Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Potensi Dampak Negatif Membawa Anjing Jalan-Jalan dengan Tali

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Mei 2023
Potensi Dampak Negatif Membawa Anjing Jalan-Jalan dengan Tali

Peneliti di Universitas John Hopkins memaparkan fakta bahwa banyak kecelakaan yang menyebabkan cedera otak traumatis akibat bawa jalan-jalan anjing. (Pexels/Mikayla Meeker)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI pemilik anabul khususnya anjing, membawa jalan-jalan hewan kesayangan mereka itu dipastikan sudah menjadi bagain dari jadwal kegiatan yang harus dilakukan secara rutin.

Terdapat berbagai manfaat dari kegiatan ini, baik bagi si pemilik serta anjingnya. Dari mulai membantu kamu berolahraga sekaligus mendekatkan diri dengan anabul serta membantu anjing peliharaanmu lebih sehat dari sisi fisik serta perilaku sosialnya.

Namun, penelitian yang belum lama diungkap Universitas John Hopkins membawa jalan anjing dengan menggunakan tali ternyata memiliki potensi dampak negatif.

Pada saat membawa jalan-jalan anjing, mayoritas pemilik anabul pasti menggunakan tali agar bisa lebih mudah mengontrol arah pergerakan hewan peliharaanya itu sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Pihak Universitas John Hopkins justru menunjukan bahwa kegiatan ini acap kali berujung terjadinya cedera bagi para pemilik anabul. Di mana cedera yang paling umum terjadi dalam penelitian panjang mereka adalah cedera otak traumatis atau yang dikenal dengan istilah Traumatic Brain Injuries (TBI) di dunia medis Barat.

Baca juga:

Anjing Bisa Menjadi Teman Terbaik Ketika Kamu Berduka

Selama 20 tahun dalam proses penelitian ini, ada ratusan ribu pasien yang dilarikan ke IGD akibat mengalami cedera saat membawa jalan-jalan anjing dengan tali. (Pexels/Jan Kroon)

Riset yang baru-baru ini dipublikasikan melalui jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise memaparkan hasil penelitian selama 20 tahun yang dilakukan oleh para peneliti di John Hopkins School of Medicine dan John Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Ternyata insiden yang melibatkan pemilik anjing yang membawa jalan-jalan peliharaannya dengan tali cukup banyak di Amerika Serikat (AS).

“Menurur survei kepemilikan hewan peliharaan nasional 2021-2022, hampir 53% rumah tangga di AS memiliki setidaknya satu ekor anjing. Kepemilikan anjing juga meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir selama pandemi COVID-19,” tulis penulis utama riset ini Ridge Maxson, sebagaimana dikutip dari laman John Hopkins University pada April 2023.

Ditambahkan kemudian, meskipun membawa jalan-jalan anjing merupakan aktivitas sehari-sehari yang umum dilakukan oleh orang dewasa, hanya sedikit riset yang mencirikan beban cederanya. Kami melihat perlunya informasi yang lebih komprehensif tentang insiden semacam itu.

Data utama yang dianalisa oleh tim peneliti Universitas John Hopkins itu berasal dari National Electronic Injury Surveillance System yang dioperasionalkan oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen AS.

Baca juga:

COVID-19 Bisa Dideteksi lewat Penciuman Anjing

Potensi cedera parah lebih membayangi kelompok lansia. (Pexels/Darya Sannikov)

Diitemukan fakta bahwa dari 2001-2020 terdapat sekitar 422.659 pasien orang dewasa yang masuk ke ruang gawat darurat akibat cedera yang terjadi saat membawa jalan-jalan anjing dengan tali. Di mana cedera yang paling sering terjadi adalah patah jari, keseleo di bahu, serta patah pinggul, cedera otak traumatis.

Cedera otak traumatis yang tercatat dalam riset ini biasanya terdiri dari gegar otak dan cedera kepala internal seperti memar para jaringan otak, hematoma epidural, atau hematoma subdural. Untuk cedera ini serta patah pinggul disebut paling sering terjadi bagi pemilik anjing berusia 65 tahun ke atas.

Dengan paparan data lengkapnya adalah perempuan kemungkinan mengalami patah tulang 50 persen lebih tinggi dibandingkan pria. Sedangkan lansia yang membawa jalan-jalan anjing dengan tali kemungkinan tiga kali lipat berpotensi jatuh jika dibandingkan anak muda.

Kemudian, lansia juga berpotensi dua kali lipat mengalami patah serta 60 persen mengalami cedera otak traumatis saat terjatuh ketika membawa jalan-jalan anjing dengan tali jika dibandingkan mereka yang masih muda.

“Kami mendorong dokter untuk menyaring kepemilikan hewan peliharaan, menilai risiko patah tulang dan potensi jatuh, serta mendiskusikan praktik berjalan anjing yang aman pada kunjungan check up kesehatan rutin bagi mereka yang masuk kategori rentan,” tambah penulis senior di penelitian ini sekaligus Direktur Divisi Bedah Bahu dan Siku di John Hopkins Medicine Edward McFarland. (aru)

Baca juga:

Lima Kesalahan saat Memandikan Anjing Peliharaan

#Anjing #Merawat Anjing #Hewan Peliharaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Gohan: Cerita Anjing Dengan Bermacam Tuan Dari Berbagai Latar Belakang
Dinamika ceritanya tak hanya fokus menyoroti tingkah laku lucu anjing tersebut, namun juga konflik yang mengancam nyawa
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Gohan: Cerita Anjing Dengan Bermacam Tuan Dari Berbagai Latar Belakang
Fun
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
PetFest Indonesia 2026 hadir di ICE BSD dengan konsep Petropolis. Ada petting zoo, adopsi hewan, hingga safari garden. Tiket mulai Rp50.000.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
Berita
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Start-up di Meksiko mengolah ikan sapu-sapu menjadi camilan hewan bernutrisi. Inovasi ini jadi solusi masalah lingkungan sekaligus peluang bisnis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fun
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Ingin menitipkan hewan peliharaan saat mudik Lebaran? Simak 5 tips memilih pet hotel agar anabul tetap aman, sehat, dan tidak stres selama ditinggal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Indonesia
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
"Kami akan memastikan nama pelapor tetap kami rahasiakan, jadi tidak perlu takut," kata Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan Sidabalok
Wisnu Cipto - Selasa, 09 Desember 2025
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
Indonesia
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Pramono berharap regulasi ini dapat berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan warga Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Desember 2025
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Indonesia
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memberlakukan Pergub larangan jual-beli daging anjing dan kucing di Jakarta.
Soffi Amira - Rabu, 26 November 2025
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Indonesia
Anjing Liar Goyang Pariwisata Babel, Pemprov Terbitkan Kebijakan Eliminasi
Kini banyak anjing liar di kawasan objek wisata Babel yang kerap mengganggu pengunjung, bahkan sampai melakukan penyerangan terhadap para wisatawan
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Anjing Liar Goyang Pariwisata Babel, Pemprov Terbitkan Kebijakan Eliminasi
Lifestyle
Good Boy: Film Horor Tentang Anjing yang Melawan Arwah Jahat
Good Boy berbeda dari film horor lainnya adalah pendekatannya yang tak biasa cerita disampaikan sepenuhnya dari perspektif seekor anjing bernama Indy.
ImanK - Rabu, 20 Agustus 2025
Good Boy: Film Horor Tentang Anjing yang Melawan Arwah Jahat
Bagikan