Polisi Tangkap Admin Facebook Grup STM se-Jakarta Hasut Berbuat Anarkis saat Demo UU Ciptaker

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 27 Oktober 2020
Polisi Tangkap Admin Facebook Grup STM se-Jakarta Hasut Berbuat Anarkis saat Demo UU Ciptaker

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana (pegang mic). Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkapi sejumlah admin facebook grup STM se-Jakarta. Ada dua orang tersangka berinisial GAS (16) dan JF (17) memiliki peran berbeda dan ditangkap di lokasi terpisah

Tim yang dipimpin Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Roma Hutajulu ini menangkapi para tersangka GAS di beberapa tempat berbeda. Yakni di Stasiun Kereta Api Kelas II Klender RT.6/RW.8, Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Kamis (22/10). Sedangkan, tersangka JF ditangkap di Jalan Bulak Timur 1 Kelurahan Klender, Jakarta Timur pada Sabtu (24/10).

Baca Juga

Kapolda Metro Angkat Suara saat Jakarta Jadi Marak Begal Sepeda

Roma juga telah melakukan penangkapan terhadap 3 pelaku lainnnya, yaitu MLAI (16) dan WH (16) admin grup Facebook STM Sejabodetabek serta SN (17) akun instagram @panjang.umur.perlawanan yang menghasut dan memprovokasi pelajar melakukan kerusuhan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana menuturkan, pelaku membuat postingan pada akun media sosial facebook yang bermuatan provokasi dan ajakan.

"Tujuan membuat kericuhan dan melawan aparat keamanan pada saat pelaksanaan demo tolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu," jelas Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Nana
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana (tengah). Foto: MP/Kanu

Nana menuturkan, penangkapan ini berawal ketika Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menerima informasi adanya akun media sosial facebook grup STM Sejabodetabek dengan followers 20.000 menghasut dan provokasi para pelajar untuk ikut demo dan berbuat kerusuhan.

"Sehingga dilakukan profiling terhadap akun-akun tersebut kemudian dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 2 orang yang merupakan pembuat atau creator dan admin akun facebook grup STM Sejabodetabek," tegas Nana.

Atas perbuatan itu, keduanya dikenakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45a ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU Nomer 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun penjara.

Kemudian, dikenakan Pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun. Dan Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 3 tahun.

Nana menjelaskan, proses pengungkapan akun facebook grup STM sejabodetabek tidak berhenti sampai disini.

"Jadi tidak menutup kemungkinan akan banyak para members didalam grup tersebut yang akan diamankan karena sejumlah postingan terkait dengan ajakan, hasutan, provokasi dengan tujuan untuk membuat kerusuhan dan melawan aparat keamanan pada saat pelaksanaan demo tolak UU Cipta Kerja," jelas Nana.

Sementara itu, sebanyak 67 tersangka demo rusuh menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law pada 8 dan 13 September 2020 di wilayah hukum Polda Metro Jaya memiliki dua peran berbeda. Nana menjelaskan, kelompok pertama adalah orang-orang masuk kategori pelaku lapangan.

Para pelaku lapangan ini, berperan merusak sejumlah fasilitas publik. Mereka membakar dan merusak sejumlah tempat, salah satunya gedung Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Baca Juga

Bareskrim Garap Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung

Sedangkan, kelompok kedua adalah pelaku yang menggerakkan massa untuk berbuat rusuh. Mereka terbukti mengunggah dan menyebarkan seruan di media sosial agar merusuh saat aksi.

"Pertama, kelompok pelaku lapangan yaitu yang melempar, merusak, membakar di beberapa TKP seperti gedung di ESDM, halte busway, dan pos polisi. Kelompok 2, pelaku yang menggerkakan, dimana kelompok yang mengadu, mempositing dan menyebarkan dan mengajak demo rusuh melalui medsos dan ajakan langsung," katanya. (Knu)

#Kapolda Metro Jaya #UU Cipta Kerja #Demo UU Cipta Kerja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Polda Metro Jaya menerima 197 aduan masyarakat pada 11–25 Oktober 2026. Sebanyak 36 laporan selesai. Simak nomor WhatsApp Aduan Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Daftar Lengkap Sasaran Operasi Patuh Jaya 2026 yang Mulai Digelar Hari Ini Hingga Bulan Depan
Operasi Patuh Jaya 2026 resmi digelar Polda Metro Jaya mulai hari ini! Cek jadwal lengkap, daftar sasaran pelanggaran, dan aturan tilang terbarunya biar gak boncos di jalan.
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Oktober 2026
Daftar Lengkap Sasaran Operasi Patuh Jaya 2026 yang Mulai Digelar Hari Ini Hingga Bulan Depan
Indonesia
AI kian Canggih, Kapolda Metro Jaya: Anak-anak Terancam jika tak Paham Teknologi
Dadang mendorong sekolah mengoptimalkan laboratorium AI untuk memperkenalkan teknologi, mengembangkan pengetahuan, serta melatih keterampilan komunikasi siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
AI kian Canggih, Kapolda Metro Jaya: Anak-anak Terancam jika tak Paham Teknologi
Indonesia
Kapolda Metro Dorong Siswa Korban Perundungan Berani Lapor dan Minta Tolong
Anak-anak juga diminta tidak ikut mengejek korban dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Kapolda Metro Dorong Siswa Korban Perundungan Berani Lapor dan Minta Tolong
Indonesia
Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tunjuk Komjen Prof Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya baru. Cek profil lengkap dan rekam jejak akademisnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
 Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Indonesia
Polda Metro Jaya dan FWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
5 Jurnalis dan 3 kru kapal hilang saat meliput erupsi Anak Krakatau. Simak momen haru doa bersama Polda Metro Jaya dan update pencarian tim SAR gabungan di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 September 2026
Polda Metro Jaya dan FWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
Tiga PP Turunan UU Cipta Kerja Didesak Dicabut, Termasuk Pesangon 0,5 Kali Ketentuan
Meminta agar RUU Ketenagakerjaan menghapus istilah outsourcing atau alih daya. Kalaupun tidak, menurut dia, sistem outsourcing itu perlu dibatasi sesuai arahan Mahkamah Konstitusi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Tiga PP Turunan UU Cipta Kerja Didesak Dicabut, Termasuk Pesangon 0,5 Kali Ketentuan
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2026 Ditlantas Polda Metro Jaya Ditunda, Pengendara Motor Lawan Arus Siap-siap Kena Tilang Harian
Penegakan hukum harian terus menyasar para pelanggar aturan melalui sistem elektronik maupun tindakan langsung secara persuasif
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Operasi Patuh Jaya 2026 Ditlantas Polda Metro Jaya Ditunda, Pengendara Motor Lawan Arus Siap-siap Kena Tilang Harian
Indonesia
Kapolda Metro kini Dijabat Bintang 3, Wakapolda Berpotensi Jadi Irjen dan Posisi Direktur Dijabat Pangkat Jenderal
Pucuk pimpinan di Polda Metro Jaya diisi jenderal bintang tiga (komjen), beberapa pejabat di bawahnya berpotensi mendapat penaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Kapolda Metro kini Dijabat Bintang 3, Wakapolda Berpotensi Jadi Irjen dan Posisi Direktur Dijabat Pangkat Jenderal
Indonesia
Politikus Sahroni Setuju Polda Metro Jaya Dipimpin Bintang Tiga
Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri resmi naik pangkat dari Inspektur Jenderal (Irjen) menjadi Komjen. Kenaikan pangkat itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/Polri/Tahun 2026 tertanggal 13 Mei 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Politikus Sahroni Setuju Polda Metro Jaya Dipimpin Bintang Tiga
Bagikan