MerahPutih.com - Polri menduga United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai salah satu kerusuhan di Jayapura. Mereka disebut dimanfaatkan KNPB dan ULMWP untuk menyerang aparat TNI-Polri di Expo Waena, Jayapura, Papua.
"Ini AMP yang eksodus, yang melakukan tindakan serang kepada aparat," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri kepada wartawan di Mabes Polri, Selatan, Selasa (24/9).
Baca Juga
Rusuh di Expo Wamena Papua, Ratusan Mahasiswa Diamankan ke Mako Brimob
Sebanyak 733 mahasiswa eksodus saat ini menjalani pemeriksaan di Polda Papua karena diduga turut melakukan tindakan anarkis seperti penyerangan, pembakaran, dan perusakan.
"Semuanya dalam proses pemeriksaan. Ada 733 orang, semua mahasiswa eksodus yang diperiksa, yang terlibat langsung dalam kerusuhan," terang Dedi
Dedi menuturkan kelompok yang menjual isu kemerdekaan Papua, ingin mencuri perhatian para peserta Sidang Umum PBB ke-74. ULMWP dan KNPB hendak memanfaatkan momentum tersebut.
"Kaitannya dengan situasi terkini di Papua, diduga kelompok-kelompok yang mendalangi kerusuhan di Papua memanfaatkan momen untuk mencari perhatian karena sedang ada Sidang Umum PBB," terang Dedi
Baca Juga
Dedi menegaskan tidak ada satu pun personel Polri yang dibekali peluru tajam saat mengamankan aksi demonstrasi pelajar. Untuk diketahui, pelajar SMA PGRI berunjuk rasa karena terhasut kabar adanya ucapan rasial seorang guru di salah satu sekolah di Jayawijaya, yang setelah dicek ternyata hoaks.
"Aparat keamanan TNI-Polri saat mengamankan unjuk rasa tak dibekali peluru tajam," tegas Dedi.
Polisi mendapati fakta anggota KNPB mengenakan seragam SMA dan ikut berdemo di tengah kerumunan pelajar SMA PGRI.
"Hasil investigasi polres dan polda setempat, dalang kerusuhan Wamena diduga kelompok KNPB. Fakta tersebut diketemukan, KNPB melakukan penyusupan dengan menggunakan seragam SMA, memprovokasi massa dengan tindakan anarkistis membakar ruko dan kantor pemerintahan," jelas Dedi.
Baca Juga:
Rusuh Demo Wamena Papua, Kantor Bupati Dibakar dan Bandara Ditutup
Dedi menegaskan tidak ada satu pun personel Polri yang dibekali peluru tajam saat mengamankan aksi demonstrasi pelajar. Untuk diketahui, pelajar SMA PGRI berunjuk rasa karena terhasut kabar adanya ucapan rasial seorang guru di salah satu sekolah di Jayawijaya, yang setelah dicek ternyata hoaks. (Knu)