembatasan akses.
Militer Prancis telah melakukan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara ke Jalur Gaza tetapi hal itu dinilai tidak cukup untuk mengatasi kelaparan di sana
Baca juga:
Prancis Siap Akui Palestina: Begini Reaksi Israel dan AS
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, menghadapi krisis kemanusiaan yang mendesak, prancis pengiriman bantuan makanan melalui udara di atas Gaza.
"Saya berterima kasih kepada mitra Yordania, Uni Emirat Arab, dan Jerman atas dukungan mereka, serta kepada angkatan bersenjata kami atas dedikasi mereka," ujar Macron di X.
Pemimpin Prancis tersebut menekankan, pengiriman bantuan melalui udara "tidak cukup" dan bahwa Israel "harus memberikan akses kemanusiaan penuh untuk mengatasi risiko kelaparan."
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan bahwa Prancis akan mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara kepada penduduk Jalur Gaza mulai Jumat.
Sebanyak 40 ton pasokan bantuan darurat akan dikirimkan melalui empat penerbangan, tambah Barrot.
Selain Prancis, pesawat-pesawat militer Jerman juga mengirimkan bantuan kemanusiaan pertama melalui udara bagi penduduk wilayah kantong Palestina tersebut, ungkap Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Jerman dalam sebuah pernyataan bersama.
Dua penerbangan pertama menjatuhkan 34 palet berisi hampir 14 ton makanan dan obat-obatan yang disumbangkan oleh Organisasi Amal Hashemite Yordania (JHCO).
Namun, karena hanya sebagian kecil bantuan yang diperlukan yang dapat dikirimkan melalui udara dan operasinya sulit serta membutuhkan banyak pengalaman dan pengetahuan dari para profesional militer.
Di sisi lain, Jerman kembali mendesak Israel untuk dapat segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Pimpinan Ormas Islam: Prabowo Siap Mundur dari Aliansi Trump dengan 1 Syarat
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Presiden Prabowo Adakan Pertemuan Dengan Ormas Islam, Bahas Dewan Perdamaian
Komisi I DPR Kecam Serangan Israel ke Gaza, Singgung Peran Board of Peace
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.