MerahPutih.Com - Kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra yang juga mantan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Kongres V PDIP di Bali menurut analisis beberapa pengamat politik sebagai sinyal koalisi sekaligus bentuk komunikasi politik antarpartai.
Hipotesis ini tampaknya tidak berlaku bagi politisi Golkar yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Menurutnya, kehadiran Prabowo menunjukkan ada kepentingan lain yang lebih besar dari sekadar koalisi atau pragmatisme politik sesaat.
Baca Juga: Gerindra Bantah Telah Sepakat dengan PDIP Terkait Pilpres 2024
Bamsoet menilai dengan kedatangannya dalam Kongres PDIP, Prabowo ingin memberi pesan kepada para pendukungnya dan masyarakat bahwa kepentingan bangsa harus menjadi prioritas dan ditempatkan di atas kepentingan partai atau golongan.
Ia melihat bahwa Prabowo juga tak ingin ada gesekan yang berkelanjutan di tengah polarisasi masyarakat yang terbentuk sepanjang Pemilu 2019 ini.
"Gesekan yang berpotensi melukai anak bangsa tidak terjadi lagi. Di atas persaingan kita harus tempatkan diri kita untuk dahulukan kepentingan bangsa dan negara,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/8).
Menurut Bamsoet, saat ini sudah tidak tidak penting lagi partai-partai meninggikan ego masing-masing.
Karena sudah saatnya anak-anak bangsa terbaik yang akan maju menjadi pengawal Presiden menjalankan dan menuntaskan program-program kerja yang telah dirancang.
“Semua harus punya kesadaran kalau kita punya kader-kader yang mampu ditempatkan di posisinya, ya kita dahulukan,” tuturnya.
Baca Juga: Elite Gerindra: Prabowo Banting Setir, 'Penumpang Gelap' di Kubu 02 Gigit Jari
Ia berharap agar semua pihak termasuk kubu Prabowo ikut mendukung pemerintahan ke depan.
“Bagaiaman kita dorong pemerintahan pak Jokowi ke depan harus lebih sukses dari sebelumnya,” imbuh Bamsoet.
Ketua DPP Partai Golkar ini juga menyatakan bahwa kompetisi politik khususnya Pilpres 2019 sudah rampung. Saat ini tugas para elite dapat bekerjasama untuk membangun Indonesia lebih baik lagi, tentunya dengan pembagian tugas yang tepat.
“Persaingan kompetisi kita sudah selesai. Saatnya kita bangun bangsa ini ke depan. Bagaimana sekarang retribusi kekuasaanya dan harapannya harus dilakukan dengan baik tanpa menekan-nekan dan mementingkan siapa yang berhak,” tutupnya.(Knu)
Baca Juga: Masuk Koalisi Jokowi atau Oposisi, September Gerindra Bakal Tentukan Sikap Politik