Headline

Posisi Ketua Umum Partai Tentukan Calon yang Berlaga di Pemilu 2024

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 04 Juli 2019
 Posisi Ketua Umum Partai Tentukan Calon yang Berlaga di Pemilu 2024

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai posisi ketua umum partai punya peran strategis dalam Pemilu 2024 nanti (Foto: Dok Pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai meski masih lama, kontestasi Pemilu 2024 sudah terasa gaungnya. Pasalnya, saat itulah merupakan kontestasi tokoh-tokoh baru, tanpa petahana yang kembali maju.

Pengajar Universitas Al-Azhar Jakarta ini menilai, dinamika Parpol juga berubah salah satunya posisi ketua umum.

"Dengan menjadi ketum parpol, harapan bisa menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2024. Biasanya itu yang menjadi target ketum. Seandainya tidak bisa mencalonkan diri pun, ketum parpol sangat dibutuhkan karena bisa menjadi king maker untuk menentukan siapa capres dan cawapres dari partainya," terang Ujang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/7).

Dalam konteks ini, kata Ujang, bisa dipahami jika sekarang mulai terjadi dinamika internal di tubuh beberapa parpol dengan dorongan pergantian ketua umum melalui forum tertinggi partai.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Perebutan posisi ketua umum ini, kata dia, lebih pada untuk mendapatkan posisi strategis untuk pemilu 2024.

"Meskipun pergantian ketum ini juga bisa dipicu oleh alasan lain seperti perolehan suara partai yang tidak sesuai target di pileg 2019 atau karena ada mekanisme rutin lima tahunan di tubuh parpol," ungkap dia.

Partai Demokrat dinilai, masih stabil karena trah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih kuat.

Menurut dia, posisi SBY masih kuat dan belum ada figur lain yang mempunyai kapasitas yang sama dengan SBY.

BACA JUGA: Andre Rosiade: Kemungkinan Besar Bang Sandi akan Kembali ke Gerindra

Soal Rekonsiliasi, Jokowi Harus Rangkul Prabowo

"Jadi Demokrat memang sepertinya masih membutuhkan SBY. Masih banyak pendukung SBY di Demokrat dan pendukungnya lebih banyak dan lebih loyal dari pada yang mengkritik dan mendesaknya mundur," jelas Ujang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menambahkan, dinamika internal Golkar akan kencang karena banyak tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menentukan posisi ketum parpol.

"Sekarang yang muncul calon ketumnya adalah Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Nanti, tinggal lihat nanti arah dukungan para senior Golkar dan berbagai elemen di Partai Golkar," tutupnya.(Knu)

#Pengamat Politik #Partai Golkar #Partai Demokrat #Susilo Bambang Yudhoyono #Airlangga Hartarto
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Diskon Transportasi Hingga WFA, Cara Pemerintah Dongkrak Ekonomi Nasional
Pemerintah menyiapkan paket stimulus jangka pendek senilai Rp 12,83 triliun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Diskon Transportasi Hingga WFA, Cara Pemerintah Dongkrak Ekonomi Nasional
Indonesia
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
Selain peningkatan batas investasi dapen dan perusahaan asuransi, reformasi juga mencakup kebijakan peningkatan minimal free float saham menjadi 15 persen serta rencana demutualisasi BEI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Indonesia
Indonesia Bidik Investasi Perusahaan Teknologi Nvidia, Amazon, Docusign dan Crowdstrik
Airlangga memanfaatkan rangkaian agenda WEF untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan perusahaan digital asal Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
Indonesia Bidik Investasi Perusahaan Teknologi Nvidia, Amazon, Docusign dan Crowdstrik
Indonesia
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai pernyataan itu patut dibaca sebagai peringatan dini dan bukan sekedar ramalan.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Indonesia
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Ia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Berita Foto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai pertemuan dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Januari 2026
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat
Indonesia
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Trump meminta Indonesia memberikan akses pada sumber daya alam, mineral serta meminta Indonesia membeli minyak dari Amerika.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Indonesia
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Bagikan