Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik 521 pejabat fungsional di Balai Kota pada Rabu (4/3) guna memperkuat pelayanan publik dan ketertiban kota.
Dalam seremoni Pengambilan Sumpah Jabatan tersebut, Pramono menginstruksikan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang mendominasi pelantikan untuk segera bergerak menjaga estetika ruang publik dengan pendekatan lebih manusiawi namun tetap tegas.
Baca juga:
Gubernur Pramono Perintahkan Satpol PP Tertibkan PKL dan Ojol yang Ganggu Ketertiban
Transformasi Humanis Satpol PP Jakarta
Pramono Anung menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penegakan peraturan daerah (perda). Penegakan hukum di jalanan tidak boleh lagi identik dengan kekerasan, melainkan harus mencerminkan profesionalitas tinggi sebagai garda terdepan penjaga ketertiban kota global.
“Sebagian besar pejabat fungsional yang dilantik hari ini adalah Polisi Pamong Praja, yaitu sebanyak 473 orang. Seluruh jajaran harus menjalankan tugas penegakan peraturan daerah dengan mengedepankan sikap yang tegas namun tetap humanis, profesional dan tanpa diskriminasi,” tegas Pramono Anung, Rabu (4/3).
Target Jakarta Kota Global
Memasuki bulan suci Ramadan, Gubernur juga menyoroti fenomena "manusia gerobak" dan pengemis yang kerap menjamur di titik-titik strategis ibu kota. Menurutnya, keteraturan ruang publik adalah cermin dari kemajuan sebuah kota di mata dunia.
Baca juga:
Satpol PP DKI Lakukan Penjagaan Ekstra 43 Lokasi Rawan Tawuran
Kehadiran Satpol PP diharapkan mampu memastikan fungsi trotoar tetap aman bagi pejalan kaki tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.
“Penertiban pengemis hingga manusia gerobak harus dilakukan karena itu tidak mencerminkan sebagai kota global. Alhamdulillah sekarang ini praktis di jalanan tidak seperti biasanya,” tambah Pramono.
Ia juga memastikan bahwa seluruh pengisian jabatan ini murni berdasarkan prinsip meritokrasi yang transparan dan akuntabel tanpa ada praktik titipan.

