Pramono Siap Sediakan Lahan Sekolah Rakyat di Jakarta
(kanan) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan (kiri) Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (foto: dok Pemprov DKI)
MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/10). Pertemuan tersebut membahas sejumlah program nasional, salah satunya inisiatif pembangunan sekolah rakyat.
"Untuk sekolah rakyat, kami segera merapatkan dan memutuskan daerah-daerah yang bisa disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lahannya. Pembangunan sepenuhnya akan menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Jika terwujud, hal ini menjadi bentuk kolaborasi yang sangat baik," ujar Pramono.
Ia juga menegaskan pentingnya integrasi data antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat pengambilan keputusan serta memastikan pembangunan yang tepat sasaran. Jakarta memiliki sejumlah program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga pemutihan ijazah bagi difabel dan lansia.
"Banyak di antaranya sejalan dengan program pemerintah pusat. Jika bisa disinergikan, saya yakin hasilnya akan lebih tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pertemuan dengan Gubernur Pramono membahas tiga hal penting sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pertama, integrasi data agar bantuan sosial tepat sasaran. Kedua, pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri. Ketiga, rencana pembangunan sekolah rakyat.
"Kami menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat penting. Pemerintah DKI menyiapkan lahannya, dan desain bangunan sudah disiapkan tim Presiden. Insya Allah, jika lahan yang ditawarkan cocok, pembangunannya akan dibiayai menggunakan APBN sebagai bagian dari program strategis nasional Presiden," kata Mensos Saifullah.
Sekolah Rakyat merupakan program gagasan Presiden yang sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memutus rantai kemiskinan. Sekolah ini berbentuk asrama (boarding school) yang menggabungkan pendidikan formal (kurikulum nasional) dengan pendidikan karakter, meliputi kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan.
Baca juga:
Sekolah Rakyat SD Solo Resmi Dibuka, Wamensos Agus Sebut Memutus Transmisi Kemiskinan
Penerima manfaat program ini ialah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan 2) yang berprestasi secara akademik dan bersedia tinggal di asrama. Proses penerimaan dilakukan melalui lima tahap seleksi. Pemprov DKI bertugas sebagai pengawas dan pelaksana verifikasi lapangan.
Saat ini, terdapat tiga Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di Jakarta, yakni:
- SRMA 9 Jakarta Timur: 50 siswa SMA (2 rombongan belajar), 16 guru, dan 17 tenaga kependidikan.
- SRMP 6 Jakarta Timur: 70 siswa SMP (3 rombongan belajar), 12 guru, dan 3 tenaga kependidikan.
- SRMA 10 Jakarta Selatan: 100 siswa SMA (4 rombongan belajar), 17 guru, dan 3 tenaga kependidikan.
Pemprov DKI terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat melalui berbagai langkah, seperti:
a. Dinas Sosial telah mengidentifikasi aset di kawasan Margaguna, Jakarta Selatan, yang ditargetkan mampu menampung 600 siswa jenjang SD dan SMP.
b. Pemprov DKI siap menindaklanjuti rencana penggunaan aset tersebut melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pinjam Pakai dengan Kementerian Sosial.
c. Memfasilitasi pemberian KJP Plus bagi peserta didik sebanyak 139 dari total 220 siswa Sekolah Rakyat, dengan total bantuan Rp 663.120.000 selama 12 bulan.
d. Melibatkan guru dalam berbagai kegiatan pengembangan kompetensi, seperti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan pelatihan.
e. Mengikutsertakan peserta didik dalam berbagai kegiatan bersama sekolah reguler, seperti lomba dan kegiatan siswa lainnya.
f. Memberikan pendampingan dari pengawas Suku Dinas dan Dinas Pendidikan.
g. Menugaskan sejumlah guru PNS sebagai kepala sekolah di Sekolah Rakyat. Para kepala sekolah menerima gaji pokok Rp 4.436.000–Rp 4.924.800 sesuai golongan, ditambah Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Rp 8.910.000–Rp 10.830.000 dari Pemprov DKI, serta TKD tambahan dari Kementerian Sosial.(Asp)
Baca juga:
Muhaimin Ingin Sekolah Umum Contoh Sekolah Rakyat, Memetakan Talenta
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pramono Sebut Banjir di Jakarta Mulai Surut, Aktivitas Warga Kembali Normal
Gubernur DKI Optimistis Bank Jakarta IPO Tahun Depan, Ini Strategi Besarnya
Atasi Banjir Jakarta, Pemprov DKI Prioritaskan Normalisasi 3 Sungai
Jalan Gatot Subroto Rusak, Pramono: Akan Diperbaiki Setelah 27 Januari
Respons Keluhan Warga Terdampak Banjir, Gubernur DKI Tambah Pompa Air di Rawa Buaya
DPRD Tagih Janji Gubernur Pramono Banjir Jakarta Surut 1,5 Jam dengan Sistem Pompa
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Banjir Setinggi 50 Sentimeter Genangi Kawasan Green Garden Kedoya Kebon Jeruk Jakbar
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama