Pramono Anung Tak akan Ikuti Jejak Anies Pakai TGUPP
Pramono Anung saat meninjau bantaran kali Krukut di Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (15/10). (Foto: Dok Timses Pram-Doel)
Merahputih.com - Gubernur dan Wakil Jakarta terpilih Pramono Anung-Rano Karno menegaskan tidak akan menggunakan tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) seperti era Gubernur Anies Baswedan.
TGUPP sendiri merupakan sebuah tim dan bukan merupakan Perangkat Daerah.
"Saya memang ingin lebih hal yang fungsional karena saya meyakini birokrasi pemerintahan Jakarta ini salah satu birokrasi pemerintahan yang sudah sudah kuat," ujar Pramono, Selasa (4/2).
Baca juga:
Nantinya, Pramono-Rano akan memilih tujuh orang staf khusus untuk membantu kerja mereka membangun Jakarta. Staf tersebut juga bukan berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
"Beberapa profesional, dari tujuh orang yang ada. Saya lebih percaya memakai profesional," kata Pramono.
Jumlah staf khusus sebanyak tujuh orang sesuai dengan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Para staf khusus ini memiliki tugas utama membantu kerja gubernur dan wakil gubernur.
"Karena memang Undang-Undangnya menyebut tujuh (staf). Saya akan menaati aturan perundang-undangan bahwa mempunyai tujuh staf khusus," katanya.
Baca juga:
Pramono Bakal Buat Pergub Terkait Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Lebih lanjut, dia mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan para Gubernur Jakarta terdahulu seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan dan Joko Widodo guna mendapatkan saran terkait upaya membangun Jakarta.
"Jadi, untuk urusan itu saya tidak mau kemudian ada batasan. Beliau-beliau ini pasti akan kami minta bantuan minta tolong, minta saran, minta pendapat. Bagi saya itu adalah hal yang biasa," demikian kata Pramono.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Transjabodetabek Bakal Tembus Bandara Soetta, Pramono: Saya Yakin akan Ramai
Pemprov DKI Mulai Bangun Giant Sea Wall September 2026
Ada Stasiun MRT, Kawasan Harmoni Diproyeksikan Jadi Pusat Transit Oriented Development
Pramono Anung Targetkan Stasiun Harmoni Sebagai Pusat Nongkrong Baru Warga Jakarta Tahun 2029
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Gelar Lomba Lampu dan Lampion Imlek di Pusat Perbelanjaan