Polisi Tangkap Ketua KNPB Mimika Terkait Kerusuhan Papua

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 12 September 2019
Polisi Tangkap Ketua KNPB Mimika Terkait Kerusuhan Papua

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika, Steven Itlay. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polisi menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika, Steven Itlay terkait kerusuhan Papua pada 29 Agustus lalu. Ia diduga menggerakan massa untuk berbuat rusuh.

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini, pelaku sedang didalami perannya dalam kerusuhan di Jayapura dan beberapa wilayah di Papua. Steven diduga melakukan komunikasi dengan Benny Wenda terkait unjuk rasa berujung kericuhan.

Baca Juga

Tokoh Papua Larang Benny Wenda Ikut Campur Masalah NKRI

"Diduga terkoneksi dengan BW (Benny Wenda)," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (12/9)

Steven diketahui membantu mengatur pergerakan KNPB Mimika dan Sentani untuk berunjuk rasa. Steven juga mengirimkan instruksi ke seluruh pimpinan KNPB wilayah untuk beraksi.

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

Ia pernah tersandung kasus kepemilikan bahan peledak dan makar pada Oktober 2012. Dia juga ditangkap karena perkara makar pada 2016 lalu. Steven berstatus buronan kasus makar sejak September 2018.

Sebelum Steven, polisi menangkap Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni pada Senin (9/9). Dugaan awal, polisi menduga Steven berperan menggerakan massa di Mimika untuk unjuk rasa di Mimika. Dan juga mengatur mobilisasi massa dari Sentani.

Baca Juga

Benny Wenda Tuding Indonesia Perlakukan Papua Seperti Timor Leste

“(SI) Mengirim instruksi kepada seluruh pimpinan KNPB wilayah (untuk unjuk rasa),” imbuh Dedi.

Sebelumnya, intimidasi yang dialami mahasiswa Papua di Malang, dan Surabaya, Jawa Timur berbuntut panjang.

Senin (19/8) pagi kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat dan beberapa titik lain. Sejumlah elemen masyarakat menggelar demontrasi di sejumlah titik. Kontak senjata pun terjadi antara petugas keamanan dengan kelompok perusuh dari Paniai di depan kantor Bupati Deiyai, Rabu (28/8).

Akibatnya 1 orang anggota TNI tewas dan 5 aparat lainnya terkena panah. Total sampai dengan Kamis (5/9), polisi telah menetapkan 87 orang tersangka dalam kerusuhan ini.

Baca Juga

Polda Papua Tangkap Anak Buah Benny Wenda

Mereka terdiri dari pihak yang berada di Papua dan Papua Barat, Jawa Timur, serta DKI Jakarta. Belum lama ini, polisi juga menangkap IBL yang diduga sebagai aktor intelektual lapangan yang menyebabkan kerusuhan. (Knu)

#Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan