Politikus PDIP Nilai Hak Angket Yasonna seperti Bazoka
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan keterangan pers seusai rapat terbatas kabinet bidang polhukam di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/3). (Foto: Antara/Andika Wahyu)
MerahPutih Politik - Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, mengatakan, hak angket merupakan salah satu hak yang dimiliki anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengkritisi kebijakan strategis pemerintah yang berdampak luas. Karena itu, hak angket untuk Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tidak sesuai.
"Over suit. Artinya terlalu berlebihan," kata dia kepada Merahputih.com, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/3). (Baca: PDIP Tidak Akan Ikut Usulkan Hak Angket untuk Yasona)
Menurut anggota DPR RI ini, hak angket untuk Yasonna sama halnya memburu tikus dengan senjata bazoka. "Kan cukup dengan senapan angin," tandas dia. (Baca: Zulkifli Hasan Instruksikan Kader PAN Tak Ikut Pengajuan Hak Angket Menteri Yasonna)
Seperti diketahui, anggota DPR melayangkan hak angket untuk Yasonna. Hal tersebut dilakukan untuk memperjelas dugaan Yasona yang dinilai memiliki loyalitas ganda saat menjalankan tugasnya sebagai menteri hukum dan HAM. Bahkan, hak angket itu mendapat dukungan setelah Yasonna ikut andil memutus konflik di internal PPP dan Golkar. (mad)
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP